BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan berakhlaq mulia. Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan mampu meneladani Al-Qur’an-Hadis dalam kehidupan sehari-hari.
Kurikulum disusun dan disain agar terciptanya keberlangsungan proses pendidikan yang kondusif bagi peserta didik sehingga dapat hidup dan mandiri ditengah masyarakat yang heterogen. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar merupakan kurikulum hasil refleksi, pemikiran dan pengkajian dari kurikulum yang telah berlaku sebelumnya.
Kurikulum ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masa depan. Standar kompetensi dan kompetensi dasar diarahkan untuk menumbuhkembangkan dan memberikan keterampilan bertahan hidup dalam kondisi yang beragam dengan berbagai perubahan serta persaingan. Kurikulum ini diciptakan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dalam membangun integritas sosial, dan mewujudkan karakter.
Pada dasarnya kurikulum Al-Quran-Hadis ini masih terkait dengan standar isi dalam Permendiknas Nomor 22. Penyusunan kurikulum Al-Qur’an-Hadis ini dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Kurikulum Al-Qur’an-Hadis yang tertuang dalam Permen 22 pada jenjang sebelumnya (SD/MI)
2. Kebutuhan siswa pada usia MTs yang pada dasarnya mulai dikenakan hukum sebagai mukallaf (diwajibkan menunaikan ibadah mahdzoh terlebih sholat)
Kurikulum Al-Qur’an-Hadits MTs ini merupakan kelanjutan dan kesinambungan dengan kurikulum Al-Qur’an-Hadits pada jenjang MI dan MA, terutama pada penekanan kemampuan membaca Al-Qur’an-Hadits, pemahaman surat-surat pendek dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam makalah ini adalah bagaimana mensingkronisasikan antara kurikulum dan materi pelajaran Al-Qur’an Hadits dengan hasil yang dicapai siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru sebagai pendidik terhadap Standar Kompetensi Lulusan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Adapun Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tersebut antara lain adalah :
1. Memahami dan mencintai Al-qur’an dan Al-Hadis sebagai pedoman hidup umat Islam
2. Meningkatkan pemahaman Al-Qur’an Surat Al-Fatihah, dan surat pendek pilihan melalui upaya menerapkan cara membacanya, menangkap maknanya, memahami kandungan isinya, dan mengaitkannya dengan fenomena kehidupan.
3. Menghafal dan memahami makna Hadits-Hadits yang terkait dengan tema isi kandungan surat atau ayat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Dari SKL tersebut dapat diketahui bahwa siswa / peserta didik harus bisa dan mampu untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan tersebut sehingga dalam jangka panjang mampu untuk mengaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari.
C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan makalah ini adalah
1. Memberikan gambaran singkat tentang materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pada tingkat pendidikan Madrasah Tsanawiyah.
2. Memberikan pemahaman terhadap pembaca tentang materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pada tingkat pendidikan Madrasah Tsanawiyah.
3. Mencoba menela’ah dan meneliti tentang kesingkronisasian antara materi dan kurikulum dengan keadaan siswa pada tingkat pendidikan Madrasah Tsanawiyah.
D. Rumusan Masalah.
1. Materi apa sajakah yang dijelaskan dalam Pelajaran Al-Qur’an Hadits pada jenjang Madrasah Tsanawiyah?
2. Sejauh mana siswa dapat menguasai dan memahami materi pelajaran Al-Qur’an Hadits?
3. Telaah apa yang dapat di ambil dari penjelasan materi Al-Qur’an Hadits Madrasah Tsanawiyah?
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pendahuluan.
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi setiap muslim. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya tidak jemu dan bosan untuk mempelajari ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami kandungannya, kita akan dapat menjalani hidup ini sesuai dengan perintah Allah swt. Dengan demikian, kita akan selamat di dunia maupun di akhirat.
Seperti halnya Al-Qur’an, Hadits pun juga sangat penting bagi kehidupan umat islam. Islam mengatakan, bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an ini juga dipandang sebagai keagungan dan penjelasan. Juga sering kali disebut petunjuk dan buku (kitab). Al-Qur’an berisi segala hal mengenai petunjuk yang membawa hidup manusia bahagia di dunia dan bahagia di akhirat kelak. Kandungan yang ada didalam al-Qur’an meliputi segala hal sebagaimana Allah berfirman di dalam surat al-An’am ayat : 38 sebagai berikut :
•
38. dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami luputkan sesuatupun dalam Al-Kitab[472], kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
Dalam surat al-Nahl ayat : 89 yang berbunyi :
• •
89. (dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
B. Penegasan Judul.
Sering terjadi salah arti dalam memahami suatu kalimat, lebih-lebih dalam sebuah judul. Penulis ingin memberikan pemahaman supaya tidak terjadi saling simpang antara penulis dan pembaca mengenai judul makalah ini, yaitu “Telaah Kritis Penjelasan Materi Al-Qur’an Hadits Madrasah Tsanawiyah” sebagai berikut :
Telaah : Penyelidikan; kajian; pemeriksaan; penelitian
Kritis : Bersifat tidak lekas percaya; bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan;
Penjelasan : je•las : terang; nyata; gamblang; tegas; tidak ragu-ragu atau bimbang (tentang sikap):
Materi : Benda; bahan; segala sesuatu yg tampak: sesuatu yg menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dsb):
Al-Qur’an : Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. membacanya merupakan ibadah, susunan kata dan isinya merupakan mu’jizat, termaktub di dalam mushaf dan dinukil secara mutawatir.
Hadits : Sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad saw. yg diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam: sumber ajaran Islam yg kedua setelah Alquran
Madrasah : Sekolah atau perguruan (biasanya yg berdasarkan agama Islam);
Tsanawiyah : Sekolah agama (Islam) tingkat menengah pertama
Dari uraian di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud penulis dalam judul makalah ini adalah suatu kajian yang bersifat tidak lekas percaya terhadap bahan ajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pada tingkat Sekolah menengah tingkat pertama (Madrasah Tsanawiyah) sehingga tidak ada keraguan terhadap materi tersebut.
C. Pengertian Al-Qur’an dan Hadits
Kata Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yaitu قَرَأَ – يَقْرَأُ – قُرْأَناً yang berarti bacaan. Makna al-Qur’an secara istilah adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. membacanya merupakan ibadah, susunan kata dan isinya merupakan mu’jizat, termaktub di dalam mushaf dan dinukil secara mutawatir.
Sedangkan makna Hadits secara bahasa berasal dari bahasa Arab الْحَدِيْثُ yang berarti baru, muda, cerita, berita, dan riwayat dari nabi Muhammad saw. Sedangkan menurut istilah ada beberapa pendapat yang mengartikannya. Diantaranya adalah :
1. Menurut Jumhur al-Muhadditsin adalah :
ما أضف إلى النبى j قولا أو فعلا أو تقريرا أو نحوها
artinya : segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. baik perkataan, perbuatan, taqrir (persetujuan) maupun yang semisalnya.
2. Dr. Musthofa As-Siba’y adalah :
ما أثر عن النبى i من قول أو فعل أو تقرير أو صفة خلقية أو خلقية أو سيرة سواء كان قبل البعثة أو بعدها
Artinya : segala sesuatu yang ditinggalkan (dibebaskan) dari Nabi Muhammad SAW. dari yang berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat tingkah laku, bentuk jasmani, maupun perjalanan beliau, baik adanya itu sebelum beliau diangkat menjadi Nabi maupun sebelumnya.
D. Kurikulum Al-Qur’an Hadits (SK – KD)
1. Pendahuluan
Kurikulum disusun dan disain agar terciptanya keberlangsungan proses pendidikan yang kondusif bagi peserta didik sehingga dapat hidup dan mandiri ditengah masyarakat yang heterogen.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar merupakan kurikulum hasil refleksi, pemikiran dan pengkajian dari kurikulum yang telah berlaku sebelumnya.
Kurikulum ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masa depan. Standar kompetensi dan kompetensi dasar diarahkan untuk menumbuhkan dan memberikan keterampilan bertahan hidup dalam kondisi yang beragam dengan berbagai perubahan serta persaingan. Kurikulum ini diciptakan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dalam membangun integritas sosial, dan mewujudkan karakter
Pada dasarnya kurikulum Al-Quran-Hadis ini masih terkait dengan standar isi dalam Permendiknas Nomor 22. Penyusunan kurikulum Al-Qur’an-Hadis ini dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Kurikulum Al-Qur’an-Hadis yang tertuang dalam Permen 22 pada jenjang sebelumnya (SD/MI)
b. Kebutuhan siswa pada usia MTs Nurul Ittihad yang pada dasarnya mulai dikenakan hukum sebagai mukallaf (diwajibkan menunaikan ibadah mahdzoh terlebih sholat)
Kurikulum Al-Qur’an-Hadis merupakan kelanjutan dan kesinambungan dengan kurikulum Al-Qur’an-Hadis pada jenjang MI dan MA, terutama pada penekanan kemampuan membaca Al-Qur’an-Hadis, pemahaman surat-surat pendek dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan pelajaran Al-Qur’an-Hadis
a. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap Qur’an dan Hadis
b. Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Qur’an dan Hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan
c. Meningkatkan kekhusyukan siswa dalam beribadah terlebih sholat, dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surat/ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca
3. Ruang Lingkup
a. Membaca /menulis yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid
b. Menterjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat dan Hadis dalam memperkaya khazanah intelektual
c. Menerapkan isi kandungan ayat/hadis yang merupakan unsur pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
4. Standar Kompetensi Lulusan
a. Memahami dan mencintai Al-qur’an dan Al-Hadis sebagai pedoman hidup umat Islam
b. Meningkatkan pemahaman Al-Qur’an Al-Fatihah, dan surat pendek pilihan melalui upaya menerapkan cara membacanya, menangkap maknanya, memahami kandungan isinya, dan mengaitkannya dengan fenomena kehidupan.
c. Menghafal dan memahami makna Hadis-Hadis yang terkait dengan tema isi kandungan surat atau ayat sesuai dengan tingkat perkembangan anak
E. Penjelasan Materi Al-Qur’an Hadits Kelas VII
1. Semester I
a. Standar Kompetensi : 1. Memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai pedoman hidup
b. Kompetensi Dasar :
1.1 Menjelaskan pengertian dan fungsi Al-Qur’an dan Al-Hadis
1.2 Menjelaskan cara-cara menfungsikan Al-Qur’an dan Al-Hadis
1.3 Menerapkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam
c. Penjelasan :
1) Pengertian Al-Qur’an dan Hadits
a) Pengertian Al-Qur’an
Kata Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yaitu قَرَأَ – يَقْرَأُ – قُرْأَناً yang berarti bacaan. Menurut istilah, al-Qur’an adalah kalam Allah swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. Pengertian ini berdasarkan pada firman Allah disurat asy-Syu’ara’ ayat 192-193 :
192. dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
193. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
b) Pengertian Hadits
Kata hadits berasal dari bahasa Arab الْحَدِيْثُ yang berarti baru, muda, cerita, berita, dan riwayat dari nabi Muhammad saw.
Menurut istilah, hadits didefinisikan sebagai berikut :
1) Segala ucapan, perbuatan, dan keadaan nabi Muhammad saw.
2) Segala berita yang bersumber dari nabi Muhammad saw. baik berupa ucapan, perbuatan, takrir (ketetapan) maupun diskripsi sifat-sifat beliau.
3) Segala perkataan, perbuatan, dan takrir nabi Muhammad saw. yang berkaitan hukum.
Dari ketiga definisi tersebut dapat didefinisikan bahwa hadits adalah segala ucapan, perbuatan, dan takrir nabi Muhammad saw.
2) Fungsi al-Qur’an dan Hadits
a) Fungsi Al-Qur’an
1) Sebagai petunjuk hidup manusia
2) Sebagai penjelas dari petunjuk tersebut.
3) Sebagai pembeda antara yang benar (hak) dan yang batil (salah). Seperti dijelaskan dalam surat al-baqarah ayat 185
b) Fungsi Hadits
1) Mengukuhkan hokum-hukum yang telah disebutkan dalam AL-Qur’an
2) Menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang bersifat mujmal
3) Membatasi keumuman Al-Qur’an
4) Menetapkan hokum yang belum terdapat dalam al-Qur’an
3) Menerapkan al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan.
a) Menjadikan al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi.
b) Menjadikan al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga atau rumah tangga.
c) Menjadikan al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
d) Menjadikan al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman dalam kehidupan berbengsa dan bernegara.
e) Menjadikan al-Qur’an dan hadits sebagai hakim dalam menyelesaikan masalah.
a. Standar Kompetensi : 2. Mencintai Al-Qur’an dan Al-Hadis
b. Kompetensi Dasar :
2.1 Menjelaskan cara mencintai Al-qur’an dan Al-Hadis
2.2 Menjelaskan perilaku orang yang mencintai Al-Quran dan Al-Hadis
2.3 Menerapkan perilaku mencintai Al-Qur’an dan Al-Hadis dalam kehidupan
c. Penjelasan :
a) Cara mencintai Al-Qur’an dan Hadits
a) Pengertian mencintai Al-Qur’an dan Hadits
Al-Qur’an dan Hadits adalah dua sumber utama dalam hukum islam. Setiap umat islam harus mencintai keduanya karena dengan demikian dia akan selamat, baik di dunia maupun di akhirat.
b) Perintah mencintai AL-Qur’an dan Hadits
Sebagai seorang muslim, mencintai al-Qur’an dan Hadits adalah suatu kewajiban. Seperti yang tertuang dalam al-Qur’an surat ali Imran ayat 31 :
•
31. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Rasulullah SAW. pernah berpesan kepada umatnya agar senantiasa berpegang pada al-Qur’an dan Hadits :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ .(رواه مالك)
Artinya :
Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu tidak akan tersesat selama berpegan pada keduanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah nabi-Nya (Hadits).
c) Bentuk-bentuk mencintai Al-Qur’an dan Hadits
Mencintai Al-Qur’an dan Hadits dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk, diantaranya :
1) Berusaha memiliki kitab Al-Qur’an dan Hadits.
2) Memiliki kemauan untuk dapat membaca al-Qur’an dan hadits secara benar meskipun mengeluarkan biaya.
3) Memiliki kemauan yang sungguh-sungguh untuk dapat memahami isi al-Qur’an dan Hadits secara benar.
4) Tidak suka jika ada pihak lain yang merendahkan al-Qur’an dan Hadits.
5) Berusaha menjaga kesucian al-Qur’an dan Hadits tanpa memandang remeh.
d) Manfa’at mencintai Al-Qur’an dan Hadits.
Al-Qur’an dan Hadits merupakan dua kitab pokok dalam memahami ajaran islam. Mencintai keduanya tentu banyak membawa manfaat, antara lain :
1) Memperoleh nasihat, obat hati, petunjuk dan rahmat dari Allah SWT.
Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 57 :
•• •
57. Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
2) Terhindar dari kesesatan dan kecelakaan dunia dan akhirat.
Allah berfirman dalam surat Thaha ayat 123 :
• •
123. Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
b) Perilaku orang yang mencintai al-Qur’an dan Hadits.
1. Selalu menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai dasar dalam segala tindakan dan cara berfikirnya.
2. Mengajak orang-orang yang belum mau belajar Al-Qur’an dan Hadits.
3. Ikut serta secara aktif dalam upaya melancarkan jalannya TPQ, baik dengan pikiran, tenaga maupun materi.
4. Menyediakan waktu khusus untuk mempelajari Al-Qur’an dan Hadits untuk kemudian diajarkan kepada orang lain.
a. Standar Kompetensi : 3. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehar-hari tentang Tauhid Rububiyah dan Uluhiyyah
b. Kompetensi Dasar :
3.1 Memahami isi kandungan QS. Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas tentang Tauhid Rububiyah dan Uluhiyyah
3.2 Menerapkan kandungan QS. Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas dalam kehidupan sehari-hari
c. Penjelasan :
1. Pengertian Tauhid Rububiyyah dan Uluhiyyah
a) Tauhid Rububiyyah
Tauhid Rububiyyah berasal dari dua kata, yaitu Tauhid dan Rububiyyah. Tauhid berasal dari bahasa Arab : وحد – يوحد – توحيدا yang berarti mengesakan. Menurut istilah adalah menyakini bahwa Allah itu esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
Adapun kata Rububiyyah mempunyai beberapa makna, antara lain penciptaan, pemeliharaan, dan pengasuhan. Dalam terminology islam, tauhid rububiyyah adalah kepercayaan bahwa Allah satu-satunya pencipta, pemelihara dan pengatur alam semesta.
b) Tauhid Uluhiyyah
Menurut bahasa kata Uluhiyyah berarti sembahan, persembahan. Tauhid Uluhiyyah berarti kepercayaan bahwa hanya Allah sembahan yang benar.
2. Surat al-Fatihah, An-Nas, al-Falaq, serta al-Ihlas tentang Tauhid Rububiyyah dan Uluhiyyah.
a) Surat al-Fatihah
1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].
6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]
b) Kandungan surat al-Fatihah
1) Surat al-Fatihah ayat 1-4 berisi tentang Tauhid Rububiyyah.
Pada ayat 1 : mengisyaratkan bahwa Allah benar-benar mencurahkan kasih sayang-Nya kepara manusia. Pada ayat 2 : allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan seluruh alam. Pada ayat 3 : allah menegaskan kembali tentang kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya. Pada ayat 4 : dijelaskan tentang adanya hari pembalasan. Pada hari itu manusia akan menerima pembalasan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
2) Pada ayat 5-7 berisi tentang tauhid uluhiyyah.
Pada ayat 5 : dijelaskan satu sikap pernyataan hanya pada Allah kita menyembah dan meminta pertolongan. Pada ayat 6-7 : mengingatkan kita agar senantiasa berdoa kepada Allah, sebagai penentu segala sesuatu.
c) Surat an-Nas
•• •• •• • •• • • • ••
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.
d) Kandungan Surat an-Nas
Sebagai makhluk social, manusia selalu berhubungan dengan sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Disadari atau tidak, manusia sering menghadapi kesulitan dalam bersosialisasi. Hal itu disebabkan berbagaimacam sifat dan watak yang dimiliki manusia.
1. Surat an-Nas ayat 1-2 menjelaskan tentang bentuk tauhid rububiyyah :
Ayat 1 : memberi petunjuk kepada manusia agar mengakui kelemahannya dan mengakui kebesaran Allah yang mengatur segalanya. Ayat 2 : menjelaskan bahwa Allah adalah Raja manusia. Dia berkuasa mengatur manusia.
2. Ayat 3 merupakan ajaran tauhid Uluhiyyah. Lafadz اله pada ayat ini mempunyai arti sesuatu yang dikagumi, dipuja, ditaati, dan akhirnya disembah. Setelah mengakui Allah sebagai Pencipta, pemelihara, penguasa, dan sesembahan manusia, sudah semestinya ia meminta perlindungan pada-Nya.
3. Ayat 4-6 menjelaskan bentuk kejahatan-kejahatan yang dihadapi manusia. Kejahatan dari jin dan manusia.
e) Surat al-Falaq
•
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
f) Kandungan surat al-Falaq
Tauhid Rububiyyah pada surat ini hanya terdapat pada ayat 1, sedangkan ayat-ayat selanjutnya berisi jenis-jenis kejahatan.
Pada ayat 1, dijelaskan supaya kita berlindung kepada . lafadz secara bahasa berarti terpecah menjadi 2 bagian. Waktu subuh adalah waktu yang memisahkan antara siang dan malam. Pada surat ini, manusia diingatkan kembali bahwa kondisi dirinya lemah. Namyak makhluk ciptaan Allah yang dapat membahayakan diri manusia. Oleh karena itu, manusia diberi petunjuk agar memohon perlindungan kepada Allah pencipta waktu subuh, dari gangguan makhluk-Nya.
Pada ayat 2 menjelaskan manusia hendaknya memohon perlindungan kepada Allah agar selamat dari bahaya semua makhluk.
Pada ayat 3 menjelaskan manusia harus menyadari kelemahan dirinya. Manusia harus memohon perlindungan kepada Allah.
Pada ayat 4 menjelaskan bahwa adanya kejahatan sihir. Manusia diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah agar selamat dari sihir-sihir tersebut.
Pada ayat 5 menjelaskan tentang kejahatan bahaya hasud. Hasud merupakan salah satu penyakit hati yang sulit dicari penyembuhannya.
g) Surat al-Ihlas
•
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
h) Kandungan surat al-Ikhlas
Surat al-Ikhlas berisi tentang pengesaan Allah. Pernyataan itu secara tegas dijelaskan pada ayat pertama. Pada ayat 2 dijelaskan tentang adanya tauhid uluhiyyah, yaitu pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung semua makhluk.
Ayat 3-4 menjelaskan bahwa Allah maha berdiri sendiri sehingga tidak pantas jika Dia memiliki orang tua atau anak.
a. Standar Kompetensi : 4. Memahami Hadis tentang ciri iman dan ibadah yang diterima Allah
b. Kompetensi Dasar :
4.1 Menulis Hadis tentang iman dan ibadah
4.2 Menerjemahkan makna Hadis tentang iman dan ibadah
4.3 Menghafal Hadis tentang iman dan ibadah
4.4 Menjelaskan keterkaitan isi kandungan Hadis tentang iman dan ibadah dalam fenomena kehidupan dan akibatnya
4.5 Menerpakan isi kandungan Hadis tentang ciri iman dan ibadah yang diterima Allah
c. Penjelasan :
1. Hadits tentang iman dan ibadah
١ الامان معرفة بالقلب وقول باللسان وعمل بالاركان.(رواه ابن ماجه عن علي بن ابى طالب)
Artinya :
Iman itu aialah dipercaya dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Kandungan Hadits
Hadits ini menjelaskan tentang prinsip-prinsip dalam keimanan. Bahwa iman terdiri atas tiga unsur, yakni diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dalam bentuk perbuatan. Ketiga unsur ini tidak dapat berdiri sendiri-sendiri.
٢ قال فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره .( رواه مسلم عن عمر بن الخطاب ).
Artinya :
Jibril berkata : “Kabarkanlah kepadaku tentang Iman?”. Rasulullah saw. bersabda : “Iman itu ialah kamu percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu percaya kepada takdir yang baik dan yang buruk”.
Kandungan Hadits
Bahwa ada enam pokok keyakinan yang harus diyakini oleh setiap orang yang mengaku beriman. Keenam keyakinan itu ialah iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, dan iman kepada takdir yang baik dan buruk. (Rukun Iman)
٣ الإمان بضع وسبعون شعبة فأفضلها قول لا اله الا الله وادناها اماطة الأذى عن الطريق والحياء شعبة من الإيمان . ( رواه مسلم عن ابى هريرة )
Artinya :
Iman itu ada tujuh puluh satu cabang. Yang paling utama adalah ucapan la ilaha illallah, sedangkan yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari tengah jalan. Adapun malu juga sebagian dari iman.
Kandungan Hadits
Bahwa banyak macam amal yang termasuk bentuk keimanan. Kata tujuh puluh satu bukan berarti jumlahnya, tetapi menunjukkan bahwa amal itu banyak macamnya. Amal yang paling utama nilainya adalah ucapan لا اله الا الله.
٤ قال الله تعالى ان خير شريك فمن أشرك معي شريكا فهو للشريك يأيها الناس أحلصوا أعمالكم لله فإن الله لا يقبل من الأعمال إلا ما خلص له . ولا تقول هذا لله وللرحم فإنها لرحمه وليس لله منها شيئ ولا يقولوا لله ولوجوهكم فإنها لوجوهكم وليس لله منها شيئ . (رواه البزار عن الضحاق )
Artinya :
Allah SWT berfirman : “Aku adalah sebaik-baik sekutu. Barang siapa mempersekutukan aku dengan yang lain, berarti ia telah diserahkan kepada sekutu itu. Wahai manusia ! beramallah kalian dengan ikhlas karena Allah. Sesungguhnya Allah tidak menerima amal seseorang, kecuali yang didasari keikhlasan kepada-Nya. Janganlah kalian mengucapkan, “Ini demi Allah dan ini demi keluarga”. Perbuatan itu hanya karena kekeluargaan, tidak sedikitpun karena Allah. Jangan pula kalian mengucapkan, “Ini demi Allah dan ini demi pemimpin kalian”. Amalan seperti itu hanyalah untuk kehormatan pemimpin kalian, tidak sedikitpun karena Allah.
2. Keterkaitan kandungan hadits tentang Iman dan Ibadah dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.
a) Iman dan ibadah mempunyai kaitan yang sangat erat karena iman menjadia salah satu syarat diterimanya ibadah.
b) Orang yang mengaku dirinya beriman harus dapat membuktikan melalui perbuatan yang bernilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
c) Iman tanpa dibuktikan dengan perbuatan yang nyata berarti kedustaan.
d) Selain iman, amal ibadah harus diniati dengan ikhlas karena Allah semata.
e) Menduakan niat dalam beribadah tidak akan diterima Allah.
2. Semester II
a. Standar Kompetensi : 5. Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan
b. Kompetensi Dasar :
5.1. Menerapkan hukum bacaan mim sukun dalam Q.S. Al-Bayyinah dan Al-Kafirun
c. Penjelasan :
1. Hukum Mim Sukun
Mim sukun bertemu dengan huruf hijaiah mempunyai tiga hukum bacaan mim sukun, yaitu :
a) Idgam Mimi
Idgam Mimi disebut juga Idgham mutamasilain. Berhukum idgham mimi jika terjadi bertemunya mim sukun bertemu dengan huruf mim. Cara membacanya adalah dengan memasukkan suara mim sukun kedalam mim berharakat hidup berikutnya. Kemudian, suara di-ghunnah-kan secara sempurna dengan lama tiga harakat. Suara gunnah keluar dari pangkal hidung.
Contoh :
١ .اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ
٢. عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ
b) Ikhfa’ Syafawi
Ikhfa’ artinya samar, sedangkan syafawi artinya bibir. Ikhfa’ syafawi terjadi apabila ada huruf mim sukun bertemu dengan huruf Ba’ (ب ) .
Contoh :
١. اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ
٢. قَدْ جَاءَكُمْ بَشِيْرٌ وَنَذِيْرٌ
c) Idhar Syafawi
Idzhar berarti jelas, sedangkan syafawi artinya bibir. Idzhar syafawi terjadi ketika ada mim sukun bertemu dengan huruf selain mim ( م )dan ba’ (ب ).
a. Standar Kompetensi : 6. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehar-hari tentang toleransi
b. Kompetensi Dasar :
6.1 Memahami isi kandungan Q.S. Al-Kafirun dan Al-Bayyinah tentang toleransi
6.2 Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. Al-Kafirun dan Al-Bayyinah tentang membangun kehidupan umat beragama dalam fenomena kehidupan
6.3 Menerapkan kandungan Q.S. Al-Kafirun dan Al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari
c. Penjelasan :
1. Surat al-Kafirun
•
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
2. Surat al-Bayyinah
• • • •
1. orang-orang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),
3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-Kitab yang lurus[1594].
4. dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
3. Menerapkan kandungan Surat al-Kafirun dan al-Bayyinah tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari
a) Fanatic.
1) Sebagai seorang muslim, kita harus mempertahankan keyakinan sampai akhir hayat.
2) Tidak mudah terpengaruh oleh keyakinan lain karena kita yakin bahwa hanya agama islam yang benar.
3) Tidak mengorbankan keyakinan demi keuntungan dunia karena kita tahu bahwa perbuatan itu akan membawa pada kerugian.
b) Toleran.
1) Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain karena tidak dibenarkan agama dan akal sehat.
2) Sabar dalam menghadapi sikap orang-orang yang mendustakan islam, sebagaimana para rasul terdahulu.
3) Bersahaja dalam melaksanakan dakwah, tidak mengikuti jalan pikiran objek dakwah.
4) Bebas dalam menjalin hubungan dengan nonmuslim selama tidak menyangkut masalah akidah dan ibadah.
4. Hikmah Fanatik dan Toleransi
a) Dampak positif fanatic adalah :
1) Memiliki keyakinan yang kuat sehingga lebih mantap dalam melaksanakan agama.
2) Memiliki harga diri sehingga diperhitungkan pihak lain.
3) Terpuji dalam pandangan Allah.
b) Dampak positif sikap toleransi adalah :
1) Terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
2) Terwujudnya keamanan dan ketenteraman hidup sesama anggota masyarakat.
3) Terpenuhinya hak-hak setiap anggota masyarakat sehingga menimbulkan kepuasan batin.
4) Menumbuhkan persatuan dan rasa kebersamaan.
a. Standar Kompetensi : 7. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang problematika da’wah
b. Kompetensi Dasar :
2.1 Memahami isi kandungan QS. Al-Lahab dan An-Nashr tentang problematika dakwah
2.2 Menerapkan kandungan QS. Al-Lahab
c. Penjelasan :
1. Dakwah dan Problematikanya.
Dakwah adalah setiap kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah swt sesuai dengan garis akidah, syariat, dan akhlak islamiah. Orang yang berdakwah disebut Da’I dan orang yang menjadi obyek dakwah disebut Mad’u.
Dalam surat An-Nahl ayat 125, Allah memberikan metode dalam berdakwah yakni bil hikmah, bil mauidzah hasanah, dan bil jidal.
Dakwah bil hikmah adalah perkataan tegas dan benar yang dapat membedakan yang hak dan yang batil. Yaitu dengan memberikan keterangan yang tegas dan jelas sehingga dapat mengetahui ajaran islam dengan sebenarnya tanpa ada keraguan.
Dakwah bil mauidzah hasanah adalah dakwah dengan memberikan nasihat yang baik. Yaitu dengan cara seorang da’I menarik perhatian dengan melaksanakan langsung apa yang didakwahkan kepada objek dakwahnya sehingga mereka simpatik dan akhirnya mereka mau melaksanakan dan mengikuti seruan dakwah.
Dakwah bil jidal adalah dakwah secara dialogis. Yaitu seorang da’I dituntut untuk memiliki wawasan yang luas baik dalam bidang agama maupun yang lainnya, sehingga mampu menjawab pertanyaan masalah agama maupun masalah kehidupan sehari-hari.
Selain ketiga metode tersebut, ada metode lain yaitu dakwah bil hal artinya dakwah menggunakan keteladanan. Selain berdakwah secara lisan, seorang da’I ditunut memberikan contoh riil dalam kehidupan sehari-hari.
Problematika dakwah artinya adalah permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan dakwah. Permasalahan ini dipengaruhi dari dua factor yaitu factor intern dan factor ekstern.
2. Surat al-Lahab
•
1. binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa[1607].
2. tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar[1608].
5. yang di lehernya ada tali dari sabut.
3. Surat an-Nasr
••
1. apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2. dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Problematia dakwah yang muncul yang dihadapi kaum muslimin berkaitan dengan kemenangan atas Kota Makkah adalah :
a) Sikap permusuhan kaum kafir Quraisy, khususnya sejak awal dakwah.
b) Dirusaknya perdamaian Hudaibiyyah.
c) Perlawanan pasukan kafir terhadap pasukan Khalid bin walid.
4. Menerapkan kandungan surat al-Lahab dan an-Nasr dalam kehidupan sehari-hari.
a) Senantiasa berdakwah meskipun menghadapi rintangan sebagaimana yang dihadapi Rasulullah SAW.
b) Melakukan hijrah apabila masyarakat tersebut sudah tidak bisa diharapkan lagi, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.
c) Bersabar diri dalam menghadapi sikap tidak bersahabat dari masyarakat, sebagaimana sikap Rasulullah menghadapi cemoohan Abu Lahab dan anak buahnya.
d) Pandai menjaga diri agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan dimasyarakat.
e) Siap berkorban dalam membela islam dan menjaga wibawa kaum muslimin.
F. Penjelasan Materi Al-Qur’an Hadits Kelas VIII
1. Semester I
a. Standar Kompetensi : 1. Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan
b. Kompetensi Dasar :
2.3 Menerapkan hukum bacaan Qalqalah, Tafkhim, mad ‘aridl lissukun, dalam Al-Qur’an.
2.4 Menerapkan hukum bacaan nun mati dan mim mati dalam Al-Qur’an
c. Penjelasan :
1. Hukum bacaan Qalqalah
Qalqalah dibagi menjadi 2, yaitu qalqalah sughra dan kubra. Huruf qalqalah ada Lima ,yaitu ق , ط , ب ,ج ,د . Apabila ada huruf qalqalah berada di tengah lafal , hukum bacaannya disebut qalqalah sughra. Apabila ada huruf qalqalah berada di akhir lafal , hukum bacaannya disebut qalqalah kubra.
2. Hukum Bacaan Tafkhim
Hukum bacaan tafkhim yang akan kita terapkan dalam membaca Al-Qur’an berikut ini adalah pada huruf ra. Menurut bahasa , tafkhim berarti tebal. Cara mengucapkan tafkhim adalah dengan menghimpun ketebalan suara di dalam mulut sehingga mulut seperti penuh dengan suara ra. Ada beberapa alasan huruf ra dibaca tebal, yaitu berharakat fathah, dammah, sukun yang didahului huruf berharakat fathah atau dammah, sukun yang di dahului huruf berharakat kasrah (bukan asli), serta sukun yang didahului huruf berharakat kasrah asli dan huruf sesudahnya adalah huruf isti’la’.
3. Mad ‘Arid lis-Sukun
Menurut bahasa , mad ‘arid lis-sukun berarti bacaan panjang karena ada sukun. Menurut istilah, mad ‘arid lis-sukun berarti mad yang yang terjadi apabila ada huruf mad (alif, wau atau ya) yang berada pada akhir ayat atau terdapat tanda waqaf. Yang perlu diperhatikan dalam mad ‘arid lis-sukun ialah setelah huruf mad itu harus ada huruf lain. Huruf ini sebagai akhir pemberhentian bacaan. Cara membaca mad ‘arid lis-sukun ada 3 macam, yaitu boleh dua,empat atau enam harakat. Yang paling utama ialah membaca mad ‘arid lis-sukun dengan enam harakat
Contoh :
4. Hukum Bacaan Nun Mati
Apabila ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan huruf hijaiah, hukum bacaannya dibagi menjadi lima, Yaitu :
a) Izhar halqi apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Halqi yang ada lima yaitu أ , ح, خ, ع, غ
b) Idgom bigunnah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ي, ن, م, و
c) Idgam bilagunnah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ل atau ر .
d) Iqlab apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب .
e) Ikhfa’ haqiqi apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ت, ث, ج, د, ذ, ز, س, ش, ص, ض, ط, ظ, ف, ق, ك
5. Hukum Bacaan Mim Mati
Mim mati yang bertemu dengan huruf hijaiyah bacaannya dibagi menjadi tiga. Yaitu:
a) Ikhfa’ syafawi terjadi apabila ada huruf mim mati bertemu dengan huruf ب.
b) Idgam mimi atau disebut idgam mitamasilain terjadi apabila ada mim bertemu dengan huruf م .
c) Izhar syafawi terjadi apabila ada huruf mim mati bertemu dengan selain huruf mim dan ba.
a. Standar Kompetensi : 2. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehar-hari tentang ketentuan rizki dari Allah
b. Kompetensi Dasar :
2.1 Memahami isi kandungan Q.S Al-Quraisy dan Al-Insyiroh tentang ketentuan rezeki dari Allah
2.2 Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S Al-Quraisy dan Al-Insyiroh tentang ketentuan rezeki dari Allah dalam kehidupan
2.3 Menerapkan isi kandungan Q.S Al-Quraisy dan Al-Insyiroh tentang ketentuan rezeki dari Allah dalam kehidupan
c. Penjelasan :
1. Rezeki Allah SWT
a) Pengertian rezeki
Kata rezeki berarti penghidupan, tiap-tiap yang bermanfaat, segala yang berdaya guna bagi makhluk. Rezeki Allah SWT berarti penghidupan atau tiap-tiap yang berdaya guna bagi kehidupan makhluk, berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, rezeki juga berarti anugrah atau, karunia, atau pemberian dari sisi Allah SWT.
b) Macam-Macam Rezeki Allah
Rezeki Allah swt. Sangat banyak macamnya antara lain:
1) Pemberian hak hidup dan menikmati kehidupan.
2) Udara (oksigen) yang selalu kita hirup dengan gratis.
3) Bentuk tubuh yang paling baik jika dibandingkan dengan makhluk lain.
4) Makanan dan minuman yang beraneka macam .
5) Kesehatan jasmani dan rohani.
6) Akal pikiran dan perasaan sehingga dapat mengangkat derajat kita diatas makhluk lain.
7) Agama sebagai petunjuk hidup manuisa didunia.
2. Surah Quraisy dan al-insyirah tentang Ketentuan Rezeki Allah swt.
a) Surah Quraisy
•
1. karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1602].
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
4. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
b) Penjelasan ayat
Ayat 1 menjelaskan tentang kebiasaan suku Quraisy berdagang. Kota Mekah sendiri berada diantara dua Negara yang menjadi pusat perdagangan, yaitu Syam (disebelag utara) dan Yaman (di sebelah selatan).
Ayat 2 menjelaskan perjalanan dagang yang dilakukan suku Quraisy. Pada musim dingin, suku Quraiy biasa melakukan perjalanan ke negeri Yaman.
Pada ayat 3, Allah swt mengingatkan suku Quraisy, khususnya dan umat islam pada umunya agar selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya.
Pada ayat 4, Allah swt menjelaskan wujud kasih saying-Nya kepada para hamba-Nya. Manusia diperintah menyembah (taat) kepada-Nya karena dua alasan, pertama, Allah swt telah memberi makan kepada orang –orang Quraisy khususnya dan semua manusia pda umumnya. Allah swt juga telah menjadikan Ka’bah sebagai kiblat peribadatan umat islam dan setiap tahun selalu dikunjungi orang yang beribadah haji. Hal itu akan membawa rezeki tersendiri bagi mereka. Kedua, Allah swt telah memberikan rasa aman kepada suku Quraisy. Allah swt berjanji bahwa kota Mekkah akan dijaga keamanannya dari gangguan. Bahkan , dari gangguan dajal sekalipun. Meraka telah diberikan rasa aman dari kecemasan, baik kecemasan dari hidup melarat maupun dari gangguan sesame manusia.
c) Surah al-Insyiroh
• • •
5. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
6. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
7. yang memberatkan punggungmu[1584]?
8. dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],
9. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
10. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
11. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[1586],
12. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
d) Penjelasan Ayat
Ayat 1 merupakan pertanyaan yang bersifat penegasan bahwa Allah swt telah melapangkan dada (hati) Nabi Muhammad saw.
Pada ayat 2-3 Allah swt berfirman, “Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu , yang memberatkan punggungmu.” Orang memiliki rasa tanggung jawab pasti berusaha untuk dapat melaksanakan tugas yang diamanahkan kepadanya.
Pada ayat 4 Allah swt memberikan penghargaan kepada Nabi Muhammad saw atas kesabarannya melaksanakan tugas dakwah. Penghargaan itu berupa pengangkatan nama beliau. Penghargaan ini belum pernah diberikan Allah swt kepada siapapun. Maksud pengangkatan nama ini antara lain sebagai berikut:
1) Nama beliau disejajarkan dengan Allah swt.
2) Keimanan seseorang tidak berarti tanpa disertai keimanan kepada beliau.
3) Beliau dijadikan suri tauladan bagi seluruh manusia.
4) Allah, malaikat dan seluruh umat islam senan tiasa mengucapkan selawat kepada beliau.
Pada ayat 5-6 Allah swt memberi motivasi kapada Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya.
Pada ayat 7 Allah swt mengingatkan Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya agar tidak cepat puas dengan hasil usahanya.
Pada ayat 8 Allah swt mengingatkan beliau dan para sahabatnya agar senantiasa bersandar kepada Allah swt.
3. Keterkaitan Isi Kandungan Surah Quraisy dan al-Insyirah tentang Ketentuan Rezeki Allah swt
Surah Quraisy dan al-Insyirah memiliki keterkaitan tentang ketentuan rezeki Allah swt, antara lain sebagai berikut:
a) Kedua surah tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa Allah swt menyediakan rezeki untuk segala kebutuhan manusia.
b) Rezeki yang diberikan Allah swt kepada hamba-Nya sangat banyak macamnya.
c) Dalam surah Quraisy dijelaskan bahwa rezeki Allah swt akan diperoleh dengan usaha yang dilakukan manusia, seperti berdagang. Adapun dalam surah al-Insyirah, terdapat perintah memanfaatkan waktu.
4. Menerapkan Isi Kandungan Surah Quraisy dan al-Insyirah tentang Ketentuan Rezeki Allah swt dalam Kehidupan.
Penerapan surah Quraisy dan al-Insyirah berkaitan dengan ketentuan rezeki Allah swt, dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
a) Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat dan berdaya guna dan sesuai petunjuk agama.
b) Tidak bermalas-malasan sehingga waktu tidak terbuang sia-sia.
c) Berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencari rezeki Allah swt.
d) Menjaga diri agar tidak melangggar norma agama saat berusaha sehingga hasil yang diperoleh halal dan diridai Allah swt.
e) Mensyukuri hasil yang diperoleh sesuai petunjuk agama.
f) Memanfaatkan hasil yang diperoleh sebaik-baiknya untuk kepentingan agama dan kemanusiaan.
g) Menggunakan hasil yang diperoleh sesuai ketentuan agama.
a. Standar Kompetensi : 3. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehar-hari tentang kepedulian sosial
b. Kompetensi Dasar :
3.1. Memahami isi kandungan Q.S. Al-Kautsar dan Al-Ma’un tentang kepedulian sosial
3.2. Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. Al-Kautsar dan Al-Ma’un tentang kepedulian sosial dalam fenomena kehidupan
c. Penjelasan :
1. KEPEDULIAN SOSIAL
a) Pengertian Kepedulian Sosial
Kepedulian sosial berarti sikap meperhatikan atau menghiraukan urusan orang lain (sesama anggota masyarakat). Kepedulian social yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membatu permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.
b) Perlunya Memiliki Kepedulian Sosial
Manusia dicipta Allah swt sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang senantiasa mengadakan hubungan dengan sesamanya. Pada kenyataannya manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya manusia perlu mengadakan hubungan kerja dengan pihak lain.
Kerja sama dengan orang lain dapat terbina dengan baik apabila masing-masing pihak memiliki kepedulian sosial. Suka membantu orang yang sedang mengalami kesulitan dengan meringankan bebannya merupakan kepedulian social.
c) Dampak Positif Memiliki Kepedulian Sosial
Kepedulian sosial memiliki dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain :
1) Terwujudnya sikap hidup gotong royong
2) Terjalinnya hubungan batin yang akrab
3) Menumbuhkan kerukunan dan kebersamaan
4) Terjadinya pemerataan kesejahteraan
5) Menghilangkan jurang pemisah antara si miskin dan si kaya
6) Terwujudnya persatuan dan kesatuan
7) Mencptakan kondisi masyarakatyang kuat dan karmonis
8) Menghilangkan rasa dengki dan dendam.
2. Surah al-Kausar dan al-Maun tentang Kepedulian Sosial
a) Surah al-Kausar
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[1605].
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus[1606].
b) Kandungan Surah
Pada ayat 1, Allah swt menyatakan bahwa Dia telah memberikan nikmat yang banyak kepada Nabi Muhammad saw. Nikmat yang banyak itu disebutkan sebagai al-Kausar.
Pada ayat 2 terdapat perintah kepada Nabi Muhammad saw, khususnya dan umat Islam pada umumnya, yaitu melaksanakan shalat dan berkorban. Pelaksanaan kedua perintah tersebut sebagai bukti rasa syukur atas limpahan nikmat Allah swt yang begitu banyak.
Pada ayat 3, Allah swt menjelaskan bahwa orang yang membenci Nabi Muhammad saw. Dalam ayat ini terdapat lafal al-abtar. Menurut kebiasaan orang Arab, kata ini digunakan untuk menyebutkan orang yang tidak memiliki anak laki-laki.
c) Surah al-Maun
1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya[1603],
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604].
c) Kandungan ayat
Pada ayat 1, Allah swt menanyakan tentang siapa orang yag mendustakan agama. Kalimat tanya tersebut tidak memerlukan jawaban karena Allah swt lebih mengetahui. Ayat ini memberikan penekanan agar Nabi Muhammad saw menaruh perhatian yang lebih terhadap masalah yang akan diterangkan.
Pada ayat 2 dan 3, Allah swt mulai menjelaskan orang-orang yang mendustakan agama. Mereka adalah orang yang menghardik (menyia-nyiakan) anak yatim dan tidak mau menyuruh/memberi makan ( tidak peduli nasib ) orang miskin.
Pada ayat 4 dan 5 , Allah swt menjelaskan tentang orang-orang yang salat, tetapi mendapat celaka. Kecelakaan itu akibat mereka lalai terhadap salatnya. Lalai disini berarti mengabaikan terhadap waktu salatnya.
Pada ayat 6, Allah swt menjelaskan ria’. Ria’ berarti berbuat baik karena ingin memperoleh pujian atau penghormatan dari orang lain. Orang yang ria’ termasuk pendusta agama karena perbuatan itu menyukutukan Alah swt.
Pada ayat 7 merupakan salah satu pelajaran tentang kepedulian sosial bagi umat islam. Orang yang mengaku dirinya islam, tentu akan memiliki kepedulian terhadap sesama. Sifat bakhil atau kikir jelas bertentangan dengan agama islam. Islam adalah agama yang tidak hanya untuk diyakini, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Keterkaitan Surah al-Kausar dan al-Maun tentang Kepedulian Sosial dalam Kehidupan
Keterkaitan kedua surah tesebut antara lain sebagai berikut :
a) Kedua surat tersebut sama-sama mendidik umat islam agar memiliki kepedulian sosial.
b) Kepedulian dalam surah al-Kausar diwujudkan dengan penyembelihan daging kurban.
c) Kepedulian sosial dalamsurah al-Maun diwujudkan dengan bentuk
d) Menyantuni dan tidak menyia-nyiaka anak yatim.
e) Peduli terhadap nasib atau keadaan orang-orang miskin.
f) Suka membantu atau meringankan beban orang lain dengan memberikan sesuatu yang dapat meringankan bebannya.
g) Keengganan memberi bantuan atau bersifat kikir terhadap sesama yang membutuhkan merupakan bentuk pendustaan terhadap agama.
4. Penerapan Isi Kandungan Surah al-Kausar dan al-Maun dalam Kehidupan Sehar i-hari
a) Surah al-Kausar
1) Kita harus mensyukuri nikmat yang diberikan Allah swt
2) Salat wajib lima waktu harus selalu kita laksanakan. Kemudian salat sunnah juga kita laksanakan semampu kita
3) Bersedia menyisihkan sebagian harta untuk berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah swt dan ibadah sosial
4) Kita harus selalu peduli terhadap nasib fakir miskin
b) Surah al-Maun
1) Harus memiliki kepedulian terhadap anak yatim
2) Membiasakan diri kita untuk selalu ringan tangan atau suka membantu fakir miskin
3) Kita harus mendukung setiap usaha untuk mensejahterakan anak yatim
4) Kita harus selalu menjaga ibadah, terutama salat wajib, baik waktu maupun kekhususannya.
5) Kita harus selalu berlatih ikhlas dalam segala perbuatan yang kita lakukan sehingga tidak bangga ketika dipuji dan tidak marah ketika dicela.
6) Sikap dermawan harus kita tumbuhkan dalam kehidupan, jangan sampai sifat kikir ada pada diri atau keluarga kita
a. Standar Kompetensi : 4. Memahami Hadis tentang tolong menolong dan mencintai anak yatim
b. Kompetensi Dasar :
4.1. Menulis Hadis tentang tolong menolong dan mencintai anak yatim
4.2. Menerjemahkan makna Hadis tentang tolong menolong dan mencintai anak yatim
4.3. Menghafal Hadis tentang tolong menolong dan mencintai anak yatim
4.4. Menjelaskan keterkaitan isi kandungan Hadis dalam perilaku tolong menolong dan mencintai anak yatim dalam fenomena kehidupan dan akibatnya
c. Penjelasan :
1. Hadis tentang Tolong Menolong
a) Lafal Hadis
١- المسلم أخوا المسلم لا يظلمه ولا يسلمه ومن كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته ومن فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه كربة من كربات يوم القيامة ومن ستر مسلما ستره الله يوم القيامة. (رواه البخارى عن عبد الله بن عمر)
٢- من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والأخرة ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والأخرة والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه. (رواه مسلم عن أبي هريرة)
b) Terjemah hadis
Hadis pertama
Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiaya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, Allah akan (membalas) membantu keprluannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesusahan, Allah akan membebaskan satu kesusahan dirinya dari beberapa kesusahan dihari kiamat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.(H.R. al-Bukhari dari Abdullah Ibnu Umar No. 2262 )
Hadis kedua
Barang siapa melapangkan orang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan dihari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang Allah akan meringankan penderitaannya didunia dan diakhirat. Barang siapa mebnutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)ny di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba dalam menolong seorang hamba selama hamba it mau menolong hambanya (H.R. Muslim dari Abu Hurairah No. 4867)
c) Kandungan hadis
Dalam hadis pertama ada beberapa janji Allah swt
1) Orang yang mau membantu keperluan saudaranya, ia akan dibantu oleh Allah swt dalam kebutuhannya
2) Orang yang mau melepaskan kesusahan seorang muslim ia akan dilepaskan dari kesusahannya pada hari kiamat
3) Orang yang suka menutupi aib orang muslim, ia akan ditutupi oleh Allah swt dari aib hari kiamat
Hadis kedua memiliki beberapa kesamaan dengan hadis pertama
1) Kesediaan dengan melapangkan kesusahan sesorang mukmin akan dibalas oleh Allah swt dengan kelapangan dari kesusahan pada hari kiamat
2) Meringankan beban penderitaan seseorang akan dibalas oleh Allah swt dengan diringankannya penderitaannya di dunia dan akhirat
3) Menjaga aib saudaranya agar tidak diketahui banyak orang akan dibalas Allah swt ditutupi aibnya ddunia dan akhirat
4) Kesediaan menolong sesama akan selalu diberikan pertolongan dari Allah swt
2. Hadis tentang Mencintai Anak Yatim
a) Lafal hadis
١- أنا وكافل اليتيم في الجنة هكذا واشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما . (رواه البخارى عن سهل بن سعد)
٢- خير بيت في المسلمين بيت فيه يتيم يحسن اليه وشر بيت في المسلمين بيت فيه يتيم يساء اليه . (رواه ابن ماجه عن ابى هريرة)
b) Terjemah hadis
Hadis pertama
Aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim disurga seperti ini. Beliau menunjuk telunjuk dan jari tengah serta beliau meregangkan antara keduanya.(H.R. al-Bukhari dari Sahl bin Sa’ad No. 4892)
Hadis kedua
Sebaik-baikny rumah orang islam adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim dan di asuh dengan baik. Seburu-buruk rumah orang islam adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.(H.R. Ibnu Majah dari Abu Hurairah No. 3669)
c) Kandungan hadis
Hadis pertama memberikan motivasi kepada kita untuk mau peduli terhadap anak yatim. Sedangkan hadis kedua menjelaskan bahwa rumah yang paling mulia dalam pandangan Nabi Muhammad saw adalah rumah yang terdpat anak yatim didalamnya. Dengan syarat anakyatim itu dipelihara dengan baik. Jika anak aytim itu di sia-siakan, rumah itu menjadi rumah yang paling buruk. Artinya rumah itu akan jauh dari keberkahan.
3. Keterkaitan Kandungan Hadis tentang Tolong-Menolong dan Mencintai Anak Yatim dalam Kehidupan
a) Tolong menolongdan mencintai anak yatim memiliki nilai obadah yang berdimensi sosial
b) Tolon menolong dan mencintai anak yatim merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama harus diterapakan dalam kehidupa sehari-hari
c) Tolon menolong dan mencintai anak yatim merupakan bukti pelaksanaan terhadap ajaran islam bagi seorang muslim
d) Tolong menolong dan mencintai anak yatim memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memeperoleh sesuatu yang kebih baik
e) Sikap suka menolong dan memedulikan nasib anaj yatim merupakan dakwah bil-hal sehingga akan menarik simpati dari orang-orang yang masih lemah imannya
f) Kedua sikap tersebut merupakan bentuk penanaman akhlak yang terpuji dan harus diwariskan kepada setiap generasi muslim
4. Dampak Positif Sikap Hidup Tolong Menolong dan Mencintai Anak Yatim dalam Kehidupan
a) Islam dapat dirasaka sebagai rahmatan lil-alamin
b) Hubungan persaudaraan sesama manusia dapat terjalin dengan kuat
c) Ada kenikmatan hidup bersama dalam suatu masyarakat
d) Kemiskinan, kesulitan, dan kesengsaraan dapat dihilangkan
e) Jurang pemisah antara si miskin dan si kaya serta rakyat dan pejabat akan terkikis
f) Persatuan dan kesatuan hidup bersama dalam masyarakat akan terjaga dengan baik
g) Keberkahan Allah swt akan selalu dirasakan dalam kehidupan
5. Penerapan Sikap Tolong Menolong dan Mencintai Aak Yatim dalam Kehidupan
a) Ikut adil dalam menyelesaikan permaslahan bersama
b) Berusaha meringankan beban sesama manusia
c) Bersikap santun dan sayang kepada anak yatim
d) Ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial
e) Mengasuh dan mendidik anak-anak yatim agar tidak terlantar hidupnya.
2. Semester II
a. Standar Kompetensi : 5. Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan
b. Kompetensi Dasar :
5.1. Menerapkan hukum bacaan lam dan ro’ dalam Q.S Al-Humazah dan At-Takatsur
c. Penjelasan :
1. Hukum Bacaan lam
Hukum bacaan lam ada 2 yaitu mufakhamah dan muraqaqah.
a) Lam mufakhamah
Apabila ada huruf lam dalam lafzul jalalah ( الله ) yang didahului dengan huruf berharakat fathah atau dammah, harus dibaca mufakhkhamah atau tafkhim yang brarti tebal. Cara mengucapkannya, kedua bibir menjorok kedepan
b) Lam Muraqqah
Lam Muraqqah atau tarqiq adalah lam yang dibaca tipis dan posisi mulut tidak menjorok kedepan. Lam dibaca tipis apabila dalam lafzul jalalah didahului huruf yang berharakat kasrah.
2. Hukum Bacaan ra
Dalam ilmu tajwid hukum bacaan ra dibagi menjadi 2 yaitu mufakhkhamah dan muraqqah.
a) Ra mufakhkhamah
Ra mufakhkhamah atau tafkhim adalah ra yang dibaca tebal. Ra dibaca tebal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1) Ra berharakat fathah
2) Ra berharakat dammah
3) Ra berharakat sukun sedangkan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dammah
4) Ra berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan kasrah asli dari perkataannya
5) Ra berharakat sukun, sedangkan huruf berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra ada salah satu huruf isti’la’ dan tidak berharakat kasrah. huruf isti’la’ ada tujuh, yaitu خُصَّضَغْطٍقِظْ .
b) Ra muraqqaqah
Ra muraqqaqah atau tarqiq adalah ra yangdibaca tipis. Ra dibaaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat sebagai brrikut
1) Ra berharakat kasrah
2) Apabila sebelum huruf yang ra ada huruf sukun
3) Ra berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra sukun bukan huruf isti’la’.
Selain ra harus dibaca tafkhiim atau tarqiq, ada pula ra yang boleh dibaca tafkhim atau tarqiq. Hukum bacaan seperti ini disebut jawazul wajhain (boleh dibaca dua cara)
Hukum bacaan jawazul wajhain terjadi apabila ada ra sukun yang didahului huruf berharakat kasrah dan sesudahnya ada salah satu huruf isti’la’ yang berharakat kasrah.
3. Menerapkan Hukum Bacaan lam dan ra dalam surah al-humazah dan at-Takasur
a) Menerapkan Hukum Bacaan Lam dan ra dalam surah al-Humazah
• • •
b) Menerapkan hukum bacaan ra dalam surah at-Takasur
• •
a. Standar Kompetensi : 6. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah)
b. Kompetensi Dasar :
6.1 Memahami isi kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur
6.2 Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur tentang Sifat Cinta Dunia dan melupakan Kebahagian hakiki dalam fenomena kehidupan
6.3 Menerapkan kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya
c. Penjelasan :
1. TAMAK
a) Pengertian Tamak terhadap Harta
Kata tamak berarti loba, rakus, dan terlampau besar keinginannya untuk memperoleh harta yang banyak.
b) Ciri-ciri orang yang tamak terhadap harta
Orang yang mempunyaisifat tamak mempunyai beberapa ciri-ciri
1) Sangat mencintai harta yang telah dimiliki
2) Terlampau bersemangat dalam mencarai harta sehingga tidak memerhatikan waktu dan kondisi tubuh
3) Terlalu hemat dalam membelanjakan harta
4) Merasa berat untuk mengeluarkan harta guna kepentingan agama dan kemanusian
5) Kurag memerhatikan urusan-urusan kemasyarakatan karna sibuk memeikirkan harta
c) Larangan bersifat tamak terhadap harta
Allah swt sangat membenci orang yang tamak terhadap harta. Orangyang tamak selalu mementingkan dunia dan melupakan kepentingan hidup diakhirat. Allah swt telah menjelaskan bahwa dunia hanyalah sementara. Bahkan, dunia digabarkan sebagai tempat permainan dan bersanda gurau.
2. Kandungan surah al-Humazah dan at-Takasur
a) Surah al-Humazah
1) Lafal dan terjemah surah al-Humazah
• • •
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan kedalam (neraka) Hutamah itu? (yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai kehati. Aungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang panjang. (Q.S. al-Humazah/ 104: 1-9)
2) Penjelasan ayat
Pada ayat 1 bahwa orang yang suka mencela dan mengumpat akan celaka. Pada ayat 2 masih berkaitan dengan ancaman Allah swt terhadap Orang-orang kafir yang mengejek dan mengumpat keadaan nabi Muhammad saw yang sangat sederhana. Pada ayat 3, Allah swt menjelaskan bahwa orang kafir itu menganggap bahwa harta yang mereka miliki dapat membawa pada kesenangan selama-lamanya. Pada ayat 4, Allah menjelaskan bahwa semua anggapan orang-orang kafir itu salah. Ayat 5-7 menjelaskan bagaimana hutamah yang akan mereka (pencela dan pengumpat) dapatkan. Hutamah adalah api yang dinyalakan untuk membakar mereka. Api itu akan membakar hingga masuk kedalam hati mereka. Ayat 8-9 menjelaskan keadaan mereka ketika berada didalam Hutamah. Orang yang sedang masuk kedalamnya tidak akan mampu melarikan diri.
b) Surah at-takasur
1) Lafal dan terjemah surah at-takasur
• •
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu), kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan menetahui. Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahu dengan pasti , niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim, kemudian kamu akan benar melihatnya dengan mata kepala sendiri, kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah didunia itu). (Q.S. at-Takasur/102:1-8)
2) Penjelasan ayat
Pada ayat 1 dan 2 dijelaskan kedua ayat ini memberikan gambaran bahwa kebanyakan manusia mendambakan dan membanggakan kemewahan dunia. Pada ayat 3-5 merupakan bantahan terhadap anggapan orang yang bermegah-megahan. Mereka tidak akan mendapat apapun dari yang mereka banggakan dan megah-megahan. Ayat 6-8 menjelaskan tentang balasan yang akan mereka peroleh. Mereka akan melihat langsung neraka jahim. Setiap dari mereka akan menyaksikan dan merasakan siksaan di neraka jahim. Pada saat itu, mereka akan ditanya tentang kemegahan yang dahulu telah dibanggakan. Namun, semua itu hanya tinggal penyesalan yang tiada arti.
3. Keterkaitan kandungan surah al-humazah dan at-takasur tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki
Kandungan surah al-humazah dan at-taksur sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Kiatan kedua surah tersebut antara lain
a) Surah al-humazah mencritakan sikap orang yang mengejek dan meremehkan kehidupan Nabi Muhammad saw, yang sangat sederhana.
b) Orang yang mengharapkan kemewahan dunia menganggap bahwa ia akan memperoleh kenikmatan yang kekal
c) Surah al-humazah menyebutkan bahwa orang yang mencela dan mengumpat kehidupan sederhana Nabi Muhammad saw akan memperoleh Hutamah. Dalam surah at-takasur , orang yang bermegah-megahan dan membanggakan harta bendanya telah melaliakan tujuan hidup yang sebenarnya.
4. Menerapkan Kandungan Surah al-Humazah dan at-Takasur dalam Kehidupan Sehari-hari dan Akibatny
Setelah memahami kandungan kedua surah tersebut, maka kita harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
a) Penerapan
1) Tidak terlalu mendambakan kehidupan dunia sehingga melupakan kehidupan akhirat
2) Bersikap wajar dalam bekerja mencari rezeki dengan tetap memerhatikan norma-norma agama
3) Bersikap qanaah (rela menerima kenyataan hidup) dengan mensyukuri rezeki yang diperoleh dan tidak merasa kurang
4) Berusaha memanfaatkan rezeki yang diperoleh sesuai petunjuk agama
5) Mengeluarkan sebagian rezeki dengan bersedekah, berinfak, dan berzakat jika sudah mencapai nisab
6) Dalam urusan dunia selalu melihat orang yang lebih rendah
7) Tidak bersifat kikir/bakhil terhadap harta yang dimiliki
b) Dampak positif
1) Terpuji dalam pandanga manusia dan Allah swt
2) Disukai dalam pergaulan denag sesama
3) Memperoleh ketentraman hidup karena merasa cukup dan tidak selalu merasa kurang dengan rezeki yang diberikan Allah swt
4) Tiidak mudah terpengaruh oleh sikap hidup mewah yang cenderung pada kufur nikmat
5) Mendapat pahala dari Allah swt karena mampu menjauhi larangan-Nya
6) Selamat dari ancaman siksaan api neraka.
a. Standar Kompetensi : 6. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah)
1) Kompetensi Dasar :
6.4 Memahami isi kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur
6.5 Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur tentang Sifat Cinta Dunia dan melupakan Kebahagian hakiki dalam fenomena kehidupan
6.6 Menerapkan kandungan Q.S. Al-Humazah dan At-Takatsur dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya
c. Penjelasan :
1. Hadis tentang Keseimbangan Hidup di Dunia dan Akhirat
a) Lafal hadis
١- ليس بخيركم من ترك دنياه لآخرته ولاأخرته لدنياه حتى يصيب منهما جميعا فان الدنيا بلاغ الى الأخرة ولا تكونوا كلا على الناس. (رواه ابن عساكر عن انس)
٢- المؤمن القوي خير وأحب الى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير . احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز. (رواه مسلم عن ابى هريرة)
٣- لأن يأخذ احدكم احبلا فيأخذ حزمة من حطب فيبيع فيكف الله به وجهه خير من أن يسأل الناس اعطي ام منع. (رواه البخارى عن الزبير بن العوام)
b) Terjemah hadis
Hadis pertama
Bukanlah orang yang baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain. (H.R. Ibnu ‘Asakir dari Anas dalam Kitab Tafsir al-kasysyaf Jilid 4 hal. 1670)
Hadis kedua
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah, sedangkan pada yang masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah kamu untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa tak berdaya.(H.R. Muslim dari Abu Hurairah No. 4816)
Hadis ketiga
Sungguh , jika salah seorang diantara kamu membawa seutas taliuntu mencari seikat kayu bakar, lalu kayu itu di jual sehingga Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya dengan hasil jualannya, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun ditolak (tidak diberi). (H.R. al-Bukhari dari Zubair bin Awwam No. 2200)
c) Kandungan hadis
1) Pada hadis pertama ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil,antara lain sebagai berikut
a. Sebagian manusia ada yang mengutamakankehidupan akhirat dengan mengabaikan kehidupan dunia.
b. Di lain pihak ada orang yang mengutamakan kehidupan dunia dengan mengabaikan kehidupan akhirat.
c. Kehidupan didunia adlah sarana untuk mencapai kehidupan akhirat.
d. Dalam hidup didunia, kita dilarang menjadi orang yang membebani atau membertkan orang lain karena keadaan kita yang lemah.
e. Dengan menyeimbangkan kepentingan hidup didunia dan akhirat, Allah swt berjanji akan memberikan kesejahteraan hidup didunia dan kebahagiaann hidup di akhirat.
2) Pada hadis kedua antara lain sebagai berikut
a. Rasulullah saw memberi motivasi atau dorongan kepada kita agar berusaha menjadi mukmin yang kaut
b. Rasulallah saw menyatkan bahwa mukmin yang kuat lenih baik dan lebih dicintai Allah swt dari pada mukmin yang lemah
c. Setiap mukmin hendaknya memiliki semangat yang kuat dan selalu memohon pertolongan kepada Allah swt dalam mencapai suatu cita-cita
3) Pada hadis ketiga ada beberapa pelajran antara lain
a. Suka bekerja untuk memperoleh hasil guna mencukupi kebutuhan hidup diri dan keluargannya
b. Tidak merasa rendah diri dalam melakukan pekerjaan selama pekerjaan itu halal
c. Berusaha semampunya untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya
d. Meminta-minta kepada orang lain adalah perbuatan tercela sehingga harus dihindari
e. Mencari keejahteraan hidup didunia perlu dilakikan supaya tidak menjadi beban orang lain
f. Wajib bagi seorang muslim memiliki penghasilan untuk mencukupi kehidupannya
2. Menjelaskan Keterkaitan Kandungan Hadis dalam Perilaku Keseimbangan Hidup di Dunia dan Akhirat dalam Fenomena Kehidupan dan Akibatnya
a) Keterkaitan Kandungan Hadis
Hadis pertamamenyatakan bahwa meninggalkan (mengabaikan) dunia dan hanya mementingkan akhirat tidak benar. Sebaliknya mementingkan dunia saja dan mengabaikan akhirat pun tidak benar. Urusan keduniaan dan akhirat hendaknya sama-sama diperhatikan.
Hadis kedua merupakan suatu tuntunan bagi setiap mukmin yaituharus memiliki kekuatan dan semangat.
Hadis ketiga merupakan perintah bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Dari kandungan ketiga hadis tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa umat islam harus :
1) Berusaha menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat
2) Berusah menjadi umat yang kuat dalam berbagai bidang
3) Memiliki semangat yang tinggi dalam meraih sesuatuyang bermanfaat bagi agama, diri sendiri, dan orang lain
4) Memiliki sikap ‘iffah,lebih suka bekerja keras untuk memperoleh hasil dari pada menggantungkan nasibnya kepada orang lain
b) Dampak positif
Dampak positif dari sifat menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat antara lain
1) Dapat memenuhi kebutuhan sendiri sesuai kemampuannya
2) Dapat mencapai kesejahteraan hidup di dunia, sebagai mana yang diingankan setiap orang
3) Memiliki pribadi yang mandiri
4) Memiliki pandangan hidup yang luas sesuai prinsip-prinsip islam
5) Dapat memperjuangkan islam dengan kekuatan yang dimiliki
6) Terhormat dalam pandangan pemeluk agama islam sehingga tidak menjadi cemoohan mereka
G. Penjelasan Materi Al-Qur’an Hadits Kelas IX
1. Semester I
a. Standar Kompetensi : 1. Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan
b. Kompetensi Dasar :
1.1 Menerapkan hukum mad silah dalam Q.S. Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah
1.2 Menerapkan hukum mad lazim mukhoffaf kilmi, mutsaqqol kilmi, dan Farqi dalam Al-Qur’an
c. Penjelasan :
Pada kelas IX ini, siswa dikenalkan tentang hukum bacaan Mad. Di dalam al-Qur’an panjang dan pendeknya bacaan sangat besar pengaruhnya terhadap maksud bacaan tersebut. Oleh karena itu, dalam membaca Al-Qur’an, kita harus hati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Dalam hal ini, maka kita perlu dengan yang namanya ilmu tajwid.
1. Mad Silah.
a) Pengertian
Mad Silah ( المد الصلة ) ialah apabila ada ha’ dhomir (kata ganti) seperti هُ, ﻪُ, ﻪِ jika diapit harokat.
b) Pembagian
Mad Silah dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Mad Silah Qasirah (المد الصلة القاصرة)
Mad silah Qasiroh ialah apabila ada ha’ dhamir yang tidak didahului dengan huruf berharokat sukun dan tidak diikuti dengan huruf hamzah.
Contohnya :
2) Mad Silah Thawilah (المد الصلة الطويلة)
Mad Silah Thawilah ialah apabila ada ha’ dhamir yang diikuti dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan lima harakat atau dua setengah alif.
Contoh :
بِهِ أَزْوَاجًا
2. Mad lazim Mukhaffaf Kilmi dan Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
a) Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Yaitu huruf mad yang diiringi huruf yang berharokat sukun dan tidak di-idgam-kan. Cara membacanya harus dibaca panjang enam harakat atau tiga alif. Di dalam al-Qur’an hanya ada dua, yaitu dalam surat Yunus ayat 51 dan 91, yakni :
b) Mad Lazim mutsaqqal Kilmi
Yaitu huruf mad yang diiringi huruf bertasydid dalam satu kata (kalimat) dan di-idgham-kan. Cara membacanya dengan memanjangkan suara huruf mad enam harakat atau tiga alif.
Contohnya :
•
3. Mad Farqi
Farqi artinya pembeda. Maksudnya adalah untuk membedakan antara susunan kalimat Tanya dengan kalimat berita. Mad Farqi yaitu apabila ada hamzah istifham bertemu dengan hamzah ال, maka hamzah ال menjadi Mad.
Contohnya :
• • • •• •
a. Standar Kompetensi : 2. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang hukum fenomena alam
b. Kompetensi Dasar :
2.1 Memahami isi kandungan Q.S. Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah tentang hukum fenomena alam
2.2 Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah tentang hukum fenomena alam dalam kehidupan
2.3 Menerapkan kandungan Al-Qari’ah, Al-Zalzalah dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya
c. Penjelasan :
1. Surat Al-Qari’ah
•• • •
1. hari kiamat,
2. Apakah hari kiamat itu?
3. tahukah kamu Apakah hari kiamat itu?
4. pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. dan Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
7. Maka Dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
8. dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
9. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
10. tahukah kamu Apakah neraka Hawiyah itu?
11. (yaitu) api yang sangat panas.
a) Penjelasan tentang Surat Al-Qari’ah :
Secara bahasa, lafadz berarti bahaya yang besar, peristiwa besar yang mengguncangkan hari (Hari Kianat), hari hancurnya alam semesta.
Pada surat ini Allah menjelaskan betapa dahsyatnya peristiwa yang sedang terjadi pada hari kiamat dan belum pernah terjadi sebelumnya. Kedahsyatan peristiwa ini digambarkan dalam ayat bahwa manusia berhamburan seperti laron yang sedang berterbangan keluar dari dalam tanah. Gunung-gunung seperti bulu yang dihamburkan. Begitu mengerikannya peristiwa pada hari itu. Manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Bahkan, gunung-gunung yang kokoh berdiri pun berhamburan lepas dari bumi bagaikan bulu-bulu yang diterpa angin.
Dalam surat al-Infitar ayat 1-4 juga menjelaskan tentang hari kiamat yaitu :
1. apabila langit terbelah,
2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
3. dan apabila lautan menjadikan meluap,
4. dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
Dalam surat At-Takwir ayat 1-3 juga menjelaskan hari kiamat yaitu :
1. apabila matahari digulung,
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
Kepastian terjadinya hari kiamat tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah SWT. Kejadian hari kiamat tidak dapat disangka dan diduga oleh siapa pun, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Waqi’ah ayat 1-2 sebagai berikut :
1. apabila terjadi hari kiamat,
2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
Dalam ayat 6-7 surat Al-Qari’ah ini menjelaskan tentang keadaan orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang lebih banyak.
Dalam surat al-Insyiqaq ayat 7-9, Allah menjelaskan bahwa orang yang baik amalnya akan menerima buku catatan amalnya dengan tangan kanannya. Allah berfirman :
•
7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,
8. Maka Dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
9. dan Dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
Pada ayat 8-11 menjelaskan tentang keadaan orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang sedikit. Kejelekannyaa lebih banyak daripada kebaikannya.
Dalam surat al-Insyiqaq ayat 10-12, Allah menjelaskan bahwa orang yang lebih berat timbangan amal jeleknya akan menerima buku catatan amalnya dari sebelah belakang. Allah berfirman :
• •
10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
11. Maka Dia akan berteriak: "Celakalah aku".
12. dan Dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Dalam surat Yasin ayat 65, Allah menjelaskan bagaimana suasana ketikan hari penghitungan berlangsung. Allah berfirman :
65. pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
2. Surat Al-Zalzalah.
• ••
1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
3) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
4) dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
5) pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
6) karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
7) pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1596],
8) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.
9) dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.
a. Standar Kompetensi : 3. Memahami Hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam
b. Kompetensi Dasar :
3.1. Menulis Hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam
3.2. Menerjemahkan makna Hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam
3.3. Menghafal Hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam
3.4. Menjelaskan keterkaitan isi kandungan Hadis dalam perilaku menjaga dan melestarikan lingkungan alam dalam fenomena kehidupan dan akibatnya
c. Penjelasan :
1. Hadits tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam
١ مَنْ اَحْيَى اَرْضًا مَيِّتَةً فَهِيَ لَهُ . رواه الترمذي عن جابر بن عبدالله
1. Barang siapa menghidupkan suatu bumi yang mati, maka bumi itu baginya (miliknya).
٢ مَنْ حَفَرَ بِئْرًا فَلَهُ اَرْبَعُوْنَ ذِرَاعًا عَطَنًا لِمَا شِيَتِهِ . رواه ابن ماجه عن عبد الله بن مغفل
2. Barang siapa menggali suatu sumur, maka ia (berhak) empat puluh hasta sebagai kandang ternaknya.
٣ نَهَى رَسُوْلُ الله j عَنْ اِخْصَاءِ الْخَيْلِ وَالْبَهَائِمِ . رواه احمد عن ابن عمر
3. Rasulullah SAW. melarang mengebiri kuda dan binatang-binatang.
٤ اَنَّ النَّبِيَّ j نَهَى صَيْرِ الرُّوْحِ وَعَنْ اِخْصَاءِ الْبَهَائِمِ نَهْيًا شَدِيْدًا . رواه البخاري
4. Sesungguhnya Nabi SAW. melarang (seseorang) mengurung setiap yang bernyawa dan mengebiri binatang-binatang dengan larangan yang keras.
2. Penjelasan :
Pada hadits pertama, ada dua kemungkinan yang dimaksud dengan bumi yang mati. Yaitu :
a) Bumi tersebut kering (tidak berair) sehingga tidak dapat tumbuh tanaman.
b) Bumi tersebut tidak terawat sehingga tidak memberi manfaat.
Pada hadits pertama ini, Nabi membuktikan bahwa betapa beliau sangat peduli terhadap lingkungan yang berupa tanah. Hadits ini dapat dipahami bahwa tanah yang dianugerahkan Allah seharusnya dijaga dan dileestarikan demi kelangsungan hidup manusia. Ada dua keuntungan yang dapat diperoleh dengan menghidupkan bumi, yaitu memperoleh hasil dari tanamannya dan dapat memperkecil terjadinya erosi sehingga bisa mencegah terjadinya banjir.
Pada hadits kedua, ada dua masalah pokok yang dibahas, yaitu :
a) Masalah sumur.
Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Allah swt menjadikan semua makhluk hidup dari bahan baku air, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya’ ayat 30 :
• •
30. dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
Demikian pentingnya air sehingga Rasulullah memberikan penghargaan kepada orang yang menggali sumur dengan tanah seluas empat puluh hasta.
b) Masalah kandang ternak.
Kita ketahui bahwa makanan yang kita konsumsi berasal dari dua sumber, yaitu nabati dan hewani. Rasulullah sangat peduli dalam hal ini. Ini dapat dibuktikan dengan dua hadits yang pertama dan kedua ini. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan lingkungan hidup pada hakikatnya juga menjaga dan melestarikan hidup manusia itu sendiri. Sebaliknya, sikap tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan berarti juga tidak peduli terhadap kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 7 :
• •
7. jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Hadits ketiga menerangkan tentang larangan mengebiri binatang. Hal ini dilarang oleh Rasulullah dengan larangan yang sangat. Dampak pengebirian antara lain :
a) Memutus perkembangbiakan binatang
b) Menimbulkan kerugian yang lebih luas.
c) Merampas hak biologis yang di anugerahkan Allah swt.
2. Semester II
a. Standar Kompetensi : 4. Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan
b. Kompetensi Dasar :
4.1. Menerapkan hukum bacaan mad, lam dan ro’ dalam QS. Al-Ashr dan Al-‘Alaq
4.2. Menerapkan hukum bacaan mad lazim mukhoffaf harfi dan mutsaqqol harfi dalam Al-Qur’an
c. Penjelasan :
1. Mad lazim mukhaffaf Harfi
Yaitu apabila ada salah satu dari lima huruf yang dirumuskan dalam حَيٌّ طَهُرَ yang berada pada awal surat. Panjang bacaannya adalah satu alif atau dua harokat.
Contohnya :
,
2. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Yaitu apabila ada salah satu dari delapan huruf yang tergabung dalam rumus نَقَصَ عَسَلُكُمْ yang berada pada awal surat (fawatihus suwar). Panjang bacaannya adalah enam harakat atau tiga alif.
Contohnya :
, , ,
a. Standar Kompetensi : 5. Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu
b. Kompetensi Dasar :
5.1. Memahami isi kandungan QS. Al-Ashr dan Al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu
5.2. Memahami keterkaitan isi kandungan QS. Al-Ashr dan Al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan
5.3. Menerapkan kandungan QS. Al-Ashr dan Al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan sehari-hari
c. Penjelasan :
1. Surat Al-Asr tentang menghargai waktu.
•
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
a. Penjelasan :
Pada surat al-‘Ashr ini Allah memberikan pelajaran bagi umat manusia tentang betapa pentingnya menghargai waktu. Waktu tidak akan bisa berhenti walaupun sedetik pun, apa lagi terulang kembali.
Pada ayat kedua dijelaskan bahwa kebanyakan manusia dalam keadaan merugi. Realitas kehidupan ini memang banyak manusia yang merugi dibandingkan orang yang beruntung. Kerugian tersebut ialah kesempatan hidup didunia tidak dipergunakan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk agama. Mereka lebih senang menikmati dunia dengan keinginan hawa nafsunya ketimbang memperhatikan syari’atnya. Itulah orang-orang yang merugi di akhirat kelak.
Pada ayat ketiga menjelaskan bagaimana cara yang harus dilakukan agar tidak termasuk orang yang merugi. Ada tiga syarat yang harus dilakukan, yaitu :
a) Beriman dan beramal sholeh
b) Saling menasehati tentang kebenaran
c) Saling menasehati tentang kesabaran.
Sabar ada tiga yaitu Sabar dalam ketaatan, Sabar dalam musibah, Sabar dari maksiat.
2. Surat al-‘Alaq tentang menuntut Ilmu
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
a. Penjelasan :
Pada ayat pertama berisi tentang perintah secara tegas kepada Rasulullah saw. untuk membaca. Perintah yang dimaksud adalah kewajiban menuntut ilmu yang meliputi ilmu yang menyangkut ayat-ayat qauliyyah dan ayat-ayat kauniyyah.
Ayat qauniyyah adalah tanda kebesaran Allah swt yang berupa firman-Nya yaitu Al-Qur’an. Sedangkan ayat kauniyyah ialah tanda-tanda kebesaran Allah swt yang berupa keadaan alam semesta.
Dalil tentang kewajiban mempelajari ayat-ayat kauniyyah antara lain firman Allah dalam surat Adz-Dzariyah ayat 20-21 :
20. dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?
Pada ayat kedua, Allah swt menyatakan bahwa manusia diciptakan dari alaqah (segumpal darah). Dalam surat at-Tin ayat 4, Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai sebaik-baik ciptaan yaitu :
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Allah memberikan petunjuk kepada manusia untuk mengenal dirinya dengan jelas, yaitu mengetahui asal kejadiannya. Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 12-14 :
•
12. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
Dari ketiga ayat tersebut memberi motivasi kepada kita untuk mempelajari ilmu biologi. Lebih-lebih pada ilmu kedokteran.
a. Standar Kompetensi : 6. Memahami Hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu
b. Kompetensi Dasar :
6.1 Menulis Hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu
6.2 Menerjemahkan makna hadits tentang menuntut ilmu dan menghargai wktu
6.3 Menghafal Hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu
6.4 Menjelaskan keterkaitan isi kandungan Hadis dalam perilaku menuntut ilmu dan menghargai waktu dalam fenomena kehidupan dan akibatnya
c. Penjelasan :
1. Hadits tentang menuntut Ilmu.
عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله j طلب العلم فريضةعلى كل مسلم وواضع العلم عند غير أهله كمقلد الخنازير الجوهر واللؤلؤ والذهب. (رواه ابن ماجه)
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam. Memberikan ilmu kepada orang yang bukan ahlinya (tidak tepat), seperti orang yang mengalungi babi dengan permata, mutiara, atau emas’.” (H.R. Ibnu Majah No.220)
a) Penjelasan.
Hadits ini mengandung pengertian bahwa mencari ilmu wajib bagi setiap umat Islam. Tidak ada alasan untuk malas mencari ilmu. Banyak manfaat yang diperoleh orang yang menuntut ilmu antara lain :
1) memperoleh pahala seperti orang yang berjihat.
2) mempunyai keutamaan lebih baik dari pada shalat seratus rakaat.
3) akan dipermudah jalannya menuju surga dan dinaungi para malaikat.
4) menambah pengetahuan yang belum diketahui.
2. Hadits tentang menghargai waktu.
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال اخذ رسول الله B بمنكبي فقال كن في الدنيا كأنك غريب او عابر سبيل وكان ابن عمر يقول اذا امسيت فلا تنتظر الصباح واذا اصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك . (رواه البخارى)
Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata, “Rasulullah saw. memegang pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan’.” Ibnu Umar berkata, “Apabila kamu berada di sore hari, janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari. Apabila kamu berada di pagi hari, janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore datang. gunakanlah waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (H.R. al-Bukhari No. 5937).
a) Penjelasan.
Hadits ini menjelaskan bahwa waktu di dunia ini hanya sebentar seperti orang yang singgah dalam suatu perjalanan. Kita harus pandai memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan suka menunda-nunda pekerjaan.
3. Keterkaitan Hadits
a) Harus giat menuntut ilmu selama masih mempunyai kesempatan.
b) Harus mampu menghargai waktu dengan sebaik-baiknya dengan tidak bermalas-malasan dan menghabiskan waktu dengan perbuatan yang tidak bermanfaat.
BAB III
ANALISIS
A. Aspek Filosofis
Dari penjelasan Materi Al-Qur’an Hadits Madrasah Tsanawiyah di atas penulis mencoba menganalisa dari aspek filosofis adalah Manusia merupakan makhluk sosial yang pastinya membutuhkan orang lain. Bagi anak usia Tsanawiyah, materi ini adalah materi yang tepat untuk diberikan pada mereka. Kurikulum Al-Qur’an-Hadits MTs ini merupakan kelanjutan dan kesinambungan dengan kurikulum Al-Qur’an-Hadits pada jenjang MI dan MA, terutama pada penekanan kemampuan membaca Al-Qur’an-Hadits, pemahaman surat-surat pendek dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
B. Aspek Psikologis
Dilihat dari aspek psikologi, Penjelasan materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di atas adalah anak pada usia Tsanawiyah ini merupakan jenjang dimana seorang anak sedang menuju ke tahap remaja. Kecenderungan para remaja adalah tampil mempesona terutama ketika di lingkungan orang banyak. Dengan demikian cara berpakaian dan berhias harus diarahkan sesuai dengan cara berpakaian dan berhias sesuai dengan tuntutan agama Islam.
Sifat yang selalu ingin tahu akan menimbulkan anak mencoba hal-hal baru. Lingkungan sekolah dan masyarakat rawan terhadap perilaku menyimpang. Materi ini akan membuat anak tahu lebih banyak dari sisi keagamaan, tentang mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan perintah Allah yang tertuang dalam Al-Qur’an dan perintah nabi Muhammad yang tertuang dalam Hadits nabi.
C. Aspek Sosiologis
Dari aspek sosiologi dalam penjelasan di atas dampak sosial yang ditimbulkan akan sangat baik ketika siswa memahami dan mau mengaplikasikan dalam kehidupan nyata. Karena hakikatnya materi Al-Qur’an-Hadits MTs erat kaitannya dengan hubungan manusia dengan manusia. Sebagai contoh, Memahami Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai pedoman hidup. Mencintai Al-Qur’an dan Al-Hadist, Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang Rububiyyah dan Uluhiyyah dalam kehidupan, Memahami Hadist tentang ciri iman dan ibadah yang diterima Allah dan sebagainya.
Berbaik sangka kepada orang lain akan membawa dampak yang kondusif terhadap terciptanya hubungan antar individu satu dengan individu yang lain.
D. Aspek Metodologi
Sebagai media refleksi umat islam, harus diakui bahwa dunia pendidikan islam masih diselimuti mendung dan aneka problematika yang belum terurai dari masa ke masa. Diantar problematika dan indicator stagnasi yang selama ini menghantui pendidikan islam adalah dalam hal penerapan metode dalam proses pembelajaran. Berbagai pendapat tentang stagnasi dan ketidakefektifan metode pembelajaran agama islam bermunculan. Diantara pendapat tersebut adalah Amin Abdullah, pakar keislaman, menyoroti kagiatan pendidikan agama yang selama ini berlangsung di sekolah. Ia mengatakan bahwa pendidikan agama kurang konsen terhadap persolan bagaimana mengubah pengetahuan agama yang kognitif menjadi makna dan nilai yang perlu diinternalisasikan dalam dir siswa lewat berbagai cara, media dan forum. Pembelajaran lebih menitikberatkan pada aspek korespondensi tekstual yang lebih menekankan hafalan teks keagamaan.
Penerapan metode yang tepat dan cepat sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Sebaliknya, kesalahan dalam menerapkan metode akan berakibat fatal.
Penerapan metode pembelajaran akan selalu dipergunakan dalam setiap proses belajar mengajar selama dunia pendidikan berlangsung. Dalam dunia pendidikan, guru tidak bisa lepas dari yang namanya metode dalam mengajar. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan seorang guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Peranan metode dalam proses pembelajaran sangat penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian Telaah materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadits Madrasah Tsanawiyah di atas dapat penulis simpulkan bahwa Materi Kelas VII meliputi memahami Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai pedoman hidup, Mencintai Al-Qur’an dan Al-Hadist, Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang Rububiyyah dan Uluhiyyah dalam kehidupan (QS. Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas), Memahami Hadist tentang ciri iman dan ibadah yang diterima Allah, Membaca surat pendek pilihan (Q.S. Al-Bayyinah dan Al-Kafirun), Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan tentang toleransi (Q.S. Al-Bayyinah dan Al-Kafirun), Menerapkan Al-Qur’an surat pendek pilihan dalam kehidupan tentang problematika dakwah (QS. Al-Lahab dan An-Nashr),
Materi Kelas II meliputi membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan (Q.S Al-Kautsar dan Al-Ma’un), Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang ketentuan rizki dari Allah (Q.S Al-Quraisy dan Al-Insyiroh), Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan dalam kehidupan sehar-hari tentang kepedulian social (Q.S. Al-Kautsar dan Al-Ma’un), Memahami Hadis tentang tolong menolong dan mencintai anak yatim, Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan (Q.S Al-Humazah dan At-Takatsur), Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah). (Q.S Al-Humazah dan At-Takatsur), Memahami Hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akherat.
Materi Kelas III meliputi membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan (Q.S. Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah), Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang hukum fenomena alam (Q.S. Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah), Memahami Hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam, Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan (QS. Al-Ashr dan Al-‘Alaq), Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu (QS. Al-Ashr dan Al-‘Alaq), Memahami Hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.
Telaah yang dapat diambil dari penjelasan materi al-Qur’an Hadits Madrasah Tsanawiyah dari berbagai aspek analisis, diantaranya adalah dari aspek filosofis, psikologis, sosiologis dan metodologis dalam penyampaian materi pembelajaran yang telah dijelaskan di atas.
B. Saran dan Harapan
1. Sebagai calon seorang guru harus dapat memberikan suri tauladan kepada peserta didik kita kelak dengan bertumpu pada al-Qur’an dan Hadits.
2. Dalam mengajar seorang guru harus terampil dalam mengolah materi dan keadaan kelas, baik perencanaan, pelaksanaan maupun dalam evaluasi sehingga peserta didik mampu menerima dan memahami materi yang disampaikan seorang pendidik.
3. Hendaknya seorang pendidik harus mampu menguasai dan memahami materi yang akan disampaikan kepada peserta didik sehingga tidak ada kesulitan dan kebingungan yang didapat selama proses pembelajaran dan dapat mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
Dalam makalah ini tentunya banyak kesalahan dan kekurangan, baik dalam segi penulisan dan pemilihan kata-kata. Maka kami sebagai manusia biasa meminta kepada para pembaca agar tidak segan-segan memberikan saran dan kritik yang tentunya bisa menambah kemajuan kami dalam hal menuntut ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa dan Negara Indonesia. Semoga makalah ini menambah wawasan para pembaca dan juga bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
1. Darodji, Ahmad, DKK., Pengantar Ilmu Hadits, Semarang, Duta Grafika offset, 1986, Cet.1
2. Ismail SM, M.Ag, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang : RaSAIL Media Group, 2009), Cet. 4
3. Khoiri,Nur, Metodologi Pembelajaran PAI, 2011
4. Marzuki, Kamaluddin, Ulum al-Qur’an, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 1992, cet.1
5. Saleh Abdullah, Abdurrahman, Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an, Jakarta:PT. RINEKA CIPTA,2005,Cet. 3
6. T. Ibrahim dan H. Darsono, Pemahaman Al-Qur’an dan Hadits kelas IX MTs, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,2008.
7. T. Ibrahim dan H. Darsono, Pemahaman Al-Qur’an dan Hadits kelas VII MTs, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,2008.
8. T. Ibrahim dan H. Darsono, Pemahaman Al-Qur’an dan Hadits kelas VIII MTs, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,2008.
Thursday, 9 June 2011
Friday, 27 May 2011
Monday, 23 May 2011
sejarah dan perkembangan supervisi pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Proses pendidikan di dunia ini sudah lama berlangsung. Sebenarnya pendidikan itu sudah ada sejak manusia itu ada. Sebab dari hakekat manusia kita sudah tahu, manusia sudah tidak bisa tumbuh dan berkembang oleh dirinya dan untuk dirinya sendiri. Sejak bayi anak itu sudah membutuhkan pertolongan dari orang tua dan sanak familinya agar dapat berkembang dengan baik. pada masa kanak-kanak mereka juga ditolong oleh orang lain dalam lingkungannya, begitu juga menjelang dewasa mereka tetap mendapat pertolongan dari anggota–anggota masyarakat yang lebih luas untuk meyempurnakan perkembangannya. Macam-macam pertolongan itu disadari atau tidak oleh anak bersangkutan adalah merupakan pendidikan untuk membantu mengembangkan dirinya.
Membangun peradaban sebuah bangsa pada hakikatnya adalah pengembangan watak dan karakter manusia unggul dari sisi intelektual, spiritual, emosional, dan fisikal yang dilandasi oleh fitrah kemanusiaan. Fitrah adalah titik tolak kemuliaan manusia, baik sebagai bawaan seseorang sejak lahir atau sebagai hasil proses pendidikan.
Pada hakikatnya, pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Oleh karena itu, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan proses pendewasaan diri manusia itu sendiri serta selain itu pendidikan juga merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia. Kemudian, pada satu fokus yang lebih khusus yaitu pendidikan formal, manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani hidup dan menghadapi kenyataan hidup dimana didalam pendidikan formal dalam hal ini adalah sekolah menjadi suatu jenjang yang mungkin memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia. Kemudian dalam pendidikan sekolah itu, manusia juga selain melatih kedewasaan juga mengasah intelektualitasnya dan kompetensinya dalam tanggung jawab dan kesadaran.
B. TUJUAN MAKALAH
1. Menjelaskan sejarah perkembangan Supervisi pada abad 18 dan 19
2. Menjelaskan perkembangan Supervisi pada zaman sekarang.
3. Menjelaskan perkembangan Supervisi pada masa mendatang.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah perkembangan Supervisi pada abad 18 dan 19 ?
2. Bagaimana perkembangan Supervisi pada zaman sekarang ?
3. Bagaimana prospek perkembangan Supervisi pada masa mendatang ?
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Perkembangan Supervisi
A. Supervisi pada masa-masa awal
Proses pendidikan di dunia ini sudah lama berlangsung. Sebenarnya pendidikan itu sudah ada sejak manusia itu ada. Pada zaman Yunani kuno sistem pendidikan yang sifatnya sistematis seperti sekarang belum ada, yang ada ialah pendidikan yang bersifat individual. Nampaknya inisiatif untuk belajar timbul dari individu-individu yang ingin mengetahui sesuatu. Satu-satunya materi yang dibutuhkan untuk dipelajari adalah pelajaran untuk menulis ini yang terjadi sekitar 500 tahun sebelum masehi. Kemudian pada tahun 400 sampai 350 tahun sebelum Masehi materi pelajaran di tambah dengan belajar membaca. Jadi yang dipelajari pada waktu itu adalah membaca dan menulis. yang mengajar bukanlah guru-guru, melaikan tutor, yang menuntut keterampilan untuk melatih para siswa untuk menulis dan membaca.
Pendidikan mendapat perhatian yang sangat penting ialah pada zaman Sparta. Pemerintah pada waktu itu sudah menyadari akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa dan negara. Pendidikan bertugas mengembangkan, mempertahankan, dan melindungi Negara. Menyadari akan pentingnya pendidikan timbullah supervisor yang disebut Paidonomous. Guru dan tutor tidak ada. Yang melatih para siswa ialah para supervisor itu dengan hak kontrol yang absolut.
Pada zaman Athena pendidikan lebih maju dan lebih dihargai dari pada zaman-zaman sebelumnya. Perhatian dicurahkan pada pengembangan profesi dan spesialis. Terjadilah pertemuan-pertemuan guru dengan siswa untuk mendiskusikan sesuatu, pemikiran-pemikiran filsafat pun muncul. Ahli-ahli pikir yang terkenal pada zaman itu ialah Socrates, Plato, dan Aristoteles. Kerajaan Romawi mewarisi kebudayaan Yunani yakni kesenian, ilmu, dan pendidikan maju dengan pesat. Sekitar tahun 140 sebelum Masehi didirikan sekolah Grammar yang mempelajari bahasa latin. Grammar dipandang mampu atau sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan daya pikir dan logika para siswa. Begitu pula pada zaman ini perbaikan-perbaikan pengajaran dan kurikulum sudah dimulai.
Pada zaman pertengahan disamping sekolah Grammar dan Sekolah Catechimus (agama) didirikan pula Sekolah Membaca dan menulis tingkat dasar. Nampaknya ada usaha dari pemerintah untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat umum. Pada zaman ini supervisi diberikan kepada sekolah-sekolah sebagai lembaga pendidikan dan guru-guru sebagai pelaksanaan pendidikan. Ada dua macam supervisi pada zaman pertengahan, yaitu supervisi dari pihak negara dan supervisi dari pihak agama. Supervisi dari pihak negara bertujuan membina sekolah beserta aktivitas-aktivitasnya agar sejalan dengan keinginan dan garis yang di berikan oleh negara. Sedangkan supervisi dari pihak agama yang bertugas dari kalangan agama berkewajiban membina atau mengawasi materi pendidikan agama dan moral. Kedua macam supervisi ini tidak banyak memperhatikan kualitas pengajaran dan kondisi pendidikan.
Supervisi pendidikan pada zaman revolusi kaum protestan sekitar tahun 1600 mempunyai tujuan tersendiri sesuai dengan kondisi pada waktu itu. Para Supervisor diberi tugas oleh para pengelolah pendidikan untuk membantu mencetak ahli-ahli yang sanggup mengadakan pertentangan suci kepada para filosuf dan ahli teologi Katolik.
Sejalan dengan perkembangan supervisi pendidikan di Negara-negara Eropa, di Amerika Serikat pun mengalami perkembangannya yang lamban. Pada abad-17 mula-mula banyak pengusaha kota yang menolak kehadiran supervisor. Rupanya sekolah-sekolah tidak mau dicampuri oleh orang luar, mereka takut kalau otoritasnya berkurang, tetapi kemudian kapala-kepala sekolah itu mau menerima mereka dengan catatan nama supervisor diganti dengan guru super. Dengan nama baru ini mungkin dimaksudkan agar guru-guru super ini tetap berada di bawah hirarki kepala sekolah. Perkembangan selanjutnya ialah hanya kepala-kepala sekolah yang sudah senior/professional saja yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan supervisi. Tetapi dengan besarnya pendirian sekolah-sekolah baru pada abad ke-19, para supervisor dan kepala sekolah yang senior/professional ini tidak dapat melakukan tugas terhadap begitu banyak sekolah. Akhirnya supervisi diserahkan kepada kepala-kepala sekolah namun tugas utama mereka tetap mengurusi ketatausahaan dan menegakan disiplin, sedangkan supervisi adalah sebagai tugas terakhir.
B. Supervisi pada abad ke-18
Supervisi pada abad ke-18 dilakukan oleh panitia kantor atau panitia sekolah atau anggota-anggota badan pendidikan. Mereka ini diangkat karena kemahiran-kemahiranya akan metode-metode mengajar. Pada waktu-waktu tertentu mereka datang berkunjung ke sekolah untuk melihat guru-guru mengajar. Mereka melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah, karena itu muncul istilah inspektur bagi mereka. Tugas mereka adalah untuk megetahui sampai di mana kepandaian guru-guru itu mengajar, bukan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan yang dibuat oleh para guru.
Namun para supervisor ini hanya merupakan alat pencatat saja bagi kepentingan atasannya, mereka hanya menulis apakah guru-guru itu sudah bekerja dengan benar atau masih salah. Hal itu mudah dikerjakan sebab apa yang patut dilakukan guru sudah ditentukan sejak awal. Setiap sekolah sudah mempunyai aturan-aturan dan standar yang harus dilakukan. Tugas supervisor adalah mengontrol sekolah apakah sekolah itu sudah melaksanakan aturan dan standar itu atau belum. Bila ternyata guru melakukan kekeliruan, supervisor hanya mengeritik dan menegur saja, tidak menunjukan bagaimana memperbaiki diri. Nampaknya kreatif guru juga kurang dihargai dan diperhatikan.
Kontrol pendidikan seperti ini juga dirasakan di Indonesia di abad itu. para guru umumnya merasa takut bila didatangi supervisor yang lebih dikenal sebagai kontroler. Mereka sering datang tiba-tiba, dengan tidak memberitahukan terlebih dahulu. Mereka yang sebagian besar terdiri dari penjajah bangsa Belanda secara penampilan sudah menakutkan. Kontrol seperti ini dapat membuat sekolah berdisiplin tinggi, tetapi kreativitas guru-guru atau sekolah cenderung mati. Yang melakukan supervisi di Amerika Serikat ialah kebanyakan orang-orang yang menjadi anggota organisasi pendidikan atau orang-orang yang cinta akan pendidikan, mereka itu terdiri dari para pendeta, pengawas sekolah, para wali siswa, orang-orang pilihan, warga negara tertentu dan anggota panitia. Tugas mereka melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah dengan perhatian utama ditujukan kepada efektivitas pengajaran yaitu: menulis, membaca dan menghitung. Sebagai pecinta pendidikan bukan ahli mendidik, mereka diragukan apakah dapat memperbaiki pengajaran atau tidak.
C. Supervisi pada abad ke-19
Pada abad ke-19 kedudukan Pengawas sekolah sudah meningkat. Mereka secara resmi dikatakan supervisor sekolah. mereka pada umumnya adalah para pegawai kantor pengawas pendidikan yang di Indonesia dapat disamakan dengan Kantor Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kecamatan. Hal ini disebabkan karena mereka kini sudah berkembang menjadi orang-orang professional. Dengan demikian supervisi pada abad ke-19 sudah bersifat professional.
Tugas para supervisor pada abad ini tidak lagi hanya mengontrol dan mencatat kesalahan guru, tidak lagi bersifat otokrasi, melainkan berangsur-angsur memperhatikan individualitas guru, kewajiban supervisor semakin meluas. Kini tugas mereka adalah memperbaiki proses pendidikan, menunjukkan kepada guru bagaimana mengajar dengan baik, membimbing guru serta memberikan kesempatan mengeluarkan pendapat dan berdiskusi. Guru-guru yang memiliki kemampuan kurang dan guru-guru yang baru selesai study dibantu lewat penataran . Dalam hal ini supervisor bertindak sebagai penyelenggara, sedangkan menatar dilakukan oleh orang-orang yang lebih ahli (spesialis-spesialis). Sifat penataran sebagian besar ditekankan kepada memberikan contoh-contoh nyata sebagai guru dengan aktivitas-aktivitasnya yang baik (Lucio, 1979, 4-5). Para penatar akan dicontoh kepribadiannya, cara membawa diri dalam proses belajar mengajar, caranya mengajar, membimbing para siswa, menilai dan sebagainya.
Supervisi pada abad ke-19 sudah dipandang penting bagi kemajuan pengajaran. Oleh sebab itu supervisor lebih diatas tingkatannya dari kepalah sekolah. Kedudukan supervisor lebih ditonjolkan karena kewajibannya dipandang lebih utama dari pada kewajiban kepala sekolah yaitu memperbaiki, mempertahankan, dan mengawasi proses pendidikan. Namu demikian keduanya baik supervisor ataupun kepala sekolah melaksanakan fungsi supervisi. Tetapi supervisi dari kepala sekolah tidak begitu lancar disebabkan oleh tugas-tugas ketatausahaan sekolah. Pada abad ini supervisor-supervisor spesialis sudah mulai dikembangkan seperti ahli dalam bidang kurikulum, ahli dalam administrasi, ahli dalam keuangan dan sebagainya. Teknik-teknik supervisi juga mulai dikembangkan dan ditingkatkan, termasuk teknik pembinaan guru yang bersifat manusiawi. Karena itu pada akhir abad ini supervisi di pandang sebagai fungsi demokrasi.
D. Supervisi Ilmiah
Revolusi teknologi dan revolusi industri yang terjadi pada abad 18 dan 19 membuat perubahan pada dunia produksi, perdagangan, manajemen, dan juga di dunia pendidikan. Pada tahun 1911 Fredrick Tylor yang di pandang sebagai bapak manajemen ilmiah menerbitkan buku yang berjudul “Principle Of Scientific Management” (Robins, 1982 hal.36) prinsip-prinsip manajemen tersebut adalah
(1) Setiap elemen kerja para petugas harus dilakukan secara ilmiah
(2) Seleksi dan latihan petugas harus dilakukan secara ilmiah,
(3) Kerja sama manajemen dengan pekerja mengikuti metode ilmiah
(4) Ada kesamaan antara manajer dan pekerja.
Dari prinsip-prinsip tersebut dapat dipahami bahwa manajemen ilmiah menghendaki tiap pekerja mengerjakan sesuatu yag sudah ditentukan dengan jelas dan dengan cara yang sudah dipahami secara jelas pula. Sejalan dengan prinsip manajemen ilmiah tersebut di atas Max Weber mengembangkan struktur organisasi yang dia sebut birokrasi dengan ciri-ciri sebagai berikut (hoy, 1987 hal. 52):
(1) Spesialisasi
(2) Orientasi Imperonal
(3) Hirarki Otoritas,
(4) Peraturan-peraturan
(5) Orientasi prestasi kerja.
Organisasi pendidikan pada waktu itu diwarnai oleh prinsip-prinsip tersebut. Sekolah-sekolah membuat peraturan-peraturan yang ketat, tugas-tugas dibuat secara mendetail dan sejelas mungkin, komunikasi diatur menurut garis yang sudah di tentukan, kontrol diadakan terhadap cara bekerja dengan prestasi, kerja menurut kriteria tertentu dan hubungan atasan dengan bawahan menjadi fomal. Supervisi sebagai sub system pendidikan sudah tentu mengikuti prinsip-prinsip tersebut. Dalam hal ini tugas supervisi dikhususkan pada pembinaan guru-guru. Supervisor berpegang pada tujuan sekolah, koordinasi, metode belajar, kualifikasi guru dengan segala aktivitasnya yang sudah ditentukan kualitasnya secara jelas. Sebelum muncul manajemen ilmiah tidak ada ketentuan yang pasti atau patokan yang bisa dipakai pegangan oleh para supervisor. Kini mereka mengontrol segala aktivitas yang dilakukan oleh guru-guru, mencocokan dengan jadwal kerja, metode mengajar, kepribadian dengan peraturan yang sudah digariskan. Mencocokan prestasi kerja atau hasil belajar para siswa dengan standar prestasi yang sudah di sediakan. Serta memberi insentif kepada guru-guru yang berprestasi.
Supervisor berusaha meningkatkan cara bekerja guru-guru. Mereka diberi gambaran tentang kuaifikasi guru yang dicita-citakan. Mereka dimotivasi dan dihimbau untuk mengejar cita-cia itu. Suatu cita-cita tentang perilaku, ketrampilan dan cara kerja yang sudah jelas wujudnya. Salah satu alat untuk memacu mengejar cita-cita adalah dengan insentif. Insentif itu dapat berupa materi, promosi dan penghargaan sosial.
Tugas utama supervisor ilmiah adalah mencari undang-undang atau peraturan dan melaksanakan peraturan-peraturan tersebut kepada guru-guru (Lucio, 1979 hal 8-9). Hal ini masuk akal, sebab organisasi sekolah melakukan semua operasinya berupa administrasi sekolah tidak boleh melakukan administrasi di luar peraturan-peraturan yang sudah disahkan. Begitu pula mengenai administrasi yang menyangkut aktivitas guru-guru atau cara-cara guru mengajar siswanya tidak boleh menyimpang dari undang-undang tentang perilaku guru, hubungan guru dengan siswa dan cara guru membimbing siswa belajar. Contoh undang-undang atau pearaturan-peraturan yang dicari antara lain:
1. Berapa jam belajar teori perminggu dan berapa jam praktek.
2. Metode-metode mengajar mana yang cocok dipakai di kelas siswa yang memiliki kemampuan rendah dan metode yang mana cocok dipakai untuk kelas yang memiliki kemampuan lebih.
3. Kecocokan metode mengajar dengan bidang studi
4. Bagaimana prosedur belajar dan mengajar yang baik
5. Macam-macam alat evaluasi yang diperlukan dan seterusnya.
Tidak ada hak bagi guru dan supervisor merevisi atau mengingkari undang-undang, tetapi bukanl pula undang-undang itu sendiri menjadi tujuan utama pendidikan, tujuan utama pendidikan adalah perkembangan peserta didik itu sendiri.
Supervisi ilmiah mempunyai kaitan dengan supervisi spesialis. Sebab supervisi ilmiah diilhami oleh revolusi industri yang sangat memperhatikan pengkhususan-pengkhususan dan diperkuat prinsip spesialisasi Weber. Jadi supervisi pada waktu itu sudah memandang perlu ada supervisor-supervisor spesialisasi. Tetapi spesialisasi-spesialisasi yang diadakan pada waktu itu masih terbatas, mugkin karena diferensiasi bidang studi belum sebesar sekarang. Yang disiapkan oleh departemen-departemen supervisi itu ialah (lucio, 1979 hal. 6):
1. Spesialis atau kepala bidang studi bahasa
2. Spesialis atau kepala bidang studi matematika
3. Spesialis atau kepala bidang studi ilmu sosial
4. Spesialis atau kepala bidang studi sains
Dengan adanya supervisor spesialis ini timbullah problem dengan kepala sekolah dalam menangani bidang studi tertentu di sekolah. Problem itu berupa kesulitan menentukan otoritas, fungsi dan prosedur kerja. Siapakah diantara keduanya lebih berwewenang menangani guru-guru apakah prosedur kerja yang ditempuh oleh keduanya sama.
John D. McNeil (1982) , menyatakan bahwa terdapat tiga pandangan mengenai supervisi ilmiah sebagai berikut :
Pertama, supervisi ilmiah dipandang sebagai kegiatan supervisi yang dipengaruhi oleh berkembangnya manajemen ilmiah dalam dunia industri. Menurut pandangan ini, kekurangberhasilan guru dalam mengajar, harus dilihat dari segi kejelasan pengaturan serta pedoman- pedoman kerja yang disusun untuk guru. Oleh karena itu, melalui pendekatan ini, kegiatan mengajar harus dilandasi oleh penelitian, agar dapat dilakukan perbaikan secara tepat.
Kedua, supervisi ilmiah dipandang sebagai penerapan penelitian ilmiah dan metode pemecahan masalah secara ilmiah bagi penyelesaian permasalahan yang dihadapi guru didalam mengajar. Supervisor dan guru bersama-sama mengadopsi kebiasaan eksperimen dan mencoba berbagai prosedur baru serta mengamati hasilnya dalam pembelajaran.
Ketiga, supervisi ilmiah dipandang sebagai democratic ideology. Maksudnya setiap penilaian atau judgment terhadap baik buruknya seorang guru dalam mengajar, harus didasarkan pada penelitian dan analisis statistik yang ditemukan dalam action research terhadap problem pembelajaran yang dihadapi oleh guru. Intinya supervisor dan guru harus mengumpulkan data yang cukup dan menarik kesimpulan mengenai problem pengajaran yang dihadapi guru atas dasar data yang dikumpulkan. Hal ini sebagai perwujudan terhadap ideologi demokrasi, dimana seorang guru sangat dihargai keberadaannya, serta supervisor menilai tidak atas dasar opini semata.
Keempat, pandangan tersebut tentunya sampai batas tertentu saat ini masih relevan untuk diterapkan. Pandangan bahwa guru harus memiliki pedoman yang baku dalam mengajar, perlu juga dipertimbangkan. Demikian pula pendapat bahwa guru harus dibiasakan melakukan penelitian untuk memecahkan problem mengajarnya secara ilmiah, dapat pula diadopsi. Pandangan terakhir tentunya harus menjadi landasan sikap supervisor, dimana ia harus mengacu pada data yang cukup untuk menilai dan membina guru.
E. Supervisi Manusiawi
Pada tahun 1920 banyak protes diajukan terhadap metode dan kurikulum yang diberikan secara otoriter dari para administrator sekolah. Mereka tidak setuju kalau semua prinsip pendidikan ditentukan sendiri oleh pimpinan. Hasil studi Hawthrone (Hoy 1979 hal.9) menunjukan sosial para pekerja (guru-guru) yang baik akan meningkatkan keakraban kerja. Kelompok ini akan membentuk struktur sosial yang informal dengan norma, nilai dan kesensitivannya yang semuanya memberi efek kepada perfomannya. Para penganut aliran ini tidak setuju memperalat guru untuk mencapai maksud atasan. Mereka percaya bahwa kepala sekolah, supervisor dan guru-guru bersama mempunyai kemauan dan bertanggungjawab terhadap pengembangan pendidikan. Guru-guru perlu dihormat. Dan hubungan baik secara vertical maupun secara horizontal di sekolah perlu dikembangkan. Dengan demikian diharapkan guru-guru akan lebih berprestasi dan akan berdampak positif bagi peserta didik.
Tugas supervisor bukanlah mencari undang-undang atau peraturan yang akan dilaksanakan di sekolah serta mengontrol guru agar menepati undang-undang itu. Tugas supervisor bukan menginspeksi guru-guru, melainkan membimbing mereka. Supervisi adalah suatu proses pengembangan kompetensi guru secara maksimum sesuai dengan tingkat kemampuannya, sehingga mencapai tingkat efisiensi kerja yang lebih tinggi. Mereka didorong untuk berkembang, mereka dimotivasi untuk berinisiatif, mereka diajak berpartisipasi menentukan kebijakan sekolah. Pandangan, pendapat dan pikiran mereka dimanfaatkan. Dengan demikian tugas supervisor adalah menciptakan iklim sekolah yang santai dan memperluas partisipasi dikalangan personalia sekolah (Lucio 1979 hal.11), disamping itu juga tugas memperbaiki staf pengajar. Yang dimaksud dengan iklim sekolah yang santai adalah suatu iklim yang tidak tegang akibat kontrol yang ketat untuk melaksanakan aturan-aturan sekolah secara tepat, melainkan suatu bentuk hubungan kerja sama yang fleksibel, dapat berdisiplin bila suasana membutuhkan dan tidak formal bila dikehendaki.
Model supervisi ini menunjukan adanya kepemimpinan bersama diantara personalia sekolah dengan cara berpartisipasi bersama untuk memajukan pengajaran. Hal ini bisa dicapai dengan efektif, bila ada kemampuan pada masing-masing personalia sekolah untuk menganalis diri sendiri, Syarat ini sulit dicapai mengingat keterbatasan-keterbatasan individu, tidak semua individu mempunyai kemampuan melaksanakan hal itu pada dirinya.
F. Supervisi pada zaman sekarang
Supervisi ini mempunyai ciri-ciri dinamis dan demokratis yang merefleksikan vitalitas pemahaman kepemimpinan yang berbobot (Neagly, 1980 hal.1). Lebih jauh karakteristik supervisi modern dikatakan sebagai berikut.
Pertama, menciptakan dan mempertahankan antar hubungan yang memuaskan diantara semua anggota staf. Kondisi seperti ini merupakan dasar yang paling utama dalam melaksanakan supervisi. Sebab supervisi adalah merupakan suatu proses yang menyangkut aktivitas-aktivas individu didasari oleh pengenalan dan hubungan yang akrab.
Kedua ialah demokratis, istilah demokratis dikatakan mencerminkan dinamika, dapat mengerti dan memahami, sensitif, dan memegang peranan kepemimpinan.
Supervisi yang dinamis ialah supervis yang aktif, kreatif, dan banyak inisiatif dalam melaksanakan fungsinya. Suatu supervisi yang tidak hanya mengamati, mengontrol, mengeritik dan menilai saja tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Supervisi seperti ini ikut merencanakan agar proses belajar mengajar memberi hasil yang baik, membantu menciptakan kondisi belajar yang baik, memonitoring guru-guru agar tidak sampai terlanjur jauh berbuat salah, mencari sebab sebuah kesalahan, memberi saran dan membimbing. Supervisor tidak hanya mencari kesalahan guru, tidak pula hanya memperbaiki kesalahan guru, tetapi juga berusaha mengadakan preventif agar guru-guru sedikit mungkin berbuat salah. Hal ini dilakukan dengan bermacam-macam cara sesuai problem yang dihadapi, itulah sebabnya mengapa supervisor itu perlu aktif, kreatif dan berinisiatif.
Untuk mempermudah pelaksanaan tugas, supervisor perlu mengerti atau memahami kepribadian setiap guru. Setiap guru dan personalia sekolah memiliki kepribadian yang unik. Supervisor harus memahami keunikan setiap individu yang dibinannya. Pemahaman terhadap individu merupakan strategi bagi supervisor dalam aksinya mempengaruhi, mengarahkan dan memotivasi individu tersebut. Setiap guru membutuhkan teknik pembinaan tersendiri sesuai keunikan mereka masing-masing.
Supervisor juga membutuhkan kesensitivan dalam berkomonikasi dengan guru dan juga harus peka agar cepat tahu apa permasalahan yang dihadapi oleh guru. Pengetahuan ini memberikan jalan baginya untuk mengatur strategi lebih lanjut.
Supervisor dengan kepemimpinannya akan berusaha mengadakan kerjasama dengan guru-guru dan personalia sekolah lainnya dalam usaha meningkatkan proses belajar mengajar disekolah. Supervisor berusaha menciptakan suasana kondusif, sehingga memungkinkan saling memberi dan saling menerima. Dalam situasi seperti ini tidak ada satupun yang mendominasi kelompok. Setiap anggota kelompok merasa berharga bisa dihargai dan diperhatikan. Situasi dan perasaan seperti ini memungkinkan penyelesaian suatu masalah atau diskusi bisa berjalan lancar.
Supervisi secara demokratis tersebut di atas tidak mudah dipraktekkan. Dalam pertemuan-pertemuan pendidikan antara atasan sebagai supervisor dengan bawahan di Indonesia sangat langkah dijumpai proses demokrasi. Pada umumnya kelompok masih didominasi oleh pemimpin. Hal ini dibenarkan oleh hasil penelitian Beeby (1979, Hal. 86) yang mengatakan bahwa sikap guru–guru di Indonesia bersifat tradisional yang otoriter, yaitu menunggu instruksi atasan untuk mengadakan perubahan.
Ketiga adalah komprehensif. Suatu yang supervisi berlangsung dari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah tingkat atas yang mencangkup beberapa sekolah untuk wilayah tertentu. Bentuk dan isi supervisi untuk tingkat-tingkat sekolah itu tidak boleh berbeda-beda. Kesamaan ini dimaksudkan untuk menjamin kontinuitas kurikulum sekolah dari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah tingkat atas. Hal ini akan memudahkan para siswa mengembangkan diri melalui kurikulum tersebut. Cukup sulit bagi siswa kalau ia sudah biasa belajar dengan cara bervariasi beralih ke cara yang monoton misalnya. Itulah sebabnya perlu diusahakan kesamaan metode belajar mengajar dari tingkat sekolah yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.
Kesamaan metode belajar mengajar disini tidak sama persis untuk semua tingkat sekolah dan semua bidang studi melainkan yang sama adalah prinsipnya. Misalnya semua menggunakan prinsip Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sehingga belajar dari siswa dari tingkat sekolah ke tingkat yang lain menjadi lancar karena sudah biasa dengan KTSP. Begitu pula materi yang dipelajari secara prinsip sama yaitu dapat menunjang pembentukan manusia seutunya, hanya tingkat kesukaran yang perlu berbeda. Selain komprehensif ditujukan kepada kurikukulum, juga komprehensif terhadap personalia sekolah mencangkup kepalah sekolah, para guru, para pegawai tatausaha dan para siswa diarahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan.
Mark membuat perbandingan supervisi tradisional dengan supervisi modern yang ia kutip dari Burton dan Brueckner (1978 hal. 12) yaitu supervisi tradisional adalah (1) meginspeksi, (2) terpusat pada guru , (3) berkunjung dan berdiskusi, (4) perencanaan yang sederhana, (5) memergoki dan otoriter dan (6) biasanya satu orang. Sedangkan supervise modern ialah (1) pragmatis dan menganalisis, (2) terpusat pada tujuan, materi, teknik, guru, siswa, dan lingkungan, (3) melaksanakan beraneka ragam fungsi, (4) Perencanaan dan organisasi yang jelas dengan tujuan yang khas, (5)memotivasi dan bekerja sama, dan (6) oleh orang banyak. Perbandingan ini memperjelas apa yang dimaksud dengan supervisi yang bersifat komprehensif. Ini merupakan karakteristik terakhir dari supervisi modern menurut pandangan Neagley.
Sergiovani membedakan supervisi tradisional dengan supervisi modern dari segi perlakuan terhadap personalia sekolah yang dia sebut sebagai variable perantara (mediating variables). Supervisi tradisional tidak memakai variable ini sebaliknya supervisi modern menggunakannya dan lebih berhasil.
Ada tiga variable dalam hubungan dengan supervisi pendidikan. Variabel-variabel tersebut ialah variable awal (initiating variables) yang mencangkup:
1. Supervisor yang memegang referensi untuk teman-temannya, para bawahan dan dirinya sendiri.
2. Pola-pola perilaku administrasi dan supervisi
3. Elemen-elemen struktur organisasi
4. Sistem otoritas
5. Tujuan sekolah dengan pola untuk mencapainya
Variabel kedua ialah variable perantara yang mencangkup:
1. Sikap guru dan personalia sekolah lainnya terhadap jabatan dan antar hubungan mereka.
2. Tingkat kepuasan bekerja.
3. Komitmen staf terhadap tujuan sekolah.
4. Gambaran tujuan sekolah yang dimiliki oleh guru-guru.
5. Tingkat kesetian guru-guru.
6. Kepercayaan dan keakraban antar personalia sekolah.
7. Kemauan untuk mengontrol kepercayaan tersendiri.
8. Fasilitas untuk berkomunikasi.
Variabel yang ketiga ialah variable kesuksesan sekolah yang mencakup:
1. Tingkat performan guru-guru dan personalia sekolah lainnya.
2. Tingkat performan para siswa.
3. Tingkat perkembangan dan pertunbuhan para siswa.
4. Peningkatan organisasi personalia sekolah.
5. Laju presensi dan absensi staf.
6. Laju absensi dan drop out para siswa.
7. Kualitas hubungan sekolah dengan masyarakat.
8. Kualitas hubungan personalia sekolah.
Dikatakan lebih lanjut bahwa supervisi tradisional hanya mengejar kesuksesan jangka pendek saja, dengan bertitik tolak pada variable awal tanpa mengihiraukan variable perantara. Itulah sebabnya kesuksesan mudah lenyap sebab semangat pelaksana-pelaksananya mudah pudar.
Menyadari kelemahan supervisi tradisional tersebut, maka supervisi modern meletakkan kunci pengeraknya pada organisasi personaliannya yaitu para pelaksana yang dikatakan sebagai variable perantara, walaupun diakui bahwa variable ini juga dipengaruhi dan ditentukan oleh variable awal. Variable yang terdiri dari sikap, kepuasan bekerja, komitmen, kesetiaan dan sebagainya merupakan dasar dedikasi seorang guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Menyadari hal ini, yang pertama-tama ditangani oleh supervisor modern adalah organisasi personalia sekolah yaitu orang-orang yang melaksanakan pendidikan itu. Dengan cara ini mungkin kesuksesan pendidikan tidak segera akan nampak tetapi secara berangsur-angsur dalam jangka panjang sangat mungkin akan tercapai. Lagi pula kesuksesan seperti itu akan lama bertahan bahkan cara ini dapat dipandang sebagai strategi untuk melestarikan kesuksesan pendidikan.
Lucio menyebutkan cara mengembangkan proses belajar mengajar sendiri sebagai metode intelegensi praktis (1979 hal. 13-18). Suatu metode sendiri yang dicari dilapangan dengan penelitian-penelitian dan diskusi-diskusi dengan teman guru. Kebenaran metode ini harus ditest untuk membantu siswa belajar secara efektif. Metode ini dia pertentangkan dengan metode rasional, yang bertitik tolak pada logika bukan pada fenomena empiris yang ada di lapangan. Metode kedua ini memandang ilmu yang membicarakan proses belajar mengajar sudah siap pakai, tidak perlu direvisi. Guru yang akan memakainya tinggal memasangkan medan tempat belajar dan materi yang dipelajari siswa dengan salah satu metode yang sudah ada. Alat yang dipandang paling ampuh untuk mencocokkan medan dengan metode itu adalah logika guru.
Bila metode intelegensi praktis yang akan dipilih untuk menimbulkan kegairahan guru mengajar, konsekuensinya ialah para supervisor harus mampu membimbing para guru cara menentukan metode-metode belajar mengajar yang baru. Cara itu mengikuti metode analisis ilmiah yang dipelopori oleh Jhon Dewey, yaitu dengan mengajukan hipotesis dan menginterprestasikan, akhirnya merumuskan metode baru.
Misalnya guru ingin menemukan metode belajar mengajar lingkungan hidup yang efektif, yang dapat membuat para siswa sadar akan pentingnya memelihara lingkungan hidup, paham akan caranya, dan mau melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini supervisor akan memberi kesempatan dan mendorong guru yang bersangkutan untuk mengadakan studi literature untuk membentuk hipotesis, kemudian membuat rancangan eksperimen kecil-kecilan, mengobservasi dan menilai fakta, kemudian menentukan keberhasilan eksperimen tersebut. hasil ini yang akan menentukan apakah metode belajar mengajar yang baru itu bisa dipakai atau tidak.
Dari uraian dapat disimpulkan bahwa supervisi modern adalah supervisi yang memperhatikan antara hubungan personalia sekolah, menghargai dan menghayati kepribadian, bakat dan kemampuan mereka masing-masing. Penghargaan dan pengetahuan ini merupakan suatu strategi dalam membina profesi mereka sebagai pendidik, yang dilakukan dengan metode intelegensi praktis yang bersifat demokratis. Supervisi dilakukan dengan cara komprehensif, yaitu dengan cara menyamakan prinsip-prinsip yang dipakai dalam proses belajar mengajar dan prinsip-prinsip materi dengan baik secara vertical maupun secara horizontal.
Teori supervisi modern tersebut mungkin mengundang pertanyaan, apakah teori itu dapat diterapkan di lapangan dalam arti cocok dengan situasi dan kondisi pada zaman sekarang yang dikatakan sebagai zaman modern ?, Apakah guru-guru bisa dimanfaatkan untuk mengintervensi kemajuan pendidikan ?, apakah semua guru aktif, dinamis, mau bekerja keras tanpa pamri ? Apakah semua besikap professional dalam arti bertekat meningkatkan profesinya setinggi-tingginya ? berapa banyak gurukah yang dapat melepaskan dari adat tradisional otoriter seperti dikemukakan Beeby dalam hasil penelitiannya di Indonesia? berapa banyakkah pemimpin pendidikan mampu melaksanakan prisip demokrasi secara murni dalam rapat-rapat kerja dilingkungan masing-masing?.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui observasi di lapangan sebelum melaksanakan supervisi modern itu. Jawaban pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menentukan apakah supervisi itu bisa dilaksanakan atau tidak. Atau dapat dibentuk model supervisi yang khusus untuk Indonesia. Nampaknya yang dikatakan oleh Robbins bahwa kita atau supervisor tida perlu ketat bercermin kepada teori dalam melaksanakan tugas-tugasnya (1982 hal.102) memang benar. Manfaatkanlah realita yang ada sekarang untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya, yaitu kesuksesan dalam bidang pendidikan.
Bila guru-guru dan personalia sekolah lainnya belum siap melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi karena masih terikat kepada tradisi, bila mereka belum siap brdiri sendiri mengembangkan profesinya, supervisor masih dibenarkan melaksanakan tugas yang bersifat semi otoriter, yang terpenting adalah tujuan pendidikan harus tercapai. Dikatakan semi otoriter sebab secara perlahan-lahan para supervisor perlu menegakkan demokrasi di sekolah-sekolah yang belum menunjukan demokrasinya. Sebab dengan tegaknya demokrasi lebih mudah membina guru mengembangkan profesinya secara mandiri.
G. Kecenderungan supervisi pada masa mendatang
Ada beberapa ramalan tentang bagaimana kemungkinan supervisi pada masa yang akan dating, yakni meninjau supervisi dari sudut professional guru, dan dari sudut politik negara. Atau yang satu melihat kecenderungan supervisi terpusat pada pengembangan profesi pendidik, yang lain melihat kecenderungan itu bertitik pusat pada politik negara.
Kecenderungan-kecenderungan supervisi yang baru dan mungkin akan terus berkembang pada masa akan datang dalam membina para guru disebabkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat. Perkembangan seperti ini akan membuat dunia beserta masyarakatnya akan berubah dengan cepat pula.
Untuk mencapai maksud di atas membutuhkan tipe supervisi yang baru (Marks, 1978, h. 94). Supervisi tersebut lebih mememusatkan dari pada pengembangan profesi dan bakat guru serta memanfaatkannya untuk kepentingan kemajuan pendidikan daripada memberi konsultasi langsung kepada guru-guru, membina agar mereka bisa memimpin diri sendiri, tidak bergantung kepada pengarahan dari luar, dan percaya kepada sumber-sumber pendidikan yang diperoleh sendiri. Supervisor juga menanamkan pengertian program sekolah yang baru kepada guru-guru dalam usaha menyiapkan para siswa menghadapi kehidupan yang semakin keras.
Sementara Marks (1979, h.18) nampak membatasi diri pada dunia pendidikan yang menghubungkan pendidikan dengan situasi dunia sekarang, khususnya dalam bidang politik, Lucia melihat kecenderungan-kecenderungan sekolah pada masa yang akan datang lebih banyak dikontrol oleh negara. Negara memandang pendidikan merupakan suatu alat yang vital untuk menegakkan serta memajukan nusa dan bangsa. Hal ini memang penting bila dihubungkan dengan situasi dunia yang penuh dengan usaha merebut pengaruh dan persaingan kekuatan diantara dua negara raksasa. Pemerintah memandang perlu untuk mengawasi usaha-usaha sekolah agar anggota masyarakat yang diproduksi mampu mempertahankan kedaulatan negara, berdiri sendiri, dan tidak hanyut oleh pengaruh negara lain.
Bila demikian halnya, maka supervisor akan berada diantara sebagian alat Negara dan sebagai professional. Karena itu disarankan peranan supervisor sebagai berikut:
1. Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan lain
2. Memonitor penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar.
3. Merencanakan program untuk populasi pendidikan yang baru.
4. Mengembagkan program yang baru untuk jabatan baru yang mungkin muncul
5. Mengkombinasikan program yang diajukan pemerintah, perdagangan dan industri
6. Menilai dan meningkatkan pengertian gaya kehidupan
7. Memilih inovasi yang konsisten dengan masa yang akan datang.
Ramalan yang sifatnya menjangkau terlalu jauh kepada masa yang akan datang seringkali tidak tepat. Pengajaran dengan mesin yang diramalkan pada tahun 1960-an akan menguasai dunia pendidikan, ternyata hal itu tidak terjadi sampai sekarang (Robbins, 1982 hal.152). Oleh sebab itu membuat ramalan dalam bidang supervisi pendidikan, khususnya di Indonesia, tidak perlu menjangkau terlalu kedepan. Cukup setiap awal pelita (pembangunan lima tahun) merumuskan model supervisi yang baru atau diperbaharui berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lampau dan antisipasi satu pelita. Model ini pula dapat direvisi.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perkembangan Supervisi sudah ada pada sebelum abad 18 dan 19. Tugas para supervisor pada abad 18 hanya menitikberatkan pada mengawasi sekolah saja. Akan tetapi pada abad 19 tugas para supervisor sudah meningkat, yaitu tidak hanya mengontro; dan mencatat kesalahan guru, tidak lagi bersikap otoriter dan otokratis akan tetapi juga memperhatikan karakteristik individualitas masing-masing guru .
Supervisi modern adalah supervisi yang memperhatikan antara hubungan personalia sekolah, menghargai dan menghayati kepribadian, bakat dan kemampuan mereka masing-masing. Penghargaan dan pengetahuan ini merupakan suatu strategi dalam membina profesi mereka sebagai pendidik, yang dilakukan dengan metode intelegensi praktis yang bersifat demokratis. Supervisi dilakukan dengan cara komprehensif, yaitu dengan cara menyamakan prinsip-prinsip yang di pakai dalam proses belajar mengajar dan prinsip-prinsip materi dengan baik secara vertical maupun secara horizontal.
Perbandingan supervisi tradisional dengan supervisi modern yang ia kutip dari Burton dan Brueckner (1978 hal. 12) supervisi tradisional adalah :
(1) meginspeksi,
(2) terpusat pada guru ,
(3) berkunjung dan berdiskusi,
(4) perencanaan yang sederhana,
(5) memergoki dan otoriter
(6) biasanya satu orang.
Sedangkan supervise modern ialah
(1) pragmatis dan menganalisis,
(2) terpusat pada tujuan, materi, teknik, guru, siswa, dan lingkungan,
(3) melaksanakan beraneka ragam fungsi,
(4) Perencanaan dan organisasi yang jelas dengan tujuan yang khas,
(5) memotivasi dan bekerja sama,
(6) oleh orang banyak.
Karakteristik supervisi modern ada 3 macam, yaitu :
1. menciptakan dan mempertahankan antar hubungan yang memuaskan diantara semua anggota staf.
2. Demokratis
3. Komprehensif.
Perkembangan supervisi mendatang dipengaruhi oleh 2 sudut pandang, yaitu sudut pandang professional guru yang terpusat pada perkembangan pada pendidik dan sudut politik negara.
Bila demikian halnya, maka supervisor akan berada diantara sebagian alat Negara dan sebagai professional. Karena itu disarankan peranan supervisor sebagai berikut:
1. Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan lain
2. Memonitor penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar.
3. Merencanakan program untuk populasi pendidikan yang baru.
4. Mengembagkan program yang baru untuk jabatan baru yang mungkin muncul
5. mengkombinasikan program yang di ajukan pemerintah, perdagangan dan industri
6. menilai dan meningkatkan pengertian gaya kehidupan
7. Memilih inovasi yang konsisten dengan masa yang akan datang.
B. KRITIK DAN SARAN
Dalam makalah ini tentunya banyak kesalahan dan kekurangan, baik dalam segi penulisan dan pemilihan kata-kata. Maka kami sebagai manusia biasa meminta kepada para pembaca agar tidak segan-segan memberikan saran dan kritik yang tentunya bisa menambah kemajuan kami dalam hal menuntut ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa dan Negara Indonesia. Semoga makalah ini menambah wawasan para pembaca dan juga bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
1. Alipandie, Imansjah, Didaktik Metodik Pendidikan Umum, Surabaya: Usaha Nasional,1984,cet.1
2. Ismail SM., Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang : RaSAIL Media Group, 2009, cet.4
3. Ngalim, Purwanto, Drs.M, 1987, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung
4. Sagala, Syaiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung : CV. ALFABETA, 2008, cet. 4.
5. Sahertian, Piet A., Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia, Jakarta : PT RINEKA CIPTA, 2008, Cet. 4.
6. http://denovoidea.wordpress.com/2009/02/23/supervisi-pengajaran-antara-konsep-dan-praktik/
7. http:// Chenly Waworuntu.Blogspot.com/2011/04/01/Pola-Supervisi-Pendidikan- Sejarah-Perkembangan-Supervisi.htm
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Proses pendidikan di dunia ini sudah lama berlangsung. Sebenarnya pendidikan itu sudah ada sejak manusia itu ada. Sebab dari hakekat manusia kita sudah tahu, manusia sudah tidak bisa tumbuh dan berkembang oleh dirinya dan untuk dirinya sendiri. Sejak bayi anak itu sudah membutuhkan pertolongan dari orang tua dan sanak familinya agar dapat berkembang dengan baik. pada masa kanak-kanak mereka juga ditolong oleh orang lain dalam lingkungannya, begitu juga menjelang dewasa mereka tetap mendapat pertolongan dari anggota–anggota masyarakat yang lebih luas untuk meyempurnakan perkembangannya. Macam-macam pertolongan itu disadari atau tidak oleh anak bersangkutan adalah merupakan pendidikan untuk membantu mengembangkan dirinya.
Membangun peradaban sebuah bangsa pada hakikatnya adalah pengembangan watak dan karakter manusia unggul dari sisi intelektual, spiritual, emosional, dan fisikal yang dilandasi oleh fitrah kemanusiaan. Fitrah adalah titik tolak kemuliaan manusia, baik sebagai bawaan seseorang sejak lahir atau sebagai hasil proses pendidikan.
Pada hakikatnya, pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Oleh karena itu, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan proses pendewasaan diri manusia itu sendiri serta selain itu pendidikan juga merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia. Kemudian, pada satu fokus yang lebih khusus yaitu pendidikan formal, manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani hidup dan menghadapi kenyataan hidup dimana didalam pendidikan formal dalam hal ini adalah sekolah menjadi suatu jenjang yang mungkin memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia. Kemudian dalam pendidikan sekolah itu, manusia juga selain melatih kedewasaan juga mengasah intelektualitasnya dan kompetensinya dalam tanggung jawab dan kesadaran.
B. TUJUAN MAKALAH
1. Menjelaskan sejarah perkembangan Supervisi pada abad 18 dan 19
2. Menjelaskan perkembangan Supervisi pada zaman sekarang.
3. Menjelaskan perkembangan Supervisi pada masa mendatang.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah perkembangan Supervisi pada abad 18 dan 19 ?
2. Bagaimana perkembangan Supervisi pada zaman sekarang ?
3. Bagaimana prospek perkembangan Supervisi pada masa mendatang ?
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Perkembangan Supervisi
A. Supervisi pada masa-masa awal
Proses pendidikan di dunia ini sudah lama berlangsung. Sebenarnya pendidikan itu sudah ada sejak manusia itu ada. Pada zaman Yunani kuno sistem pendidikan yang sifatnya sistematis seperti sekarang belum ada, yang ada ialah pendidikan yang bersifat individual. Nampaknya inisiatif untuk belajar timbul dari individu-individu yang ingin mengetahui sesuatu. Satu-satunya materi yang dibutuhkan untuk dipelajari adalah pelajaran untuk menulis ini yang terjadi sekitar 500 tahun sebelum masehi. Kemudian pada tahun 400 sampai 350 tahun sebelum Masehi materi pelajaran di tambah dengan belajar membaca. Jadi yang dipelajari pada waktu itu adalah membaca dan menulis. yang mengajar bukanlah guru-guru, melaikan tutor, yang menuntut keterampilan untuk melatih para siswa untuk menulis dan membaca.
Pendidikan mendapat perhatian yang sangat penting ialah pada zaman Sparta. Pemerintah pada waktu itu sudah menyadari akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa dan negara. Pendidikan bertugas mengembangkan, mempertahankan, dan melindungi Negara. Menyadari akan pentingnya pendidikan timbullah supervisor yang disebut Paidonomous. Guru dan tutor tidak ada. Yang melatih para siswa ialah para supervisor itu dengan hak kontrol yang absolut.
Pada zaman Athena pendidikan lebih maju dan lebih dihargai dari pada zaman-zaman sebelumnya. Perhatian dicurahkan pada pengembangan profesi dan spesialis. Terjadilah pertemuan-pertemuan guru dengan siswa untuk mendiskusikan sesuatu, pemikiran-pemikiran filsafat pun muncul. Ahli-ahli pikir yang terkenal pada zaman itu ialah Socrates, Plato, dan Aristoteles. Kerajaan Romawi mewarisi kebudayaan Yunani yakni kesenian, ilmu, dan pendidikan maju dengan pesat. Sekitar tahun 140 sebelum Masehi didirikan sekolah Grammar yang mempelajari bahasa latin. Grammar dipandang mampu atau sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan daya pikir dan logika para siswa. Begitu pula pada zaman ini perbaikan-perbaikan pengajaran dan kurikulum sudah dimulai.
Pada zaman pertengahan disamping sekolah Grammar dan Sekolah Catechimus (agama) didirikan pula Sekolah Membaca dan menulis tingkat dasar. Nampaknya ada usaha dari pemerintah untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat umum. Pada zaman ini supervisi diberikan kepada sekolah-sekolah sebagai lembaga pendidikan dan guru-guru sebagai pelaksanaan pendidikan. Ada dua macam supervisi pada zaman pertengahan, yaitu supervisi dari pihak negara dan supervisi dari pihak agama. Supervisi dari pihak negara bertujuan membina sekolah beserta aktivitas-aktivitasnya agar sejalan dengan keinginan dan garis yang di berikan oleh negara. Sedangkan supervisi dari pihak agama yang bertugas dari kalangan agama berkewajiban membina atau mengawasi materi pendidikan agama dan moral. Kedua macam supervisi ini tidak banyak memperhatikan kualitas pengajaran dan kondisi pendidikan.
Supervisi pendidikan pada zaman revolusi kaum protestan sekitar tahun 1600 mempunyai tujuan tersendiri sesuai dengan kondisi pada waktu itu. Para Supervisor diberi tugas oleh para pengelolah pendidikan untuk membantu mencetak ahli-ahli yang sanggup mengadakan pertentangan suci kepada para filosuf dan ahli teologi Katolik.
Sejalan dengan perkembangan supervisi pendidikan di Negara-negara Eropa, di Amerika Serikat pun mengalami perkembangannya yang lamban. Pada abad-17 mula-mula banyak pengusaha kota yang menolak kehadiran supervisor. Rupanya sekolah-sekolah tidak mau dicampuri oleh orang luar, mereka takut kalau otoritasnya berkurang, tetapi kemudian kapala-kepala sekolah itu mau menerima mereka dengan catatan nama supervisor diganti dengan guru super. Dengan nama baru ini mungkin dimaksudkan agar guru-guru super ini tetap berada di bawah hirarki kepala sekolah. Perkembangan selanjutnya ialah hanya kepala-kepala sekolah yang sudah senior/professional saja yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan supervisi. Tetapi dengan besarnya pendirian sekolah-sekolah baru pada abad ke-19, para supervisor dan kepala sekolah yang senior/professional ini tidak dapat melakukan tugas terhadap begitu banyak sekolah. Akhirnya supervisi diserahkan kepada kepala-kepala sekolah namun tugas utama mereka tetap mengurusi ketatausahaan dan menegakan disiplin, sedangkan supervisi adalah sebagai tugas terakhir.
B. Supervisi pada abad ke-18
Supervisi pada abad ke-18 dilakukan oleh panitia kantor atau panitia sekolah atau anggota-anggota badan pendidikan. Mereka ini diangkat karena kemahiran-kemahiranya akan metode-metode mengajar. Pada waktu-waktu tertentu mereka datang berkunjung ke sekolah untuk melihat guru-guru mengajar. Mereka melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah, karena itu muncul istilah inspektur bagi mereka. Tugas mereka adalah untuk megetahui sampai di mana kepandaian guru-guru itu mengajar, bukan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan yang dibuat oleh para guru.
Namun para supervisor ini hanya merupakan alat pencatat saja bagi kepentingan atasannya, mereka hanya menulis apakah guru-guru itu sudah bekerja dengan benar atau masih salah. Hal itu mudah dikerjakan sebab apa yang patut dilakukan guru sudah ditentukan sejak awal. Setiap sekolah sudah mempunyai aturan-aturan dan standar yang harus dilakukan. Tugas supervisor adalah mengontrol sekolah apakah sekolah itu sudah melaksanakan aturan dan standar itu atau belum. Bila ternyata guru melakukan kekeliruan, supervisor hanya mengeritik dan menegur saja, tidak menunjukan bagaimana memperbaiki diri. Nampaknya kreatif guru juga kurang dihargai dan diperhatikan.
Kontrol pendidikan seperti ini juga dirasakan di Indonesia di abad itu. para guru umumnya merasa takut bila didatangi supervisor yang lebih dikenal sebagai kontroler. Mereka sering datang tiba-tiba, dengan tidak memberitahukan terlebih dahulu. Mereka yang sebagian besar terdiri dari penjajah bangsa Belanda secara penampilan sudah menakutkan. Kontrol seperti ini dapat membuat sekolah berdisiplin tinggi, tetapi kreativitas guru-guru atau sekolah cenderung mati. Yang melakukan supervisi di Amerika Serikat ialah kebanyakan orang-orang yang menjadi anggota organisasi pendidikan atau orang-orang yang cinta akan pendidikan, mereka itu terdiri dari para pendeta, pengawas sekolah, para wali siswa, orang-orang pilihan, warga negara tertentu dan anggota panitia. Tugas mereka melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah dengan perhatian utama ditujukan kepada efektivitas pengajaran yaitu: menulis, membaca dan menghitung. Sebagai pecinta pendidikan bukan ahli mendidik, mereka diragukan apakah dapat memperbaiki pengajaran atau tidak.
C. Supervisi pada abad ke-19
Pada abad ke-19 kedudukan Pengawas sekolah sudah meningkat. Mereka secara resmi dikatakan supervisor sekolah. mereka pada umumnya adalah para pegawai kantor pengawas pendidikan yang di Indonesia dapat disamakan dengan Kantor Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kecamatan. Hal ini disebabkan karena mereka kini sudah berkembang menjadi orang-orang professional. Dengan demikian supervisi pada abad ke-19 sudah bersifat professional.
Tugas para supervisor pada abad ini tidak lagi hanya mengontrol dan mencatat kesalahan guru, tidak lagi bersifat otokrasi, melainkan berangsur-angsur memperhatikan individualitas guru, kewajiban supervisor semakin meluas. Kini tugas mereka adalah memperbaiki proses pendidikan, menunjukkan kepada guru bagaimana mengajar dengan baik, membimbing guru serta memberikan kesempatan mengeluarkan pendapat dan berdiskusi. Guru-guru yang memiliki kemampuan kurang dan guru-guru yang baru selesai study dibantu lewat penataran . Dalam hal ini supervisor bertindak sebagai penyelenggara, sedangkan menatar dilakukan oleh orang-orang yang lebih ahli (spesialis-spesialis). Sifat penataran sebagian besar ditekankan kepada memberikan contoh-contoh nyata sebagai guru dengan aktivitas-aktivitasnya yang baik (Lucio, 1979, 4-5). Para penatar akan dicontoh kepribadiannya, cara membawa diri dalam proses belajar mengajar, caranya mengajar, membimbing para siswa, menilai dan sebagainya.
Supervisi pada abad ke-19 sudah dipandang penting bagi kemajuan pengajaran. Oleh sebab itu supervisor lebih diatas tingkatannya dari kepalah sekolah. Kedudukan supervisor lebih ditonjolkan karena kewajibannya dipandang lebih utama dari pada kewajiban kepala sekolah yaitu memperbaiki, mempertahankan, dan mengawasi proses pendidikan. Namu demikian keduanya baik supervisor ataupun kepala sekolah melaksanakan fungsi supervisi. Tetapi supervisi dari kepala sekolah tidak begitu lancar disebabkan oleh tugas-tugas ketatausahaan sekolah. Pada abad ini supervisor-supervisor spesialis sudah mulai dikembangkan seperti ahli dalam bidang kurikulum, ahli dalam administrasi, ahli dalam keuangan dan sebagainya. Teknik-teknik supervisi juga mulai dikembangkan dan ditingkatkan, termasuk teknik pembinaan guru yang bersifat manusiawi. Karena itu pada akhir abad ini supervisi di pandang sebagai fungsi demokrasi.
D. Supervisi Ilmiah
Revolusi teknologi dan revolusi industri yang terjadi pada abad 18 dan 19 membuat perubahan pada dunia produksi, perdagangan, manajemen, dan juga di dunia pendidikan. Pada tahun 1911 Fredrick Tylor yang di pandang sebagai bapak manajemen ilmiah menerbitkan buku yang berjudul “Principle Of Scientific Management” (Robins, 1982 hal.36) prinsip-prinsip manajemen tersebut adalah
(1) Setiap elemen kerja para petugas harus dilakukan secara ilmiah
(2) Seleksi dan latihan petugas harus dilakukan secara ilmiah,
(3) Kerja sama manajemen dengan pekerja mengikuti metode ilmiah
(4) Ada kesamaan antara manajer dan pekerja.
Dari prinsip-prinsip tersebut dapat dipahami bahwa manajemen ilmiah menghendaki tiap pekerja mengerjakan sesuatu yag sudah ditentukan dengan jelas dan dengan cara yang sudah dipahami secara jelas pula. Sejalan dengan prinsip manajemen ilmiah tersebut di atas Max Weber mengembangkan struktur organisasi yang dia sebut birokrasi dengan ciri-ciri sebagai berikut (hoy, 1987 hal. 52):
(1) Spesialisasi
(2) Orientasi Imperonal
(3) Hirarki Otoritas,
(4) Peraturan-peraturan
(5) Orientasi prestasi kerja.
Organisasi pendidikan pada waktu itu diwarnai oleh prinsip-prinsip tersebut. Sekolah-sekolah membuat peraturan-peraturan yang ketat, tugas-tugas dibuat secara mendetail dan sejelas mungkin, komunikasi diatur menurut garis yang sudah di tentukan, kontrol diadakan terhadap cara bekerja dengan prestasi, kerja menurut kriteria tertentu dan hubungan atasan dengan bawahan menjadi fomal. Supervisi sebagai sub system pendidikan sudah tentu mengikuti prinsip-prinsip tersebut. Dalam hal ini tugas supervisi dikhususkan pada pembinaan guru-guru. Supervisor berpegang pada tujuan sekolah, koordinasi, metode belajar, kualifikasi guru dengan segala aktivitasnya yang sudah ditentukan kualitasnya secara jelas. Sebelum muncul manajemen ilmiah tidak ada ketentuan yang pasti atau patokan yang bisa dipakai pegangan oleh para supervisor. Kini mereka mengontrol segala aktivitas yang dilakukan oleh guru-guru, mencocokan dengan jadwal kerja, metode mengajar, kepribadian dengan peraturan yang sudah digariskan. Mencocokan prestasi kerja atau hasil belajar para siswa dengan standar prestasi yang sudah di sediakan. Serta memberi insentif kepada guru-guru yang berprestasi.
Supervisor berusaha meningkatkan cara bekerja guru-guru. Mereka diberi gambaran tentang kuaifikasi guru yang dicita-citakan. Mereka dimotivasi dan dihimbau untuk mengejar cita-cia itu. Suatu cita-cita tentang perilaku, ketrampilan dan cara kerja yang sudah jelas wujudnya. Salah satu alat untuk memacu mengejar cita-cita adalah dengan insentif. Insentif itu dapat berupa materi, promosi dan penghargaan sosial.
Tugas utama supervisor ilmiah adalah mencari undang-undang atau peraturan dan melaksanakan peraturan-peraturan tersebut kepada guru-guru (Lucio, 1979 hal 8-9). Hal ini masuk akal, sebab organisasi sekolah melakukan semua operasinya berupa administrasi sekolah tidak boleh melakukan administrasi di luar peraturan-peraturan yang sudah disahkan. Begitu pula mengenai administrasi yang menyangkut aktivitas guru-guru atau cara-cara guru mengajar siswanya tidak boleh menyimpang dari undang-undang tentang perilaku guru, hubungan guru dengan siswa dan cara guru membimbing siswa belajar. Contoh undang-undang atau pearaturan-peraturan yang dicari antara lain:
1. Berapa jam belajar teori perminggu dan berapa jam praktek.
2. Metode-metode mengajar mana yang cocok dipakai di kelas siswa yang memiliki kemampuan rendah dan metode yang mana cocok dipakai untuk kelas yang memiliki kemampuan lebih.
3. Kecocokan metode mengajar dengan bidang studi
4. Bagaimana prosedur belajar dan mengajar yang baik
5. Macam-macam alat evaluasi yang diperlukan dan seterusnya.
Tidak ada hak bagi guru dan supervisor merevisi atau mengingkari undang-undang, tetapi bukanl pula undang-undang itu sendiri menjadi tujuan utama pendidikan, tujuan utama pendidikan adalah perkembangan peserta didik itu sendiri.
Supervisi ilmiah mempunyai kaitan dengan supervisi spesialis. Sebab supervisi ilmiah diilhami oleh revolusi industri yang sangat memperhatikan pengkhususan-pengkhususan dan diperkuat prinsip spesialisasi Weber. Jadi supervisi pada waktu itu sudah memandang perlu ada supervisor-supervisor spesialisasi. Tetapi spesialisasi-spesialisasi yang diadakan pada waktu itu masih terbatas, mugkin karena diferensiasi bidang studi belum sebesar sekarang. Yang disiapkan oleh departemen-departemen supervisi itu ialah (lucio, 1979 hal. 6):
1. Spesialis atau kepala bidang studi bahasa
2. Spesialis atau kepala bidang studi matematika
3. Spesialis atau kepala bidang studi ilmu sosial
4. Spesialis atau kepala bidang studi sains
Dengan adanya supervisor spesialis ini timbullah problem dengan kepala sekolah dalam menangani bidang studi tertentu di sekolah. Problem itu berupa kesulitan menentukan otoritas, fungsi dan prosedur kerja. Siapakah diantara keduanya lebih berwewenang menangani guru-guru apakah prosedur kerja yang ditempuh oleh keduanya sama.
John D. McNeil (1982) , menyatakan bahwa terdapat tiga pandangan mengenai supervisi ilmiah sebagai berikut :
Pertama, supervisi ilmiah dipandang sebagai kegiatan supervisi yang dipengaruhi oleh berkembangnya manajemen ilmiah dalam dunia industri. Menurut pandangan ini, kekurangberhasilan guru dalam mengajar, harus dilihat dari segi kejelasan pengaturan serta pedoman- pedoman kerja yang disusun untuk guru. Oleh karena itu, melalui pendekatan ini, kegiatan mengajar harus dilandasi oleh penelitian, agar dapat dilakukan perbaikan secara tepat.
Kedua, supervisi ilmiah dipandang sebagai penerapan penelitian ilmiah dan metode pemecahan masalah secara ilmiah bagi penyelesaian permasalahan yang dihadapi guru didalam mengajar. Supervisor dan guru bersama-sama mengadopsi kebiasaan eksperimen dan mencoba berbagai prosedur baru serta mengamati hasilnya dalam pembelajaran.
Ketiga, supervisi ilmiah dipandang sebagai democratic ideology. Maksudnya setiap penilaian atau judgment terhadap baik buruknya seorang guru dalam mengajar, harus didasarkan pada penelitian dan analisis statistik yang ditemukan dalam action research terhadap problem pembelajaran yang dihadapi oleh guru. Intinya supervisor dan guru harus mengumpulkan data yang cukup dan menarik kesimpulan mengenai problem pengajaran yang dihadapi guru atas dasar data yang dikumpulkan. Hal ini sebagai perwujudan terhadap ideologi demokrasi, dimana seorang guru sangat dihargai keberadaannya, serta supervisor menilai tidak atas dasar opini semata.
Keempat, pandangan tersebut tentunya sampai batas tertentu saat ini masih relevan untuk diterapkan. Pandangan bahwa guru harus memiliki pedoman yang baku dalam mengajar, perlu juga dipertimbangkan. Demikian pula pendapat bahwa guru harus dibiasakan melakukan penelitian untuk memecahkan problem mengajarnya secara ilmiah, dapat pula diadopsi. Pandangan terakhir tentunya harus menjadi landasan sikap supervisor, dimana ia harus mengacu pada data yang cukup untuk menilai dan membina guru.
E. Supervisi Manusiawi
Pada tahun 1920 banyak protes diajukan terhadap metode dan kurikulum yang diberikan secara otoriter dari para administrator sekolah. Mereka tidak setuju kalau semua prinsip pendidikan ditentukan sendiri oleh pimpinan. Hasil studi Hawthrone (Hoy 1979 hal.9) menunjukan sosial para pekerja (guru-guru) yang baik akan meningkatkan keakraban kerja. Kelompok ini akan membentuk struktur sosial yang informal dengan norma, nilai dan kesensitivannya yang semuanya memberi efek kepada perfomannya. Para penganut aliran ini tidak setuju memperalat guru untuk mencapai maksud atasan. Mereka percaya bahwa kepala sekolah, supervisor dan guru-guru bersama mempunyai kemauan dan bertanggungjawab terhadap pengembangan pendidikan. Guru-guru perlu dihormat. Dan hubungan baik secara vertical maupun secara horizontal di sekolah perlu dikembangkan. Dengan demikian diharapkan guru-guru akan lebih berprestasi dan akan berdampak positif bagi peserta didik.
Tugas supervisor bukanlah mencari undang-undang atau peraturan yang akan dilaksanakan di sekolah serta mengontrol guru agar menepati undang-undang itu. Tugas supervisor bukan menginspeksi guru-guru, melainkan membimbing mereka. Supervisi adalah suatu proses pengembangan kompetensi guru secara maksimum sesuai dengan tingkat kemampuannya, sehingga mencapai tingkat efisiensi kerja yang lebih tinggi. Mereka didorong untuk berkembang, mereka dimotivasi untuk berinisiatif, mereka diajak berpartisipasi menentukan kebijakan sekolah. Pandangan, pendapat dan pikiran mereka dimanfaatkan. Dengan demikian tugas supervisor adalah menciptakan iklim sekolah yang santai dan memperluas partisipasi dikalangan personalia sekolah (Lucio 1979 hal.11), disamping itu juga tugas memperbaiki staf pengajar. Yang dimaksud dengan iklim sekolah yang santai adalah suatu iklim yang tidak tegang akibat kontrol yang ketat untuk melaksanakan aturan-aturan sekolah secara tepat, melainkan suatu bentuk hubungan kerja sama yang fleksibel, dapat berdisiplin bila suasana membutuhkan dan tidak formal bila dikehendaki.
Model supervisi ini menunjukan adanya kepemimpinan bersama diantara personalia sekolah dengan cara berpartisipasi bersama untuk memajukan pengajaran. Hal ini bisa dicapai dengan efektif, bila ada kemampuan pada masing-masing personalia sekolah untuk menganalis diri sendiri, Syarat ini sulit dicapai mengingat keterbatasan-keterbatasan individu, tidak semua individu mempunyai kemampuan melaksanakan hal itu pada dirinya.
F. Supervisi pada zaman sekarang
Supervisi ini mempunyai ciri-ciri dinamis dan demokratis yang merefleksikan vitalitas pemahaman kepemimpinan yang berbobot (Neagly, 1980 hal.1). Lebih jauh karakteristik supervisi modern dikatakan sebagai berikut.
Pertama, menciptakan dan mempertahankan antar hubungan yang memuaskan diantara semua anggota staf. Kondisi seperti ini merupakan dasar yang paling utama dalam melaksanakan supervisi. Sebab supervisi adalah merupakan suatu proses yang menyangkut aktivitas-aktivas individu didasari oleh pengenalan dan hubungan yang akrab.
Kedua ialah demokratis, istilah demokratis dikatakan mencerminkan dinamika, dapat mengerti dan memahami, sensitif, dan memegang peranan kepemimpinan.
Supervisi yang dinamis ialah supervis yang aktif, kreatif, dan banyak inisiatif dalam melaksanakan fungsinya. Suatu supervisi yang tidak hanya mengamati, mengontrol, mengeritik dan menilai saja tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Supervisi seperti ini ikut merencanakan agar proses belajar mengajar memberi hasil yang baik, membantu menciptakan kondisi belajar yang baik, memonitoring guru-guru agar tidak sampai terlanjur jauh berbuat salah, mencari sebab sebuah kesalahan, memberi saran dan membimbing. Supervisor tidak hanya mencari kesalahan guru, tidak pula hanya memperbaiki kesalahan guru, tetapi juga berusaha mengadakan preventif agar guru-guru sedikit mungkin berbuat salah. Hal ini dilakukan dengan bermacam-macam cara sesuai problem yang dihadapi, itulah sebabnya mengapa supervisor itu perlu aktif, kreatif dan berinisiatif.
Untuk mempermudah pelaksanaan tugas, supervisor perlu mengerti atau memahami kepribadian setiap guru. Setiap guru dan personalia sekolah memiliki kepribadian yang unik. Supervisor harus memahami keunikan setiap individu yang dibinannya. Pemahaman terhadap individu merupakan strategi bagi supervisor dalam aksinya mempengaruhi, mengarahkan dan memotivasi individu tersebut. Setiap guru membutuhkan teknik pembinaan tersendiri sesuai keunikan mereka masing-masing.
Supervisor juga membutuhkan kesensitivan dalam berkomonikasi dengan guru dan juga harus peka agar cepat tahu apa permasalahan yang dihadapi oleh guru. Pengetahuan ini memberikan jalan baginya untuk mengatur strategi lebih lanjut.
Supervisor dengan kepemimpinannya akan berusaha mengadakan kerjasama dengan guru-guru dan personalia sekolah lainnya dalam usaha meningkatkan proses belajar mengajar disekolah. Supervisor berusaha menciptakan suasana kondusif, sehingga memungkinkan saling memberi dan saling menerima. Dalam situasi seperti ini tidak ada satupun yang mendominasi kelompok. Setiap anggota kelompok merasa berharga bisa dihargai dan diperhatikan. Situasi dan perasaan seperti ini memungkinkan penyelesaian suatu masalah atau diskusi bisa berjalan lancar.
Supervisi secara demokratis tersebut di atas tidak mudah dipraktekkan. Dalam pertemuan-pertemuan pendidikan antara atasan sebagai supervisor dengan bawahan di Indonesia sangat langkah dijumpai proses demokrasi. Pada umumnya kelompok masih didominasi oleh pemimpin. Hal ini dibenarkan oleh hasil penelitian Beeby (1979, Hal. 86) yang mengatakan bahwa sikap guru–guru di Indonesia bersifat tradisional yang otoriter, yaitu menunggu instruksi atasan untuk mengadakan perubahan.
Ketiga adalah komprehensif. Suatu yang supervisi berlangsung dari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah tingkat atas yang mencangkup beberapa sekolah untuk wilayah tertentu. Bentuk dan isi supervisi untuk tingkat-tingkat sekolah itu tidak boleh berbeda-beda. Kesamaan ini dimaksudkan untuk menjamin kontinuitas kurikulum sekolah dari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah tingkat atas. Hal ini akan memudahkan para siswa mengembangkan diri melalui kurikulum tersebut. Cukup sulit bagi siswa kalau ia sudah biasa belajar dengan cara bervariasi beralih ke cara yang monoton misalnya. Itulah sebabnya perlu diusahakan kesamaan metode belajar mengajar dari tingkat sekolah yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.
Kesamaan metode belajar mengajar disini tidak sama persis untuk semua tingkat sekolah dan semua bidang studi melainkan yang sama adalah prinsipnya. Misalnya semua menggunakan prinsip Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sehingga belajar dari siswa dari tingkat sekolah ke tingkat yang lain menjadi lancar karena sudah biasa dengan KTSP. Begitu pula materi yang dipelajari secara prinsip sama yaitu dapat menunjang pembentukan manusia seutunya, hanya tingkat kesukaran yang perlu berbeda. Selain komprehensif ditujukan kepada kurikukulum, juga komprehensif terhadap personalia sekolah mencangkup kepalah sekolah, para guru, para pegawai tatausaha dan para siswa diarahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan.
Mark membuat perbandingan supervisi tradisional dengan supervisi modern yang ia kutip dari Burton dan Brueckner (1978 hal. 12) yaitu supervisi tradisional adalah (1) meginspeksi, (2) terpusat pada guru , (3) berkunjung dan berdiskusi, (4) perencanaan yang sederhana, (5) memergoki dan otoriter dan (6) biasanya satu orang. Sedangkan supervise modern ialah (1) pragmatis dan menganalisis, (2) terpusat pada tujuan, materi, teknik, guru, siswa, dan lingkungan, (3) melaksanakan beraneka ragam fungsi, (4) Perencanaan dan organisasi yang jelas dengan tujuan yang khas, (5)memotivasi dan bekerja sama, dan (6) oleh orang banyak. Perbandingan ini memperjelas apa yang dimaksud dengan supervisi yang bersifat komprehensif. Ini merupakan karakteristik terakhir dari supervisi modern menurut pandangan Neagley.
Sergiovani membedakan supervisi tradisional dengan supervisi modern dari segi perlakuan terhadap personalia sekolah yang dia sebut sebagai variable perantara (mediating variables). Supervisi tradisional tidak memakai variable ini sebaliknya supervisi modern menggunakannya dan lebih berhasil.
Ada tiga variable dalam hubungan dengan supervisi pendidikan. Variabel-variabel tersebut ialah variable awal (initiating variables) yang mencangkup:
1. Supervisor yang memegang referensi untuk teman-temannya, para bawahan dan dirinya sendiri.
2. Pola-pola perilaku administrasi dan supervisi
3. Elemen-elemen struktur organisasi
4. Sistem otoritas
5. Tujuan sekolah dengan pola untuk mencapainya
Variabel kedua ialah variable perantara yang mencangkup:
1. Sikap guru dan personalia sekolah lainnya terhadap jabatan dan antar hubungan mereka.
2. Tingkat kepuasan bekerja.
3. Komitmen staf terhadap tujuan sekolah.
4. Gambaran tujuan sekolah yang dimiliki oleh guru-guru.
5. Tingkat kesetian guru-guru.
6. Kepercayaan dan keakraban antar personalia sekolah.
7. Kemauan untuk mengontrol kepercayaan tersendiri.
8. Fasilitas untuk berkomunikasi.
Variabel yang ketiga ialah variable kesuksesan sekolah yang mencakup:
1. Tingkat performan guru-guru dan personalia sekolah lainnya.
2. Tingkat performan para siswa.
3. Tingkat perkembangan dan pertunbuhan para siswa.
4. Peningkatan organisasi personalia sekolah.
5. Laju presensi dan absensi staf.
6. Laju absensi dan drop out para siswa.
7. Kualitas hubungan sekolah dengan masyarakat.
8. Kualitas hubungan personalia sekolah.
Dikatakan lebih lanjut bahwa supervisi tradisional hanya mengejar kesuksesan jangka pendek saja, dengan bertitik tolak pada variable awal tanpa mengihiraukan variable perantara. Itulah sebabnya kesuksesan mudah lenyap sebab semangat pelaksana-pelaksananya mudah pudar.
Menyadari kelemahan supervisi tradisional tersebut, maka supervisi modern meletakkan kunci pengeraknya pada organisasi personaliannya yaitu para pelaksana yang dikatakan sebagai variable perantara, walaupun diakui bahwa variable ini juga dipengaruhi dan ditentukan oleh variable awal. Variable yang terdiri dari sikap, kepuasan bekerja, komitmen, kesetiaan dan sebagainya merupakan dasar dedikasi seorang guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Menyadari hal ini, yang pertama-tama ditangani oleh supervisor modern adalah organisasi personalia sekolah yaitu orang-orang yang melaksanakan pendidikan itu. Dengan cara ini mungkin kesuksesan pendidikan tidak segera akan nampak tetapi secara berangsur-angsur dalam jangka panjang sangat mungkin akan tercapai. Lagi pula kesuksesan seperti itu akan lama bertahan bahkan cara ini dapat dipandang sebagai strategi untuk melestarikan kesuksesan pendidikan.
Lucio menyebutkan cara mengembangkan proses belajar mengajar sendiri sebagai metode intelegensi praktis (1979 hal. 13-18). Suatu metode sendiri yang dicari dilapangan dengan penelitian-penelitian dan diskusi-diskusi dengan teman guru. Kebenaran metode ini harus ditest untuk membantu siswa belajar secara efektif. Metode ini dia pertentangkan dengan metode rasional, yang bertitik tolak pada logika bukan pada fenomena empiris yang ada di lapangan. Metode kedua ini memandang ilmu yang membicarakan proses belajar mengajar sudah siap pakai, tidak perlu direvisi. Guru yang akan memakainya tinggal memasangkan medan tempat belajar dan materi yang dipelajari siswa dengan salah satu metode yang sudah ada. Alat yang dipandang paling ampuh untuk mencocokkan medan dengan metode itu adalah logika guru.
Bila metode intelegensi praktis yang akan dipilih untuk menimbulkan kegairahan guru mengajar, konsekuensinya ialah para supervisor harus mampu membimbing para guru cara menentukan metode-metode belajar mengajar yang baru. Cara itu mengikuti metode analisis ilmiah yang dipelopori oleh Jhon Dewey, yaitu dengan mengajukan hipotesis dan menginterprestasikan, akhirnya merumuskan metode baru.
Misalnya guru ingin menemukan metode belajar mengajar lingkungan hidup yang efektif, yang dapat membuat para siswa sadar akan pentingnya memelihara lingkungan hidup, paham akan caranya, dan mau melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini supervisor akan memberi kesempatan dan mendorong guru yang bersangkutan untuk mengadakan studi literature untuk membentuk hipotesis, kemudian membuat rancangan eksperimen kecil-kecilan, mengobservasi dan menilai fakta, kemudian menentukan keberhasilan eksperimen tersebut. hasil ini yang akan menentukan apakah metode belajar mengajar yang baru itu bisa dipakai atau tidak.
Dari uraian dapat disimpulkan bahwa supervisi modern adalah supervisi yang memperhatikan antara hubungan personalia sekolah, menghargai dan menghayati kepribadian, bakat dan kemampuan mereka masing-masing. Penghargaan dan pengetahuan ini merupakan suatu strategi dalam membina profesi mereka sebagai pendidik, yang dilakukan dengan metode intelegensi praktis yang bersifat demokratis. Supervisi dilakukan dengan cara komprehensif, yaitu dengan cara menyamakan prinsip-prinsip yang dipakai dalam proses belajar mengajar dan prinsip-prinsip materi dengan baik secara vertical maupun secara horizontal.
Teori supervisi modern tersebut mungkin mengundang pertanyaan, apakah teori itu dapat diterapkan di lapangan dalam arti cocok dengan situasi dan kondisi pada zaman sekarang yang dikatakan sebagai zaman modern ?, Apakah guru-guru bisa dimanfaatkan untuk mengintervensi kemajuan pendidikan ?, apakah semua guru aktif, dinamis, mau bekerja keras tanpa pamri ? Apakah semua besikap professional dalam arti bertekat meningkatkan profesinya setinggi-tingginya ? berapa banyak gurukah yang dapat melepaskan dari adat tradisional otoriter seperti dikemukakan Beeby dalam hasil penelitiannya di Indonesia? berapa banyakkah pemimpin pendidikan mampu melaksanakan prisip demokrasi secara murni dalam rapat-rapat kerja dilingkungan masing-masing?.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui observasi di lapangan sebelum melaksanakan supervisi modern itu. Jawaban pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menentukan apakah supervisi itu bisa dilaksanakan atau tidak. Atau dapat dibentuk model supervisi yang khusus untuk Indonesia. Nampaknya yang dikatakan oleh Robbins bahwa kita atau supervisor tida perlu ketat bercermin kepada teori dalam melaksanakan tugas-tugasnya (1982 hal.102) memang benar. Manfaatkanlah realita yang ada sekarang untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya, yaitu kesuksesan dalam bidang pendidikan.
Bila guru-guru dan personalia sekolah lainnya belum siap melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi karena masih terikat kepada tradisi, bila mereka belum siap brdiri sendiri mengembangkan profesinya, supervisor masih dibenarkan melaksanakan tugas yang bersifat semi otoriter, yang terpenting adalah tujuan pendidikan harus tercapai. Dikatakan semi otoriter sebab secara perlahan-lahan para supervisor perlu menegakkan demokrasi di sekolah-sekolah yang belum menunjukan demokrasinya. Sebab dengan tegaknya demokrasi lebih mudah membina guru mengembangkan profesinya secara mandiri.
G. Kecenderungan supervisi pada masa mendatang
Ada beberapa ramalan tentang bagaimana kemungkinan supervisi pada masa yang akan dating, yakni meninjau supervisi dari sudut professional guru, dan dari sudut politik negara. Atau yang satu melihat kecenderungan supervisi terpusat pada pengembangan profesi pendidik, yang lain melihat kecenderungan itu bertitik pusat pada politik negara.
Kecenderungan-kecenderungan supervisi yang baru dan mungkin akan terus berkembang pada masa akan datang dalam membina para guru disebabkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat. Perkembangan seperti ini akan membuat dunia beserta masyarakatnya akan berubah dengan cepat pula.
Untuk mencapai maksud di atas membutuhkan tipe supervisi yang baru (Marks, 1978, h. 94). Supervisi tersebut lebih mememusatkan dari pada pengembangan profesi dan bakat guru serta memanfaatkannya untuk kepentingan kemajuan pendidikan daripada memberi konsultasi langsung kepada guru-guru, membina agar mereka bisa memimpin diri sendiri, tidak bergantung kepada pengarahan dari luar, dan percaya kepada sumber-sumber pendidikan yang diperoleh sendiri. Supervisor juga menanamkan pengertian program sekolah yang baru kepada guru-guru dalam usaha menyiapkan para siswa menghadapi kehidupan yang semakin keras.
Sementara Marks (1979, h.18) nampak membatasi diri pada dunia pendidikan yang menghubungkan pendidikan dengan situasi dunia sekarang, khususnya dalam bidang politik, Lucia melihat kecenderungan-kecenderungan sekolah pada masa yang akan datang lebih banyak dikontrol oleh negara. Negara memandang pendidikan merupakan suatu alat yang vital untuk menegakkan serta memajukan nusa dan bangsa. Hal ini memang penting bila dihubungkan dengan situasi dunia yang penuh dengan usaha merebut pengaruh dan persaingan kekuatan diantara dua negara raksasa. Pemerintah memandang perlu untuk mengawasi usaha-usaha sekolah agar anggota masyarakat yang diproduksi mampu mempertahankan kedaulatan negara, berdiri sendiri, dan tidak hanyut oleh pengaruh negara lain.
Bila demikian halnya, maka supervisor akan berada diantara sebagian alat Negara dan sebagai professional. Karena itu disarankan peranan supervisor sebagai berikut:
1. Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan lain
2. Memonitor penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar.
3. Merencanakan program untuk populasi pendidikan yang baru.
4. Mengembagkan program yang baru untuk jabatan baru yang mungkin muncul
5. Mengkombinasikan program yang diajukan pemerintah, perdagangan dan industri
6. Menilai dan meningkatkan pengertian gaya kehidupan
7. Memilih inovasi yang konsisten dengan masa yang akan datang.
Ramalan yang sifatnya menjangkau terlalu jauh kepada masa yang akan datang seringkali tidak tepat. Pengajaran dengan mesin yang diramalkan pada tahun 1960-an akan menguasai dunia pendidikan, ternyata hal itu tidak terjadi sampai sekarang (Robbins, 1982 hal.152). Oleh sebab itu membuat ramalan dalam bidang supervisi pendidikan, khususnya di Indonesia, tidak perlu menjangkau terlalu kedepan. Cukup setiap awal pelita (pembangunan lima tahun) merumuskan model supervisi yang baru atau diperbaharui berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lampau dan antisipasi satu pelita. Model ini pula dapat direvisi.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perkembangan Supervisi sudah ada pada sebelum abad 18 dan 19. Tugas para supervisor pada abad 18 hanya menitikberatkan pada mengawasi sekolah saja. Akan tetapi pada abad 19 tugas para supervisor sudah meningkat, yaitu tidak hanya mengontro; dan mencatat kesalahan guru, tidak lagi bersikap otoriter dan otokratis akan tetapi juga memperhatikan karakteristik individualitas masing-masing guru .
Supervisi modern adalah supervisi yang memperhatikan antara hubungan personalia sekolah, menghargai dan menghayati kepribadian, bakat dan kemampuan mereka masing-masing. Penghargaan dan pengetahuan ini merupakan suatu strategi dalam membina profesi mereka sebagai pendidik, yang dilakukan dengan metode intelegensi praktis yang bersifat demokratis. Supervisi dilakukan dengan cara komprehensif, yaitu dengan cara menyamakan prinsip-prinsip yang di pakai dalam proses belajar mengajar dan prinsip-prinsip materi dengan baik secara vertical maupun secara horizontal.
Perbandingan supervisi tradisional dengan supervisi modern yang ia kutip dari Burton dan Brueckner (1978 hal. 12) supervisi tradisional adalah :
(1) meginspeksi,
(2) terpusat pada guru ,
(3) berkunjung dan berdiskusi,
(4) perencanaan yang sederhana,
(5) memergoki dan otoriter
(6) biasanya satu orang.
Sedangkan supervise modern ialah
(1) pragmatis dan menganalisis,
(2) terpusat pada tujuan, materi, teknik, guru, siswa, dan lingkungan,
(3) melaksanakan beraneka ragam fungsi,
(4) Perencanaan dan organisasi yang jelas dengan tujuan yang khas,
(5) memotivasi dan bekerja sama,
(6) oleh orang banyak.
Karakteristik supervisi modern ada 3 macam, yaitu :
1. menciptakan dan mempertahankan antar hubungan yang memuaskan diantara semua anggota staf.
2. Demokratis
3. Komprehensif.
Perkembangan supervisi mendatang dipengaruhi oleh 2 sudut pandang, yaitu sudut pandang professional guru yang terpusat pada perkembangan pada pendidik dan sudut politik negara.
Bila demikian halnya, maka supervisor akan berada diantara sebagian alat Negara dan sebagai professional. Karena itu disarankan peranan supervisor sebagai berikut:
1. Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan lain
2. Memonitor penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar.
3. Merencanakan program untuk populasi pendidikan yang baru.
4. Mengembagkan program yang baru untuk jabatan baru yang mungkin muncul
5. mengkombinasikan program yang di ajukan pemerintah, perdagangan dan industri
6. menilai dan meningkatkan pengertian gaya kehidupan
7. Memilih inovasi yang konsisten dengan masa yang akan datang.
B. KRITIK DAN SARAN
Dalam makalah ini tentunya banyak kesalahan dan kekurangan, baik dalam segi penulisan dan pemilihan kata-kata. Maka kami sebagai manusia biasa meminta kepada para pembaca agar tidak segan-segan memberikan saran dan kritik yang tentunya bisa menambah kemajuan kami dalam hal menuntut ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa dan Negara Indonesia. Semoga makalah ini menambah wawasan para pembaca dan juga bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
1. Alipandie, Imansjah, Didaktik Metodik Pendidikan Umum, Surabaya: Usaha Nasional,1984,cet.1
2. Ismail SM., Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang : RaSAIL Media Group, 2009, cet.4
3. Ngalim, Purwanto, Drs.M, 1987, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung
4. Sagala, Syaiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung : CV. ALFABETA, 2008, cet. 4.
5. Sahertian, Piet A., Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia, Jakarta : PT RINEKA CIPTA, 2008, Cet. 4.
6. http://denovoidea.wordpress.com/2009/02/23/supervisi-pengajaran-antara-konsep-dan-praktik/
7. http:// Chenly Waworuntu.Blogspot.com/2011/04/01/Pola-Supervisi-Pendidikan- Sejarah-Perkembangan-Supervisi.htm
Friday, 8 April 2011
telaah materi PAI mi
TELAAH KURIKULUM DAN MATERI PAI ( AL QUR’AN HADIST )
DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas diskusi
mata kuliah Telaah Kurikulum dan materi PAI
Dosen Pengampu : Bpk. Slamet
Disusun oleh :
Kelompok I
1. Khotimatun Hasanah (228041)
2. Nurul Fitriyah (228065)
3. Khoirul Abidin (228132)
Semester : VB
INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA (INISNU) JEPARA
2010
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaanirrohiiim….
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya,kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Telaah kurikulum dan materi PAI (Al qur’an Hadis) di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan demikian , dari kajian / telaah materi PAI khususnya Al qur’an Hadist mahasiswa dapat mengetahui lebih faham lagi tentang kurikulum Al qur’an Hadist.
Makalah Telaah kurikulum dan materi PAI mata pelajaran Al qur’an hadist kami susun berdasarkan buku pegangan terbitan Tiga Serangkai untuk Madrasah Ibtidaiyah kelas I sampai VI. Yang berdasarkan standar isi Madrasah Ibtidaiyah tahun 2007.
Kami, penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah Telaah kurikulum dan Materi PAI mata pelajaran Al qur’an hadist di Madrasah Ibtidaiyah masih terdapat kekurangan. Untuk itu kritik saran yang berupa perbaikan dari teman – teman sangat kami harapkan. Semoga makalah ini membawa manfaat. Amiiin…
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan suatu proses yang terus menerus dilakukan dalam kehidupan manusia. kaitannya dalam Pendidikan agama, karena pendidikan agama merupakan dasar utama bagi manusia untuk mewujudkan insan yang kamil yang berbudi luhur. Untuk mewujudkan tercapainya tujuan agama maka anak harus diberikan pengetahuan tentang agama sedini mungkin. Kaitannya dalam hal ini yaitu pelajaran Al Qur’an dan Hadis.
Al-Qur’an dan hadis merupakan dua sumber utama bagi umat islam dalam menjalankan ibadahnya. Oleh karena itu usaha pemahaman terhadap anak didik sebaiknya diberikan sejak dini karena pemahaman keduanya merupakan keharusan bagi umat islam.
Pelajaran Al-Qur’an Hadis merupakan bagian dari PAI yang materinya mencakup tentang surah-surah pendek dalam Al-Qur’an, menjelaskan isi kandungannya, memahami huruf hijaiyyah , memahami kaidah ilmu tajwid dan memahami isi kandungan hadis.
Disini kami akan mencoba menelaah atau mengkaji materi Al-Qur’an Hadis di madrasah ibtidaiyyah, sehingga kami bisa mengetahui apakah materi ini sudah cocok atau belum bila diberikan kepada anak MI.
B. RUMUSAN MASALAH
Berpijak dari latar belakang yang telah kami uraikan, maka dapat dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut.
a. Bagaimana telaah kurikulum materi PAI (Al qur’an hadist) kelas I sampai VI di Madrasah Ibtidaiyah.
b. Bagaimana substansi materi Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyyah dari kelas I-VI
C. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan pokok permasalahan penulisan diatas, penulisan ini bertujuan untuk :
a. Menguraikan kurikulum dan materi PAI Al qur’an hadist kelas I sampai VI di Madrasah Ibtidaiyah
b. Menerangkan isi kandungan hadis, surah-surah pendek, huruf hijaiyyah, dan memahami kaidah ilmu tajwid
BAB II
A. KAJIAN MATERI
Kelas I
Smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafalkan surah –surah pendek secara benar dan fasih. 1.1 Melafalkan surah al-Fatihah secara benar dan fasih.
1.2 Menghafalkan surah al-Fatihah secara benar dan fasih.
1.3 Melafalkan surah al-Nas secara benar dan fasih.
1.4 Menghafalkan surah al-Nas secara benar dan fasih.
1.5 Melafalkan surah al-Falaq secara benar dan fasih.
1.6 Menghafalkan surah al-Falaq secara benar dan fasih.
1.7 Melafalkan surah al-Ikhlas secara benar dan fasih.
1.8 Menghafalkan surah al-Ikhlas secara benar dan fasih.
1.9 Melafalkan surah al-Lahab secara benar dan fasih.
1.10 Menghafalkan surah al-lahab secara benar dan fasih.
II Memahami huruf - huruf hijaiah dan tanda bacanya.
Menghafalkan surah surah pendek
Memahami hadist tentang kebersihan secara benar dan fasih 2.1 Mengidentifikasi huruf huruf hijaiah dan tanda bacanya.
2.2 Membaca huruf huruf hijaiah sesuai makhrajnya.
2.3 Melafalkan surah al-Kausar secara benar dan fasih
2.4 Menghafalkan surah al-Kausar secara benar dan fasih
2.5 Melafalkan surah al-Quraisy secara benar dan fasih
2.6 Menghafalkan surah al-Quraisy secara benar dan fasih
2.7 Melafalkan hadist tentang kebersihan secara benar dan fasih.
2.8 Menghafalkan hadist tentang kebersihan secara benar dan fasih.
2.9 Menunjukkan perilaku bersih dilingkungan.
Surah al –fatihah adalah surah yangpertama dalamAl Qur’an.
Terdiri atas tujuh ayat.
Ayat pertamadisebut lafal basmala.
Ayat kedua disebut lafal hamdalah.
Surah al –fatihah selalu dibaca setiap sholat.
Surah an-Nas adalah surah terkhir atau surah ke114.
Terdiri atas enam ayat.
Yang berarti manusia. Manusia adalah makhluk yang paling mulia.
Setan adalah musuh manusia. Dan selalu mengajak berbuat jahat.
Surah al-falaq adalah surah ke 113. Terdiri atas lima ayat.
Al-falaq berarti waktu subuh.
Kita diperintahkan untuk memohon pertolongan Allah dari kejahatan makhluk ciptaannya.
Surah al –ikhlas adalah surah ke 112. Terdiri atas enam ayat.
Allah adalah Tuhan yang satu.
Tidak ada makhluk yang menyamainya.
Surah al-lahab adalah surahke 111. Terdiri atas lima ayat.
Termasuk surah makkiyah.
Surah ini menceritakan Abu lahab dan istrinya. Mereka selalu memusuhi dakwah Rosulullah.
Orang yang menentang dakwah Rosulullah akan mendapat celaka.
Al-qur’an diturunkan dalam bahasa arab.
Huruf huruf dalam ak qur’an disebut huruf hijaiah. Jumlahnya ada 29.
Tanda baca untukhuruf hijaiah adalah fathah( untuk bunyi a ) kasrah ( untuk bunyi I ) dhommah ( untuk bunyi u )tanwin ( untuk bunyi vocal dan diikuti bunyi n ) sukun9 untuk bunyi mati ) dan tasydid ( untuk bunyi huruf dobel )
Surah al –kausar adalah surah yangke 108. Terdiri atas tiga ayat.
Allah telah memberikan kita nikmat yang banyak.
Kita harus mensyukuri nikmat Allah.
Diantara bentuk syukur kita adalah melaksanakan sholat dan berkurban.
Surah quraisy adalah surah yang ke 106. Terdiri atas empat ayat.
Suku quraisy adalah suku nabi Muhammad.
Suku quraisy dimuliakan oleh Allah.
Kebersihan sangat ditekankan dalam islam.
Lafal hadist tentang kebersihan الطهور شهار الايمان ( رواه مسلم )
Artinya : kebersihan adalah sebagian dari iman.
Kebersihan menunjukkan keimanan seseorang.
Merupakan salah satu syarat masuk surga
Kelas II
smt Standar kompetensi Kompetensi Dasar
I Menulis huruf hijaiah secara terpisah dan bersambung.
Memahami kaidah ilmu tajwid
Menghafal surah pendek secara benar dan fasih.
1. Menulis huruf – huruf hijaiah secara terpisah dengan benar yang dapat dibaca orang lain.
2. Menulis huruf-huruf hijaiah secara bersambung dengan benar yang dapat di baca orang lain.
3. Menerapkan tanda baca waqafa dan wasal.
1. Melafalkan surah an – nasr secara benar dan fasih
2. Menghafalkan surah an – nasr secara benar dan fasih.
II Menghafal surah – surah pendek secara benar dan fasih.
Memahami tentang hadist hormat kepada orang tua.
1. Melafalkan surah al-Qadr, al-Maun, al-Kafirun, al-Fil, dan al-asr secara benar dan fasih.
2. Menghafalkan surah al-Qadr, al-Maun, al-Kafirun, al-Fil, dan al-asr secara benar dan fasih.
1. Melafalkan hadist tentang hormat kepada orang tua.
2. Menunjukkan perilaku hormat kepada orang tua.
Huruf –huruf hijaiah ada yangdapat disambung dan ada yang tidak.
Huruf hijaiah yang mengalami perubahan bentuk awal tengah dan akhir adalah
ب ت ث ج ح خ س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن هـ ي
Huruf hijaiah yang hanya memiliki bentuk tunggaldan akhir adalah ا د ذ ر ز و لا ة
Huruf hijaiah yang tidak mengalami perubahan bentuk atau hanya memiliki bentuk tunggal adalah hamzah.
Tanda baca dalam Al qur’an ada tujuh
Tanda baca waqaf ada lima………………..
Tanda baca wasal ada dua…………….
Waqaf berarti berhenti.
Wasal terus atau tidak berhenti.
Surah an-Nasr adalah surah yang ke 110. Terdiri atas tiga ayat.
Surah an-Nasr berarti pertolongan atau kemenangan.
Rosulullah dan para sahabat berhasil menguasai ka’bah.
Surah al-qadr adalah surah yang ke 97. Terdiri atas lima ayat. Menjelaskan adanya malam lailatul qadr.
Surah al-Maun adalah surah ke 107. Terdiri atas tujuh ayat. Menjelaskan tentang orang yang mendustakan agama.
Surah al-Kafirun adalah surah yang ke 109. Terdiri atas enam ayat. Al- Kafirun berarti orang-orang kafir.
Surah al-Fil adalah surah yang ke 105. Terdiri atas lima ayat. Al –Fil berarti gajah.
Surah al-Asr adalah surah yang ke 103. Terdiri atas tiga ayat. Yang berarti masa.
Surah – surah diatas termasuk surah makkiyah. Yang memiliki cirri-ciri,surahnya pendek, berisi tentang keimanan dan turnnya di mekah.
Amal yang paling utama adalah sholat tepat waktu dan berbakti kepada orang tua.
Hadist tentang birrul walidain
افضل الا عمال اصلاة لوقتها وبر الوالدين ( رواه مسلم عن عبد الله)
Berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib.
Berani kepada orang tua adalah dosa.
Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.
Murka Allah tergantung murka orang tua.
Kelas III
Smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafalkan surah-surah pendek secara benar dan fasih
Memahai kaidah ilmu tajwid
Membaca hadis tentang sholat berjamaah.
1. Membaca surah at-Takasur, az-Zalzalah, dan al-Humazah secara benar dan fasih.
2. Menghafalkan surah at-Takasur, az-Zalzalah, dan al-Humazah secara benar dan fasih
1. Memahami tanda baca syiddah focus bacaan gunnah, al qamariah, al syamsiyyah.
2. Menerapkan tanda baca syiddah focus bacaan gunnah, al qamariah, al syamsiyyah.
1. Melafalkan hadist tentang sholat berjamaah.
2. Menghafalkan hadist tentang sholat berjamaah.
3. Menerapkan perilaku sholat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari.
II Menghafalkan surah-surah pendek secara benar dan fasih
Memahami arti surah-surah pendek.
Memahami kaidah ilmu tajwid
Memahami hadist tentang persaudaraan secara fasih dan benar.
1. Membaca surah al-Qari’ah dan at-Tin secara benar dan fasih.
2. Membaca surah al-Qari’ah dan at-Tin secara benar dan fasih.
1. Memahami isi surah al-Fatihah dan al-Ikhlas.
2. Mengerti kedudukan surah al-Fatihah.
3. Mengidentifikasi kandungan surah al-Ikhlas.
1. Mengenal bacaan mad tabi’I, mad wajib muttasil, dan mad jaiz munfasil.
2. Menerapkan bacaan mad tabi’I, mad wajib muttasil, dan mad jaiz munfasil.
1. Melafalkan hadis tentang persaudaraan.
2. Menghafalkan hadis tentang persaudaraan.
3. Menerapkan perilaku persaudaraan dengan sesama.
Surah at-Takasur adalah surah yang ke 102.
Terdiri atas delapan ayat dan termasuk surah makkiyah.
Surah at-Takasur mengingatkan kita agar tidak bermegah-megahan dengan harta yang kita miliki.
Allah SWT membenci orang yang bermegah-megahan.
Surah az-Zalzalah adalah surah yang ke 99
Terdiri atas delapan ayat. Menggambarkan kepada kita tentang kejadian pada hari kiamat.
Manusia akan dibangkitkan dari kubur dengan wajah berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatannya.
Semua amal perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
Surah al-Humazah adalah surah yang ke 104. Terdiri atas sembilan ayat.
Menerangkan tentang kecelakaan bagi orang yang suka mengumpat.
Pengumpat biasanya memiliki sifat sombong (merasa paling baik sendiri).
Orang yang suka mengumpat kelak akan dilemparkan kedalam Hutamah. Hutamah adalah neraka yang apinya membakar hingga kedalam dada manusia.
Syiddah disebut juga tasydid.
Cara membacanya adalah dobel dengan menekan bunyi huruf yang terdapat tanda syiddah.
Bacaan nun dan mim yang bersyiddah dinamakan ghunnan musyaddadah.
Cara membaca nun dan mim syiddah adalah dengan dengung yang panjang, yaitu tiga harakat.
Al qamariyysh adalah al yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyyah. Cara membacanya adalah al dibaca jelas.
Al syamsiyyah adalah al yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyyah. Cara membacanya adalah al dianggap tidak ada dan huruf sesudahnya diberi syiddah.
Hadis tentang sholat berjamaah
صلاة الحجماعة افضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة ( رواه مسلم )
Sholat berjamaah memiliki kelebihan dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian.
Sholat berjamaah dapat menambah saling kenal antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, orang – orang yang tidak mengerti dapat belajar kepada orang yang alim. Sholat berjamaah juga mendorong terwujudnya rasa cinta dan saling menolong diantara sesame muslim. Pahala sholat jamaah dilipat gandakan serta kedudukannya bertambah dekat dengan Allah SWT.
Sholat berjamah hukumnya sunah muakkad. Artinya, sunah yang dikuatkan atau mendekati hokum wajib kecuali bagi orang yang mempunyai uzur untuk tidak menghadirinya.
Surah al-qari’ah adalah surah yang ke 101 dan terdiri atas sebelas ayat.
Menerangkan tentang kejadian hari kiamat.
Jika amal kebaikan lebih berat timbangannya, balasannya adalah surga. Jika amal keburukan lebih berat timbangannya,balasannya adalah neraka.
Surah at-Tin adalah surah yang ke 95 dan terdiri atas delapan ayat.
Surah at-Tin diawali sumpah Allah dengan menyebut buah tin dan zaitun.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna.
Surah al-Fatihah adalah surah yang pertama dalam Al-qur’an.
Surah al-Fatihah paling sedikit kita baca sehari semalam sebanyak 17 kali.
Nama lain surah al-Fatihah adalah ummul kitab dan as-Sab’ul Masani.
Kita harus menyembah dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. Kemudian, meminta petunjuk ke jalan yang lurus agar selamat di duniadan di akhirat.
Surah al-Ikhlas adalah surah yang ke 112.
Surah al-Ikhlas berisi tentang perintah mengesakan Allah.
Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Allah tempat memohon segala sesuatu.
Tidak ada makhluk yang setara dengan Allah.
Mad berarti bacaan memanjangkan.
Huruf mad ada tiga, yaitu alif, wau, dan ya.
Mad tabi’i adalah mad yang tidak diiringi huruf hamzah atau waqaf. Panjang bacaannya dua harakat.
Mad wajib muttasil adalah mad tabi’i yang diikuti huruf hamzah dalam satu lafal(kata). Panjang bacaannya wajib dibaca lima harakat.
Mad jaiz munfasil adalah mad tabi’I yang diikuti huruf hamzah tetapi tidak dalam satu lafal (kata). Panjang bacaannya boleh dua, empat, atau lima harakat.
Menjalin persaudaraan sesamamslim adalah wajib .
Hadist tentang persaudaraan
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا ( رواه مسلم )
Kita diperintahkan untuk tolong –menolong dalam kebaikan. Sebaliknya, kita dilarang tolong-menolong dalam keburukan.
Perumpamaan persaudaraan sesame mukmin bagaikan bangunan yang saling mengukuhkan.
Seorang muslim hendaklah bias menempatakan peran dirinya dimasyarakat. Dengan demikian, tidak terjadi iri dan dengki antar sesame muslim.
Kelas IV
Smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafalkan surah-surah pendek secara benar dan fasih.
Memahami arti surah-surah pendek.
Memahami kaidah ilmu tajwid. 1. Membaca surah al-Adiyat dan l-Insyirah secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah al-Adiyat dan al-Insyirah secara benar dan fasih.
1. Memahami kandungan surah an-Nasr dan al-Kausar.
1. Memahami hokum izhar halqi dan ikhfa’ haqiqi
2. Menerapakan hokum bacaan izhar halqi dan ikhfa’ haqiqi.
II Memahami arti surah-surah pendek serta hadis tentang niat dan silturahmi.
Mengenal kaidah ilmu tajwid 1. Memahami isi kandungan surah al-Lahab, hadist tentan niat dan hadist tentang silaturahmi.
1. Mengenal hokum bacaan idgham bigunnah,idgham bilagunnah dan iqlab.
2. Menerapkan idgham bigunnah, idgham bila gunnah dan iqlab.
Surah al-Adiyat termasuk golongan surah makkiyah.
Surah al-Adiyat adalah surah yang ke-100 dari 114 surah dalam Al-qur’an. Dan terdiri atas 11 ayat yang diturunkan sesudah surah al-Asr.
Nama al-Adiyat diambil dari ayatpertama yang berarti kuda perang yang berlari kencang.
Surah al-Insyirah termasuk golongn surah makkiyah.
Surah Al-insyirah adalah syrah yang ke-94 dari 114 surah dalam Al-qur’an.
Surah Al-insyirah terdiri atas 8 ayat dan diturunkan sesudah surah ad-Duha
Nama Al-insyirah diambil dari lafadz nasyrah pada ayat pertama yang berarti melapangkan.
Surah An-nasr termasuk surat madaniyah,diturunkan setelah rasulullah SAW hijrah, dan diturunkan di kota makkah.
Surah An-nasr adalah surah yang ke-110 dan terdiri atas 3 ayat.
Sursh An-nasr berisi tentang pertolongan allah SWT.kepada Nabi MuhammadSAW bersama para sahabat.Pertolongan itu berupa kemenangan menalukkan kota makkah.
Surah al-Kautsar adalah surah ke-108,terdiri atas 3 ayat,dan termasuk surah makkiyah.
Allah SWT.telah memberikan nikma yang banyak kepada manusia.
Manusia harus bersyukur atas nikmat itu.
Cara mensyukurinya adalah dengan melaksanakan salat dan beribadah.
Orang yang memenci Nabi Muhammad SAW.akan terputs darinikmat Allah SWT.
Orang yang mencintai Nabi Muhammad SAW.akan selalu mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
Apabila ada ـًــٍــٌ Bertemu dengan salah satu huruf ء ح خ ع غ هـ isebut huruf izhar halqi. Cara membacanya adalah jelas.
Ikhfa’ berarti samar.
Apabila ada ن dan ـًــٍــٌ bertemu dengan salah satu huruf ش ص ض ط ظ ف ق ك ت ث ج د ذ ر ز س disebut ikhfa’ haqiqi.
Ikhfa’ dibagi menjadi tiga yaitu ikhfa’ ab’ad, ikhfa’ aqrab, dan ikhfa’ ausat.
Surah al-Lahab berisi tentang perlawanan Abu lahab dan istrinya terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW.
Orang yang menentang dakwah islam akan mendapat celaka, yaitu diberi balasan oleh SWT, dengan neraka yang apinya menyala-nyala.
Amal perbuatan manusia tergantung pada niatnya.
نما الاعمال بالنيات وانما لكل امرئ مانوى
Niat adalah sumber benarnya niat seseorang
Niat ada didalam hati
Niat yang benar adalah hanya mengharap ridho Allah.
Orang yang memutuskan silaturrahmi tidak akan masuk surga.
Hadist tentang silaturrahm
لايدخل الجنة قاطعرحم (متفق عليه )
Orang yang suka bersilaturrahmi akan diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya.
Apabila ada nun dan tanwin bertemu dengan huruf ba’ disebut bacaan iqlab.
Bacaan idghom dibagi menjadi dua, yaitu idgham bigunnah dan idgham bila gunnah.
Idgam bigunnah hurufnya ada empat, yaitu ي ن م و
Idgam bilagunnah hurufnya ada dua, yaitu ل dan ر
Kelas V
SMT Standar Konpetensi Kompetensi Dasar
I Memahami arti surah-surah pendek.
Memahami arti hadis tentang menyayangi anak yatim. 1. Menerjemahkan surah al-Kafirun , al-Maun dan at-Takasur.
2. Memahami isi kandungan surah al-Kafirun, al-Maun dan at-Takasur.
3. Menunjukkan isi kandungan surah al-Kafirun, al-Maun dan at-Takasur.
1. Menerjemahkan hadi tentang menyayangi anak yatim.
2. Memahami isis kandungan hadist tentang menyayangi anak yatim.
3. Menunjukkan perlaku menyayangi anak yatim.
II Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih.
Memahami arti surah pendek serta hadist tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik. 1. Membaca surah al-Alaq secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah al-Alaq secara benar dan fasih.
1. Membaca surah al-Qadr , hadis tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik.
2. Menerjemahkan surah al-Qadr, hadist tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik.
3. Memahami isi kandungan surah al-Qadr, hadist tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik.
4. Menunjukkan perilaku taqwa dan menjauhi cirri-ciri orang munafik.
Surah al-Kafirun adalah surah yang ke-109 dan terdiri atas enam ayat.
Berisi tentang pernyataan tegas nabi Muhammad SAW.
Bahwa beliau tidak akan menyembah tuhan yang disembah orang-orang kafir.
Islam tidak melarang kita bersahabat dengan orang-orang yang tidak beragama islam.
Umat islam harus tegas bahwa Tuhan umat islam berbeda dengan Tuhan orang-orang kafir.
Islam melarag kita menjelek-jelekkan agama lain.
Surah al-Maun adalah surah yang ke-107 dan terdiri atas tujuh ayat.
Berisi tentang cirri-ciri orang yang mendustakan agama.
Ciri-ciri orang yang mendustakan agama yaitu, menghardik anak yatim, tidak suka member makan orang miskin serta melakukan sholat karena lalai dank arena ria.
Ria adalah berbuat karena ingin dipuji orang lain.
Surah at-Takasur adalah surah yang ke-102 dan terdiri atas delapan ayat.
Termasuk surah makkiyah karena turunnya sebelum nabi Muhammad SAW hijrah ke madinah.
Islam tidak melarang umatnya menjadi orang kaya,tetapi harta itu harus dipergunakan sesuai dengan petunjuk Allah SWT.
Kita dilarang hidup bermegah-megahan.
Semua manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT atas perbuatannya didunia, termasuk terhadap harta yang dimiliki.
Rosulullah SAW adalah pelindung anak yatim.
Orang yang menyayangi dan memelihara anak ytim mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah SWT.
Hukum memelihara dan menyayangi anak yatim adalah fardlu kifayah.
Menyayangi anak yatim merupakan akhlak terpuji .
Hadis tentang menyayangi anak yatim
Surah a ناوكافل اليتيم فى الجنة هكذا واشاربالسبابة و الوسطى وفرج بينهما شيئا
( رواه البخارى )
Al-Alaq termasuk surah makkiyah. Terdiri atas Sembilan ayat. Dan surah ke -96.
Dalam melafalkan dan menghafal perlu diperhatikan kebenaran tajwid yang ada.
Al-qur’an pertama kali turun pada malam lailatul qadr.
Lailatul qadr adalah malam kemuliaan.
Kemuliaan malam lailatul qadr lebih baik dari pada seribu bulan.
Pada malam bulan ramadhan sepuluh hari yang terakhir, kita disunahkan untuk beri’tikaf.
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan melaksanakan sholat,membaca al-qur’an dan berdzikir.
Hadist tentang taqwa
تق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن
( رواه الترمذى )
Kandungan hadis diatas :
1. Perintah mewujudkan ketaqwaan kapan dan dimanapun seorang muslim berada.
2. Perintah menghapus keburukan dengan amal baik.
3. Perintah bergaul dengan sesama manusia melalui sikap dan perilaku /akhlak yang baik.
Kelas VI
smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafal surah-surah pendek secara fasih dan benar
Memahami arti surah pendek
Memahami hadis tentang keutamaan member. 1. Membaca surah ad-dhuha secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah ad-Dhuha secara benar dan fasih.
1. Menerjemahkan isi kandungan surah ad-Dhuha.
1. Menerjemahkan hadis tentang keutamaan memberi.
2. Menghafal hadis tentang keutamaan member
3. Menunjukkan perilaku orang yang suka member.
4. Menerapkan sikap suka memberi kepada sesama.
II Menghafal surah-surah pendek secara fasih dan benar
Memahami arti surah pendek
Memahami hadis tentang keutamaan member. 1. Membaca surah al-Bayyinah secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah ad-Dhuha secara benar dan fasih.
3. Menerjemahkan isi kandungan surah ad-Dhuha.
1. Menerjemahkan hadis tentang keutamaan memberi.
2. Menghafal hadis tentang keutamaan member
3. Menunjukkan perilaku orang yang suka member.
4. Menerapkan sikap suka memberi kepada sesama.
Cara menghafal al-qur’an yang baik adalah dengan sedikit demi sedikit, maksimal lima ayat terlebih dahulu.
Surah ad-Dhuha diturunkan khusus untuk menghibur, menyenangkan, dan meenangkan hati nabi Muhammad SAW yang sedang gelisah.
Secara umum, kandungan surah ad-Dhuha sebagai berikut :
a. Ada beberapa waktu tidak diturunkannya wahyu (fatratul wahyi). Semua itu bukan berarti Allah SWT meninggalkan atau membenci nabi Muhammad SAW.
b. Allah SWT mengingatkan masa lalu nabi Muhammad SAW agar beliau merasakan betapa besar kasih sayang dan rahmat-Nya.
c. Allah SWT memberikan pengarahan kepada nabi Muhammad SAW dan muslimin agar melindungi anak yatim dan bersikap social terhadap orang yang meminta-minta.
d. Nikmat Allah SWT harus selalu disyukuri dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Hadis tentang keutamaan memberi
اليد العليا خير من اليد السفلى وابد بمن تعول و خير الصدقة عن ظهر غني ومن يستعفف يعفه الله ومن يستغن يغنه الله (متفق عليه )
Orang yang senang memberi bantuan disebut pemurah atau dermawan.
Memberi bantuan kepada orang lain harus ikhlas dari perkataan yang tidak menyakitkan hati.
Orang yang bersedekah tidak akan berkurang hartanya. Sebaliknya, Allah SWT akan membalasnya dengan berlipat ganda.
Orang yang pemurah akan dicintai manusia dan Allah SWT.
Memberi sedekah harus mendahulukan orang yang menjadi tanggungannya, bukan orang lain.
Kita harus menjaga diri dari sifat meminta-minta dan merasa atas pemberian Allah SWT.
Para ahli kitab dan orang-orang musyrik berjanji tidak akan meninggalkan agama mereka sampai dating bukti yang nyata. Bukti yang nyata itu adalah nabi Muhammad SAW dan Al-qur’an.
Banyak diantara ahli kitab dan orang musyrik yang menyelisihi janjianya. Mereka tidak mau beriman dengan kedatangan nabi Muhammad SAW dan Al-qur’an. Mereka telah mengingkari kitab-kitab yang telah diimaninya.
Para ahli kitab dan orang-orang musyrik yang tidak mau beriman akan berada dineraka jahanam. Mereka disebut sebagai mahluk yang paling buruk.
Hadis tentang amal sholeh
صدقة جارية اوعلم ينتفع به اوولدصالح يد عوله ( رواه مسلم )
Semua amal yang dilakukan mausia akan putus setelah maninggal dunia, kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang berdoa kedua orang tuanya.
Pahala yang diperoleh dari tiga perkara itu tidak akan ptus meskipun yang bersangkutan sudah mati.
Sedekah jariah adalah sedekah yang bermanfaat bagi banyak orang.
Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon tanpa buah.
Anak shleh adalah anak yang selalu senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.
BAB III
ANALISIS
Dari uraian diatas, kami bisa menganalisis dari segi sosial, psikologis, filsafat dan organisasi sebagai berikut :
1. Dari segi sosial
Dengan mengacu pada sk-kd yang sudah ada, materi ini kami rasa sudah sesuai dengan ukuran anak MI. Karena materi ini adalah materi pengenalan bagi anak MI dan materi dasar bagi mereka untuk bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Dari segi psikologis
Untuk materi menghafal surah-surah pendek dan memahami huruf hijaiyyah dan tanda bacanya kami rasa sudah sesuai untuk anak MI mulai dari kelas 1-VI karena surat pendek dan huruf hijaiyyah , keduanya sama-sama dasar bagi mereka untuk membaca dan menulis Al-Qur’an selanjutnya. namun untuk materi memahami ilmu tajwid , kami rasa sebagian anak akan ada yang mengalami kesulitan apalagi untuk anak yang tidak mempunyai latar belakang dari TPQ. Sehingga perlu ditekankan lagi pengajarannya
3. Dari segi filsafat
Bagi anak usia 6 dan 7 sampai 12 tahun, materi ini adalah materi yang tepat untuk diberikan pada mereka . Pasalnya pengenalan huruf-huruf hijaiyyah adalah memang yang pertama yang di kenalkan pada anak didik kaitannya dengan pelajaran Al-Qur’an hadis ini.Apalagi sekarang sudah ada lembaga TPQ mulai dari pra TK yang sangat membantu anak didik dalam memahami baca tulis Al-Qur’an sehingga mereka bisa lebih mudah mengaplikasikan dalam baca tulis Al-Qur’an.
4. Dari segi organisasi
Apalagi sekarang sudah ada lembaga TPQ mulai dari pra TK yang sangat membantu anak didik dalam memahami baca tulis Al-Qur’an sehingga mereka bisa lebih mudah mengaplikasikan dalam baca tulis Al-Qur’an.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Materi Kelas I meliputi, yang pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih. Kedua Memahami huruf-huruf hijaiah dan tanda bacanya, Menghafal surah-surah pendek dan Memahami hadis tentang kebersihan secara benar dan fasih.
Materi Kelas II meliputi, pertama Menulis huruf hijaiah secara terpisah dan bersambung, Memahami kaidah isi tajwid, Menghafal surah pendek secara benar dan fasih. Kedua, Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih dan Memahami hadis tentang hormat kepada kedua orang tua.
Materi Kelas III meliputi, pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami isi kaidah tajwid dan Memahami hadis tentang sholat berjamaah. Kedua,Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami kaidah surah-surah pendek,Memahami kaidah ilmu tajwid dan Memahami hadis tentang persaudaraan secara fasih dan benar.
Materi Kelas IV meliputi, pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasi,Memahami arti surah pendek dan Memahami kaidah ilmu tajwid. Kedua, Memahami arti
Materi Kelas V meliputi, pertama Memahami arti surah pendek dan Memahami arti hadis tentang menyayangi anak yatim. Kedua, Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih dan Memahami arti surah pendek serta hadis tentang takwa dan ciri-ciri orang munafik.
Materi Kelas VI meliputi, pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami arti surah pendek dan Memahami hadis tentang keutamaan memberi. Kedua, Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami arti surah pendek dan Memahami hadis tentang amal sholeh.
B. Penutup
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan, kritik dan saran selalu kami tunggu demi perbaikan makalah kami selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin………
DAFTAR PUSTAKA
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 1. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 2. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 3. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 4. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 5. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 6. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas diskusi
mata kuliah Telaah Kurikulum dan materi PAI
Dosen Pengampu : Bpk. Slamet
Disusun oleh :
Kelompok I
1. Khotimatun Hasanah (228041)
2. Nurul Fitriyah (228065)
3. Khoirul Abidin (228132)
Semester : VB
INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA (INISNU) JEPARA
2010
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaanirrohiiim….
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya,kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Telaah kurikulum dan materi PAI (Al qur’an Hadis) di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan demikian , dari kajian / telaah materi PAI khususnya Al qur’an Hadist mahasiswa dapat mengetahui lebih faham lagi tentang kurikulum Al qur’an Hadist.
Makalah Telaah kurikulum dan materi PAI mata pelajaran Al qur’an hadist kami susun berdasarkan buku pegangan terbitan Tiga Serangkai untuk Madrasah Ibtidaiyah kelas I sampai VI. Yang berdasarkan standar isi Madrasah Ibtidaiyah tahun 2007.
Kami, penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah Telaah kurikulum dan Materi PAI mata pelajaran Al qur’an hadist di Madrasah Ibtidaiyah masih terdapat kekurangan. Untuk itu kritik saran yang berupa perbaikan dari teman – teman sangat kami harapkan. Semoga makalah ini membawa manfaat. Amiiin…
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan suatu proses yang terus menerus dilakukan dalam kehidupan manusia. kaitannya dalam Pendidikan agama, karena pendidikan agama merupakan dasar utama bagi manusia untuk mewujudkan insan yang kamil yang berbudi luhur. Untuk mewujudkan tercapainya tujuan agama maka anak harus diberikan pengetahuan tentang agama sedini mungkin. Kaitannya dalam hal ini yaitu pelajaran Al Qur’an dan Hadis.
Al-Qur’an dan hadis merupakan dua sumber utama bagi umat islam dalam menjalankan ibadahnya. Oleh karena itu usaha pemahaman terhadap anak didik sebaiknya diberikan sejak dini karena pemahaman keduanya merupakan keharusan bagi umat islam.
Pelajaran Al-Qur’an Hadis merupakan bagian dari PAI yang materinya mencakup tentang surah-surah pendek dalam Al-Qur’an, menjelaskan isi kandungannya, memahami huruf hijaiyyah , memahami kaidah ilmu tajwid dan memahami isi kandungan hadis.
Disini kami akan mencoba menelaah atau mengkaji materi Al-Qur’an Hadis di madrasah ibtidaiyyah, sehingga kami bisa mengetahui apakah materi ini sudah cocok atau belum bila diberikan kepada anak MI.
B. RUMUSAN MASALAH
Berpijak dari latar belakang yang telah kami uraikan, maka dapat dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut.
a. Bagaimana telaah kurikulum materi PAI (Al qur’an hadist) kelas I sampai VI di Madrasah Ibtidaiyah.
b. Bagaimana substansi materi Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyyah dari kelas I-VI
C. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan pokok permasalahan penulisan diatas, penulisan ini bertujuan untuk :
a. Menguraikan kurikulum dan materi PAI Al qur’an hadist kelas I sampai VI di Madrasah Ibtidaiyah
b. Menerangkan isi kandungan hadis, surah-surah pendek, huruf hijaiyyah, dan memahami kaidah ilmu tajwid
BAB II
A. KAJIAN MATERI
Kelas I
Smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafalkan surah –surah pendek secara benar dan fasih. 1.1 Melafalkan surah al-Fatihah secara benar dan fasih.
1.2 Menghafalkan surah al-Fatihah secara benar dan fasih.
1.3 Melafalkan surah al-Nas secara benar dan fasih.
1.4 Menghafalkan surah al-Nas secara benar dan fasih.
1.5 Melafalkan surah al-Falaq secara benar dan fasih.
1.6 Menghafalkan surah al-Falaq secara benar dan fasih.
1.7 Melafalkan surah al-Ikhlas secara benar dan fasih.
1.8 Menghafalkan surah al-Ikhlas secara benar dan fasih.
1.9 Melafalkan surah al-Lahab secara benar dan fasih.
1.10 Menghafalkan surah al-lahab secara benar dan fasih.
II Memahami huruf - huruf hijaiah dan tanda bacanya.
Menghafalkan surah surah pendek
Memahami hadist tentang kebersihan secara benar dan fasih 2.1 Mengidentifikasi huruf huruf hijaiah dan tanda bacanya.
2.2 Membaca huruf huruf hijaiah sesuai makhrajnya.
2.3 Melafalkan surah al-Kausar secara benar dan fasih
2.4 Menghafalkan surah al-Kausar secara benar dan fasih
2.5 Melafalkan surah al-Quraisy secara benar dan fasih
2.6 Menghafalkan surah al-Quraisy secara benar dan fasih
2.7 Melafalkan hadist tentang kebersihan secara benar dan fasih.
2.8 Menghafalkan hadist tentang kebersihan secara benar dan fasih.
2.9 Menunjukkan perilaku bersih dilingkungan.
Surah al –fatihah adalah surah yangpertama dalamAl Qur’an.
Terdiri atas tujuh ayat.
Ayat pertamadisebut lafal basmala.
Ayat kedua disebut lafal hamdalah.
Surah al –fatihah selalu dibaca setiap sholat.
Surah an-Nas adalah surah terkhir atau surah ke114.
Terdiri atas enam ayat.
Yang berarti manusia. Manusia adalah makhluk yang paling mulia.
Setan adalah musuh manusia. Dan selalu mengajak berbuat jahat.
Surah al-falaq adalah surah ke 113. Terdiri atas lima ayat.
Al-falaq berarti waktu subuh.
Kita diperintahkan untuk memohon pertolongan Allah dari kejahatan makhluk ciptaannya.
Surah al –ikhlas adalah surah ke 112. Terdiri atas enam ayat.
Allah adalah Tuhan yang satu.
Tidak ada makhluk yang menyamainya.
Surah al-lahab adalah surahke 111. Terdiri atas lima ayat.
Termasuk surah makkiyah.
Surah ini menceritakan Abu lahab dan istrinya. Mereka selalu memusuhi dakwah Rosulullah.
Orang yang menentang dakwah Rosulullah akan mendapat celaka.
Al-qur’an diturunkan dalam bahasa arab.
Huruf huruf dalam ak qur’an disebut huruf hijaiah. Jumlahnya ada 29.
Tanda baca untukhuruf hijaiah adalah fathah( untuk bunyi a ) kasrah ( untuk bunyi I ) dhommah ( untuk bunyi u )tanwin ( untuk bunyi vocal dan diikuti bunyi n ) sukun9 untuk bunyi mati ) dan tasydid ( untuk bunyi huruf dobel )
Surah al –kausar adalah surah yangke 108. Terdiri atas tiga ayat.
Allah telah memberikan kita nikmat yang banyak.
Kita harus mensyukuri nikmat Allah.
Diantara bentuk syukur kita adalah melaksanakan sholat dan berkurban.
Surah quraisy adalah surah yang ke 106. Terdiri atas empat ayat.
Suku quraisy adalah suku nabi Muhammad.
Suku quraisy dimuliakan oleh Allah.
Kebersihan sangat ditekankan dalam islam.
Lafal hadist tentang kebersihan الطهور شهار الايمان ( رواه مسلم )
Artinya : kebersihan adalah sebagian dari iman.
Kebersihan menunjukkan keimanan seseorang.
Merupakan salah satu syarat masuk surga
Kelas II
smt Standar kompetensi Kompetensi Dasar
I Menulis huruf hijaiah secara terpisah dan bersambung.
Memahami kaidah ilmu tajwid
Menghafal surah pendek secara benar dan fasih.
1. Menulis huruf – huruf hijaiah secara terpisah dengan benar yang dapat dibaca orang lain.
2. Menulis huruf-huruf hijaiah secara bersambung dengan benar yang dapat di baca orang lain.
3. Menerapkan tanda baca waqafa dan wasal.
1. Melafalkan surah an – nasr secara benar dan fasih
2. Menghafalkan surah an – nasr secara benar dan fasih.
II Menghafal surah – surah pendek secara benar dan fasih.
Memahami tentang hadist hormat kepada orang tua.
1. Melafalkan surah al-Qadr, al-Maun, al-Kafirun, al-Fil, dan al-asr secara benar dan fasih.
2. Menghafalkan surah al-Qadr, al-Maun, al-Kafirun, al-Fil, dan al-asr secara benar dan fasih.
1. Melafalkan hadist tentang hormat kepada orang tua.
2. Menunjukkan perilaku hormat kepada orang tua.
Huruf –huruf hijaiah ada yangdapat disambung dan ada yang tidak.
Huruf hijaiah yang mengalami perubahan bentuk awal tengah dan akhir adalah
ب ت ث ج ح خ س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن هـ ي
Huruf hijaiah yang hanya memiliki bentuk tunggaldan akhir adalah ا د ذ ر ز و لا ة
Huruf hijaiah yang tidak mengalami perubahan bentuk atau hanya memiliki bentuk tunggal adalah hamzah.
Tanda baca dalam Al qur’an ada tujuh
Tanda baca waqaf ada lima………………..
Tanda baca wasal ada dua…………….
Waqaf berarti berhenti.
Wasal terus atau tidak berhenti.
Surah an-Nasr adalah surah yang ke 110. Terdiri atas tiga ayat.
Surah an-Nasr berarti pertolongan atau kemenangan.
Rosulullah dan para sahabat berhasil menguasai ka’bah.
Surah al-qadr adalah surah yang ke 97. Terdiri atas lima ayat. Menjelaskan adanya malam lailatul qadr.
Surah al-Maun adalah surah ke 107. Terdiri atas tujuh ayat. Menjelaskan tentang orang yang mendustakan agama.
Surah al-Kafirun adalah surah yang ke 109. Terdiri atas enam ayat. Al- Kafirun berarti orang-orang kafir.
Surah al-Fil adalah surah yang ke 105. Terdiri atas lima ayat. Al –Fil berarti gajah.
Surah al-Asr adalah surah yang ke 103. Terdiri atas tiga ayat. Yang berarti masa.
Surah – surah diatas termasuk surah makkiyah. Yang memiliki cirri-ciri,surahnya pendek, berisi tentang keimanan dan turnnya di mekah.
Amal yang paling utama adalah sholat tepat waktu dan berbakti kepada orang tua.
Hadist tentang birrul walidain
افضل الا عمال اصلاة لوقتها وبر الوالدين ( رواه مسلم عن عبد الله)
Berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib.
Berani kepada orang tua adalah dosa.
Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.
Murka Allah tergantung murka orang tua.
Kelas III
Smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafalkan surah-surah pendek secara benar dan fasih
Memahai kaidah ilmu tajwid
Membaca hadis tentang sholat berjamaah.
1. Membaca surah at-Takasur, az-Zalzalah, dan al-Humazah secara benar dan fasih.
2. Menghafalkan surah at-Takasur, az-Zalzalah, dan al-Humazah secara benar dan fasih
1. Memahami tanda baca syiddah focus bacaan gunnah, al qamariah, al syamsiyyah.
2. Menerapkan tanda baca syiddah focus bacaan gunnah, al qamariah, al syamsiyyah.
1. Melafalkan hadist tentang sholat berjamaah.
2. Menghafalkan hadist tentang sholat berjamaah.
3. Menerapkan perilaku sholat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari.
II Menghafalkan surah-surah pendek secara benar dan fasih
Memahami arti surah-surah pendek.
Memahami kaidah ilmu tajwid
Memahami hadist tentang persaudaraan secara fasih dan benar.
1. Membaca surah al-Qari’ah dan at-Tin secara benar dan fasih.
2. Membaca surah al-Qari’ah dan at-Tin secara benar dan fasih.
1. Memahami isi surah al-Fatihah dan al-Ikhlas.
2. Mengerti kedudukan surah al-Fatihah.
3. Mengidentifikasi kandungan surah al-Ikhlas.
1. Mengenal bacaan mad tabi’I, mad wajib muttasil, dan mad jaiz munfasil.
2. Menerapkan bacaan mad tabi’I, mad wajib muttasil, dan mad jaiz munfasil.
1. Melafalkan hadis tentang persaudaraan.
2. Menghafalkan hadis tentang persaudaraan.
3. Menerapkan perilaku persaudaraan dengan sesama.
Surah at-Takasur adalah surah yang ke 102.
Terdiri atas delapan ayat dan termasuk surah makkiyah.
Surah at-Takasur mengingatkan kita agar tidak bermegah-megahan dengan harta yang kita miliki.
Allah SWT membenci orang yang bermegah-megahan.
Surah az-Zalzalah adalah surah yang ke 99
Terdiri atas delapan ayat. Menggambarkan kepada kita tentang kejadian pada hari kiamat.
Manusia akan dibangkitkan dari kubur dengan wajah berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatannya.
Semua amal perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
Surah al-Humazah adalah surah yang ke 104. Terdiri atas sembilan ayat.
Menerangkan tentang kecelakaan bagi orang yang suka mengumpat.
Pengumpat biasanya memiliki sifat sombong (merasa paling baik sendiri).
Orang yang suka mengumpat kelak akan dilemparkan kedalam Hutamah. Hutamah adalah neraka yang apinya membakar hingga kedalam dada manusia.
Syiddah disebut juga tasydid.
Cara membacanya adalah dobel dengan menekan bunyi huruf yang terdapat tanda syiddah.
Bacaan nun dan mim yang bersyiddah dinamakan ghunnan musyaddadah.
Cara membaca nun dan mim syiddah adalah dengan dengung yang panjang, yaitu tiga harakat.
Al qamariyysh adalah al yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyyah. Cara membacanya adalah al dibaca jelas.
Al syamsiyyah adalah al yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyyah. Cara membacanya adalah al dianggap tidak ada dan huruf sesudahnya diberi syiddah.
Hadis tentang sholat berjamaah
صلاة الحجماعة افضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة ( رواه مسلم )
Sholat berjamaah memiliki kelebihan dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian.
Sholat berjamaah dapat menambah saling kenal antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, orang – orang yang tidak mengerti dapat belajar kepada orang yang alim. Sholat berjamaah juga mendorong terwujudnya rasa cinta dan saling menolong diantara sesame muslim. Pahala sholat jamaah dilipat gandakan serta kedudukannya bertambah dekat dengan Allah SWT.
Sholat berjamah hukumnya sunah muakkad. Artinya, sunah yang dikuatkan atau mendekati hokum wajib kecuali bagi orang yang mempunyai uzur untuk tidak menghadirinya.
Surah al-qari’ah adalah surah yang ke 101 dan terdiri atas sebelas ayat.
Menerangkan tentang kejadian hari kiamat.
Jika amal kebaikan lebih berat timbangannya, balasannya adalah surga. Jika amal keburukan lebih berat timbangannya,balasannya adalah neraka.
Surah at-Tin adalah surah yang ke 95 dan terdiri atas delapan ayat.
Surah at-Tin diawali sumpah Allah dengan menyebut buah tin dan zaitun.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna.
Surah al-Fatihah adalah surah yang pertama dalam Al-qur’an.
Surah al-Fatihah paling sedikit kita baca sehari semalam sebanyak 17 kali.
Nama lain surah al-Fatihah adalah ummul kitab dan as-Sab’ul Masani.
Kita harus menyembah dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. Kemudian, meminta petunjuk ke jalan yang lurus agar selamat di duniadan di akhirat.
Surah al-Ikhlas adalah surah yang ke 112.
Surah al-Ikhlas berisi tentang perintah mengesakan Allah.
Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Allah tempat memohon segala sesuatu.
Tidak ada makhluk yang setara dengan Allah.
Mad berarti bacaan memanjangkan.
Huruf mad ada tiga, yaitu alif, wau, dan ya.
Mad tabi’i adalah mad yang tidak diiringi huruf hamzah atau waqaf. Panjang bacaannya dua harakat.
Mad wajib muttasil adalah mad tabi’i yang diikuti huruf hamzah dalam satu lafal(kata). Panjang bacaannya wajib dibaca lima harakat.
Mad jaiz munfasil adalah mad tabi’I yang diikuti huruf hamzah tetapi tidak dalam satu lafal (kata). Panjang bacaannya boleh dua, empat, atau lima harakat.
Menjalin persaudaraan sesamamslim adalah wajib .
Hadist tentang persaudaraan
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا ( رواه مسلم )
Kita diperintahkan untuk tolong –menolong dalam kebaikan. Sebaliknya, kita dilarang tolong-menolong dalam keburukan.
Perumpamaan persaudaraan sesame mukmin bagaikan bangunan yang saling mengukuhkan.
Seorang muslim hendaklah bias menempatakan peran dirinya dimasyarakat. Dengan demikian, tidak terjadi iri dan dengki antar sesame muslim.
Kelas IV
Smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafalkan surah-surah pendek secara benar dan fasih.
Memahami arti surah-surah pendek.
Memahami kaidah ilmu tajwid. 1. Membaca surah al-Adiyat dan l-Insyirah secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah al-Adiyat dan al-Insyirah secara benar dan fasih.
1. Memahami kandungan surah an-Nasr dan al-Kausar.
1. Memahami hokum izhar halqi dan ikhfa’ haqiqi
2. Menerapakan hokum bacaan izhar halqi dan ikhfa’ haqiqi.
II Memahami arti surah-surah pendek serta hadis tentang niat dan silturahmi.
Mengenal kaidah ilmu tajwid 1. Memahami isi kandungan surah al-Lahab, hadist tentan niat dan hadist tentang silaturahmi.
1. Mengenal hokum bacaan idgham bigunnah,idgham bilagunnah dan iqlab.
2. Menerapkan idgham bigunnah, idgham bila gunnah dan iqlab.
Surah al-Adiyat termasuk golongan surah makkiyah.
Surah al-Adiyat adalah surah yang ke-100 dari 114 surah dalam Al-qur’an. Dan terdiri atas 11 ayat yang diturunkan sesudah surah al-Asr.
Nama al-Adiyat diambil dari ayatpertama yang berarti kuda perang yang berlari kencang.
Surah al-Insyirah termasuk golongn surah makkiyah.
Surah Al-insyirah adalah syrah yang ke-94 dari 114 surah dalam Al-qur’an.
Surah Al-insyirah terdiri atas 8 ayat dan diturunkan sesudah surah ad-Duha
Nama Al-insyirah diambil dari lafadz nasyrah pada ayat pertama yang berarti melapangkan.
Surah An-nasr termasuk surat madaniyah,diturunkan setelah rasulullah SAW hijrah, dan diturunkan di kota makkah.
Surah An-nasr adalah surah yang ke-110 dan terdiri atas 3 ayat.
Sursh An-nasr berisi tentang pertolongan allah SWT.kepada Nabi MuhammadSAW bersama para sahabat.Pertolongan itu berupa kemenangan menalukkan kota makkah.
Surah al-Kautsar adalah surah ke-108,terdiri atas 3 ayat,dan termasuk surah makkiyah.
Allah SWT.telah memberikan nikma yang banyak kepada manusia.
Manusia harus bersyukur atas nikmat itu.
Cara mensyukurinya adalah dengan melaksanakan salat dan beribadah.
Orang yang memenci Nabi Muhammad SAW.akan terputs darinikmat Allah SWT.
Orang yang mencintai Nabi Muhammad SAW.akan selalu mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
Apabila ada ـًــٍــٌ Bertemu dengan salah satu huruf ء ح خ ع غ هـ isebut huruf izhar halqi. Cara membacanya adalah jelas.
Ikhfa’ berarti samar.
Apabila ada ن dan ـًــٍــٌ bertemu dengan salah satu huruf ش ص ض ط ظ ف ق ك ت ث ج د ذ ر ز س disebut ikhfa’ haqiqi.
Ikhfa’ dibagi menjadi tiga yaitu ikhfa’ ab’ad, ikhfa’ aqrab, dan ikhfa’ ausat.
Surah al-Lahab berisi tentang perlawanan Abu lahab dan istrinya terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW.
Orang yang menentang dakwah islam akan mendapat celaka, yaitu diberi balasan oleh SWT, dengan neraka yang apinya menyala-nyala.
Amal perbuatan manusia tergantung pada niatnya.
نما الاعمال بالنيات وانما لكل امرئ مانوى
Niat adalah sumber benarnya niat seseorang
Niat ada didalam hati
Niat yang benar adalah hanya mengharap ridho Allah.
Orang yang memutuskan silaturrahmi tidak akan masuk surga.
Hadist tentang silaturrahm
لايدخل الجنة قاطعرحم (متفق عليه )
Orang yang suka bersilaturrahmi akan diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya.
Apabila ada nun dan tanwin bertemu dengan huruf ba’ disebut bacaan iqlab.
Bacaan idghom dibagi menjadi dua, yaitu idgham bigunnah dan idgham bila gunnah.
Idgam bigunnah hurufnya ada empat, yaitu ي ن م و
Idgam bilagunnah hurufnya ada dua, yaitu ل dan ر
Kelas V
SMT Standar Konpetensi Kompetensi Dasar
I Memahami arti surah-surah pendek.
Memahami arti hadis tentang menyayangi anak yatim. 1. Menerjemahkan surah al-Kafirun , al-Maun dan at-Takasur.
2. Memahami isi kandungan surah al-Kafirun, al-Maun dan at-Takasur.
3. Menunjukkan isi kandungan surah al-Kafirun, al-Maun dan at-Takasur.
1. Menerjemahkan hadi tentang menyayangi anak yatim.
2. Memahami isis kandungan hadist tentang menyayangi anak yatim.
3. Menunjukkan perlaku menyayangi anak yatim.
II Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih.
Memahami arti surah pendek serta hadist tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik. 1. Membaca surah al-Alaq secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah al-Alaq secara benar dan fasih.
1. Membaca surah al-Qadr , hadis tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik.
2. Menerjemahkan surah al-Qadr, hadist tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik.
3. Memahami isi kandungan surah al-Qadr, hadist tentang taqwa dan cirri-ciri orang munafik.
4. Menunjukkan perilaku taqwa dan menjauhi cirri-ciri orang munafik.
Surah al-Kafirun adalah surah yang ke-109 dan terdiri atas enam ayat.
Berisi tentang pernyataan tegas nabi Muhammad SAW.
Bahwa beliau tidak akan menyembah tuhan yang disembah orang-orang kafir.
Islam tidak melarang kita bersahabat dengan orang-orang yang tidak beragama islam.
Umat islam harus tegas bahwa Tuhan umat islam berbeda dengan Tuhan orang-orang kafir.
Islam melarag kita menjelek-jelekkan agama lain.
Surah al-Maun adalah surah yang ke-107 dan terdiri atas tujuh ayat.
Berisi tentang cirri-ciri orang yang mendustakan agama.
Ciri-ciri orang yang mendustakan agama yaitu, menghardik anak yatim, tidak suka member makan orang miskin serta melakukan sholat karena lalai dank arena ria.
Ria adalah berbuat karena ingin dipuji orang lain.
Surah at-Takasur adalah surah yang ke-102 dan terdiri atas delapan ayat.
Termasuk surah makkiyah karena turunnya sebelum nabi Muhammad SAW hijrah ke madinah.
Islam tidak melarang umatnya menjadi orang kaya,tetapi harta itu harus dipergunakan sesuai dengan petunjuk Allah SWT.
Kita dilarang hidup bermegah-megahan.
Semua manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT atas perbuatannya didunia, termasuk terhadap harta yang dimiliki.
Rosulullah SAW adalah pelindung anak yatim.
Orang yang menyayangi dan memelihara anak ytim mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah SWT.
Hukum memelihara dan menyayangi anak yatim adalah fardlu kifayah.
Menyayangi anak yatim merupakan akhlak terpuji .
Hadis tentang menyayangi anak yatim
Surah a ناوكافل اليتيم فى الجنة هكذا واشاربالسبابة و الوسطى وفرج بينهما شيئا
( رواه البخارى )
Al-Alaq termasuk surah makkiyah. Terdiri atas Sembilan ayat. Dan surah ke -96.
Dalam melafalkan dan menghafal perlu diperhatikan kebenaran tajwid yang ada.
Al-qur’an pertama kali turun pada malam lailatul qadr.
Lailatul qadr adalah malam kemuliaan.
Kemuliaan malam lailatul qadr lebih baik dari pada seribu bulan.
Pada malam bulan ramadhan sepuluh hari yang terakhir, kita disunahkan untuk beri’tikaf.
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan melaksanakan sholat,membaca al-qur’an dan berdzikir.
Hadist tentang taqwa
تق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن
( رواه الترمذى )
Kandungan hadis diatas :
1. Perintah mewujudkan ketaqwaan kapan dan dimanapun seorang muslim berada.
2. Perintah menghapus keburukan dengan amal baik.
3. Perintah bergaul dengan sesama manusia melalui sikap dan perilaku /akhlak yang baik.
Kelas VI
smt Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
I Menghafal surah-surah pendek secara fasih dan benar
Memahami arti surah pendek
Memahami hadis tentang keutamaan member. 1. Membaca surah ad-dhuha secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah ad-Dhuha secara benar dan fasih.
1. Menerjemahkan isi kandungan surah ad-Dhuha.
1. Menerjemahkan hadis tentang keutamaan memberi.
2. Menghafal hadis tentang keutamaan member
3. Menunjukkan perilaku orang yang suka member.
4. Menerapkan sikap suka memberi kepada sesama.
II Menghafal surah-surah pendek secara fasih dan benar
Memahami arti surah pendek
Memahami hadis tentang keutamaan member. 1. Membaca surah al-Bayyinah secara benar dan fasih.
2. Menghafal surah ad-Dhuha secara benar dan fasih.
3. Menerjemahkan isi kandungan surah ad-Dhuha.
1. Menerjemahkan hadis tentang keutamaan memberi.
2. Menghafal hadis tentang keutamaan member
3. Menunjukkan perilaku orang yang suka member.
4. Menerapkan sikap suka memberi kepada sesama.
Cara menghafal al-qur’an yang baik adalah dengan sedikit demi sedikit, maksimal lima ayat terlebih dahulu.
Surah ad-Dhuha diturunkan khusus untuk menghibur, menyenangkan, dan meenangkan hati nabi Muhammad SAW yang sedang gelisah.
Secara umum, kandungan surah ad-Dhuha sebagai berikut :
a. Ada beberapa waktu tidak diturunkannya wahyu (fatratul wahyi). Semua itu bukan berarti Allah SWT meninggalkan atau membenci nabi Muhammad SAW.
b. Allah SWT mengingatkan masa lalu nabi Muhammad SAW agar beliau merasakan betapa besar kasih sayang dan rahmat-Nya.
c. Allah SWT memberikan pengarahan kepada nabi Muhammad SAW dan muslimin agar melindungi anak yatim dan bersikap social terhadap orang yang meminta-minta.
d. Nikmat Allah SWT harus selalu disyukuri dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Hadis tentang keutamaan memberi
اليد العليا خير من اليد السفلى وابد بمن تعول و خير الصدقة عن ظهر غني ومن يستعفف يعفه الله ومن يستغن يغنه الله (متفق عليه )
Orang yang senang memberi bantuan disebut pemurah atau dermawan.
Memberi bantuan kepada orang lain harus ikhlas dari perkataan yang tidak menyakitkan hati.
Orang yang bersedekah tidak akan berkurang hartanya. Sebaliknya, Allah SWT akan membalasnya dengan berlipat ganda.
Orang yang pemurah akan dicintai manusia dan Allah SWT.
Memberi sedekah harus mendahulukan orang yang menjadi tanggungannya, bukan orang lain.
Kita harus menjaga diri dari sifat meminta-minta dan merasa atas pemberian Allah SWT.
Para ahli kitab dan orang-orang musyrik berjanji tidak akan meninggalkan agama mereka sampai dating bukti yang nyata. Bukti yang nyata itu adalah nabi Muhammad SAW dan Al-qur’an.
Banyak diantara ahli kitab dan orang musyrik yang menyelisihi janjianya. Mereka tidak mau beriman dengan kedatangan nabi Muhammad SAW dan Al-qur’an. Mereka telah mengingkari kitab-kitab yang telah diimaninya.
Para ahli kitab dan orang-orang musyrik yang tidak mau beriman akan berada dineraka jahanam. Mereka disebut sebagai mahluk yang paling buruk.
Hadis tentang amal sholeh
صدقة جارية اوعلم ينتفع به اوولدصالح يد عوله ( رواه مسلم )
Semua amal yang dilakukan mausia akan putus setelah maninggal dunia, kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang berdoa kedua orang tuanya.
Pahala yang diperoleh dari tiga perkara itu tidak akan ptus meskipun yang bersangkutan sudah mati.
Sedekah jariah adalah sedekah yang bermanfaat bagi banyak orang.
Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon tanpa buah.
Anak shleh adalah anak yang selalu senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.
BAB III
ANALISIS
Dari uraian diatas, kami bisa menganalisis dari segi sosial, psikologis, filsafat dan organisasi sebagai berikut :
1. Dari segi sosial
Dengan mengacu pada sk-kd yang sudah ada, materi ini kami rasa sudah sesuai dengan ukuran anak MI. Karena materi ini adalah materi pengenalan bagi anak MI dan materi dasar bagi mereka untuk bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Dari segi psikologis
Untuk materi menghafal surah-surah pendek dan memahami huruf hijaiyyah dan tanda bacanya kami rasa sudah sesuai untuk anak MI mulai dari kelas 1-VI karena surat pendek dan huruf hijaiyyah , keduanya sama-sama dasar bagi mereka untuk membaca dan menulis Al-Qur’an selanjutnya. namun untuk materi memahami ilmu tajwid , kami rasa sebagian anak akan ada yang mengalami kesulitan apalagi untuk anak yang tidak mempunyai latar belakang dari TPQ. Sehingga perlu ditekankan lagi pengajarannya
3. Dari segi filsafat
Bagi anak usia 6 dan 7 sampai 12 tahun, materi ini adalah materi yang tepat untuk diberikan pada mereka . Pasalnya pengenalan huruf-huruf hijaiyyah adalah memang yang pertama yang di kenalkan pada anak didik kaitannya dengan pelajaran Al-Qur’an hadis ini.Apalagi sekarang sudah ada lembaga TPQ mulai dari pra TK yang sangat membantu anak didik dalam memahami baca tulis Al-Qur’an sehingga mereka bisa lebih mudah mengaplikasikan dalam baca tulis Al-Qur’an.
4. Dari segi organisasi
Apalagi sekarang sudah ada lembaga TPQ mulai dari pra TK yang sangat membantu anak didik dalam memahami baca tulis Al-Qur’an sehingga mereka bisa lebih mudah mengaplikasikan dalam baca tulis Al-Qur’an.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Materi Kelas I meliputi, yang pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih. Kedua Memahami huruf-huruf hijaiah dan tanda bacanya, Menghafal surah-surah pendek dan Memahami hadis tentang kebersihan secara benar dan fasih.
Materi Kelas II meliputi, pertama Menulis huruf hijaiah secara terpisah dan bersambung, Memahami kaidah isi tajwid, Menghafal surah pendek secara benar dan fasih. Kedua, Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih dan Memahami hadis tentang hormat kepada kedua orang tua.
Materi Kelas III meliputi, pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami isi kaidah tajwid dan Memahami hadis tentang sholat berjamaah. Kedua,Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami kaidah surah-surah pendek,Memahami kaidah ilmu tajwid dan Memahami hadis tentang persaudaraan secara fasih dan benar.
Materi Kelas IV meliputi, pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasi,Memahami arti surah pendek dan Memahami kaidah ilmu tajwid. Kedua, Memahami arti
Materi Kelas V meliputi, pertama Memahami arti surah pendek dan Memahami arti hadis tentang menyayangi anak yatim. Kedua, Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih dan Memahami arti surah pendek serta hadis tentang takwa dan ciri-ciri orang munafik.
Materi Kelas VI meliputi, pertama Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami arti surah pendek dan Memahami hadis tentang keutamaan memberi. Kedua, Menghafal surah-surah pendek secara benar dan fasih,Memahami arti surah pendek dan Memahami hadis tentang amal sholeh.
B. Penutup
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan, kritik dan saran selalu kami tunggu demi perbaikan makalah kami selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin………
DAFTAR PUSTAKA
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 1. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 2. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 3. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 4. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 5. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
• Fata, choirul. 2008. Cinta Al-Qur’an dan Hadis 6. Solo: Tiga serangkai Pustaka mandiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)